alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Kata Menteri KKP, Kapal Pencuri Ikan Tak Ditenggelamkan Lagi

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edy Prabowo dalam kunjungan kerjanya di Bali, Rabu (12/8), menggelar jumpa pers mengenai penangkapan tiga kapal asing yang mencuri ikan di Laut Natuna.

Edy menerangkan bahwa tiga kapal yang ditangkap oleh tim KKP adalah kapal berbendera Vietnam. “Kapal ini kami tangkap, Senin (10/8) di laut Natuna Utara. Kapal lampu KH 95758, kapal penangkap KH 98168, kapal pengangkut KH 91558 PS yang memasuki wilayah Indonesia secara ilegal,” jelas Edy.

Setelah dilakukan penangkapan oleh tim KKP yang bertugas di laut Natuna, kapal kemudian digiring ke Pontianak untuk diproses lebih lanjut. “Awak kapal yang kami tangkap sebanyak 26 orang, tapi tidak semua akan jadi tersangka. Nanti proses non yustisia akan dijalankan untuk ABK,” jelasnya lagi.

Baca Juga :  Divonis 10 Tahun Terkait Kasus Narkotika, WNA Perancis Banding

Berbeda dari menteri sebelumnya, Susi Pudjiastuti yang “hobi” menenggelamkan kapal pencuri ikan, Edy memilih memanfaatkan kapal-kapal yang tertangkap. Dia menjelaskan, kapal yang sudah ditahan akan dinilai kelayakannya. Jika kapal tersebut masih bagus dan masih bisa digunakan, akan diserahkan ke lembaga penelitian atau koperasi. “Kapal ini akan disita negara. Jika masih bagus akan diserahkan kepada lembaga atau dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya.

Menteri yang berasal dari Partai Gerindra ini mengungkapkan, selama menjabat, sudah menangkap 69 kapal yang mencuri ikan di perairan Indonesia. “Selama saya menjabat, sudah ada 69 kapal yang ditangkap dengan rincian 57 kapal asing mayoritas dari Vietnam 26 kapal, 14 kapal dari Filipina, 12 kapal dari Malaysia, dan 1 kapal dari Taiwan. Sedangkan 17 lagi kapal Indonesia,” bebernya.

Baca Juga :  Bahas Batas Kuota Sampah di TPA Suwung, Giri Prasta Temui Rai Mantra

Mengenai masih maraknya pencurian ikan di wilayah Natuna yang berbatasan dengan beberapa negara di ASEAN seperti Malaysia, Filipina dan negara lainnya seperti Vietnam, Menteri Edy mengaku, akan melakukan penjajakan dengan negara tetangga mengenai masalah tersebut. “Saya sudah jadwalkan untuk bertemu duta besar negara tetangga. Kita ini kan ASEAN, tidak bisa main kucing-kucingan terus. Kita bertemu untuk membicarakan masalah ini,” tandasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edy Prabowo dalam kunjungan kerjanya di Bali, Rabu (12/8), menggelar jumpa pers mengenai penangkapan tiga kapal asing yang mencuri ikan di Laut Natuna.

Edy menerangkan bahwa tiga kapal yang ditangkap oleh tim KKP adalah kapal berbendera Vietnam. “Kapal ini kami tangkap, Senin (10/8) di laut Natuna Utara. Kapal lampu KH 95758, kapal penangkap KH 98168, kapal pengangkut KH 91558 PS yang memasuki wilayah Indonesia secara ilegal,” jelas Edy.

Setelah dilakukan penangkapan oleh tim KKP yang bertugas di laut Natuna, kapal kemudian digiring ke Pontianak untuk diproses lebih lanjut. “Awak kapal yang kami tangkap sebanyak 26 orang, tapi tidak semua akan jadi tersangka. Nanti proses non yustisia akan dijalankan untuk ABK,” jelasnya lagi.

Baca Juga :  Film “Dua Sisi”, Dewi Pradewi Tepis Stigma Negatif Perempuan Bertato

Berbeda dari menteri sebelumnya, Susi Pudjiastuti yang “hobi” menenggelamkan kapal pencuri ikan, Edy memilih memanfaatkan kapal-kapal yang tertangkap. Dia menjelaskan, kapal yang sudah ditahan akan dinilai kelayakannya. Jika kapal tersebut masih bagus dan masih bisa digunakan, akan diserahkan ke lembaga penelitian atau koperasi. “Kapal ini akan disita negara. Jika masih bagus akan diserahkan kepada lembaga atau dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya.

Menteri yang berasal dari Partai Gerindra ini mengungkapkan, selama menjabat, sudah menangkap 69 kapal yang mencuri ikan di perairan Indonesia. “Selama saya menjabat, sudah ada 69 kapal yang ditangkap dengan rincian 57 kapal asing mayoritas dari Vietnam 26 kapal, 14 kapal dari Filipina, 12 kapal dari Malaysia, dan 1 kapal dari Taiwan. Sedangkan 17 lagi kapal Indonesia,” bebernya.

Baca Juga :  Wabup Suiasa Minta TPID Atensi Kenaikan Harga Jelang Nataru

Mengenai masih maraknya pencurian ikan di wilayah Natuna yang berbatasan dengan beberapa negara di ASEAN seperti Malaysia, Filipina dan negara lainnya seperti Vietnam, Menteri Edy mengaku, akan melakukan penjajakan dengan negara tetangga mengenai masalah tersebut. “Saya sudah jadwalkan untuk bertemu duta besar negara tetangga. Kita ini kan ASEAN, tidak bisa main kucing-kucingan terus. Kita bertemu untuk membicarakan masalah ini,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/