alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Kota Denpasar Gelar Lomba Ogoh-ogoh Secara Virtual

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pengarakan ogoh-ogoh yang dibatalkan pada saat pengrupukan hari raya Nyepi, Maret lalu, akan kembali disemarakkan. Namun pementasan karya seni ogoh-ogoh itu akan dilakukan secara virtual atau online. Sebelumnya, pembatalan pengarakan ogoh-ogoh, Maret lalu, karena dalam situasi pandemi Covid-19. Saat ini pun situasi tersebut masih terus berlanjut. Alternatif yang dipilih pemerintah Kota Denpasar untuk mengapresiasi karya seni sekaa teruna di wilayah tersebut adalah menggelar lomba ogoh-ogoh secara virtual serangkaian Denpasar Festival 2020. Menurut rencana, lomba ogoh-ogoh ini diselenggarakan dari bulan Oktober hingga Desember 2020 mendatang.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram yang dikonfirmasi, Rabu (12/8) via telepon, mengatakan, pihaknya belum berani melakukan parade maupun pawai ogoh-ogoh sehingga digelar lomba ogoh-ogoh secara virtual. Dalam pelaksanaan lomba ini, masing-masing sekaa teruna diminta membuat video berdurasi dua sampai lima menit yang menceritakan tentang ogoh-ogoh yang dibuat. Nanti lewat video inilah akan dinilai oleh dewan juri. Dalam pelaksanaan lomba ini, Dinas Kebudayaan juga menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Denpasar. “Untuk teknis lengkap dan kapan mulai lombanya kami masih rapatkan. Intinya lomba dilakukan secara virtual untuk seluruh sekaa teruna di Kota Denpasar,” kata Mataram.

Baca Juga :  PLN Bali Pastikan Kelistrikan Aman di Lokasi Kunjungan Presiden

Dalam pelaksanaannya, sekaa teruna yang ada di Kota Denpasar akan diberikan uang pembinaan masing-masing Rp 10 juta. Sekaa teruna yang terdaftar hingga saat ini sebanyak 417 sekaa. Selain itu, bagi wilayah yang tak membuat ogoh-ogoh seperti Desa Adat Renon, juga diminta membuat video terkait kreativitas mereka selama setahun. Hal ini dikarenakan, video ini juga sebagai bukti dalam pencairan dana insentif yang dijanjikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra sebesar Rp 10 juta. Masing-masing sekaa teruna akan mendapat insentif Rp 10 juta dipotong pajak. “Sekarang dananya sudah ada, tinggal setor videonya sebagai bukti. Nanti kami akan rapatkan hal ini dengan kades maupun lurah. Kades dan lurah yang akan menyampaikan ke sekaa teruna,” katanya.

Baca Juga :  Ini Jenis Kelangsah dan Fungsinya untuk Upakara  

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pengarakan ogoh-ogoh yang dibatalkan pada saat pengrupukan hari raya Nyepi, Maret lalu, akan kembali disemarakkan. Namun pementasan karya seni ogoh-ogoh itu akan dilakukan secara virtual atau online. Sebelumnya, pembatalan pengarakan ogoh-ogoh, Maret lalu, karena dalam situasi pandemi Covid-19. Saat ini pun situasi tersebut masih terus berlanjut. Alternatif yang dipilih pemerintah Kota Denpasar untuk mengapresiasi karya seni sekaa teruna di wilayah tersebut adalah menggelar lomba ogoh-ogoh secara virtual serangkaian Denpasar Festival 2020. Menurut rencana, lomba ogoh-ogoh ini diselenggarakan dari bulan Oktober hingga Desember 2020 mendatang.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram yang dikonfirmasi, Rabu (12/8) via telepon, mengatakan, pihaknya belum berani melakukan parade maupun pawai ogoh-ogoh sehingga digelar lomba ogoh-ogoh secara virtual. Dalam pelaksanaan lomba ini, masing-masing sekaa teruna diminta membuat video berdurasi dua sampai lima menit yang menceritakan tentang ogoh-ogoh yang dibuat. Nanti lewat video inilah akan dinilai oleh dewan juri. Dalam pelaksanaan lomba ini, Dinas Kebudayaan juga menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Denpasar. “Untuk teknis lengkap dan kapan mulai lombanya kami masih rapatkan. Intinya lomba dilakukan secara virtual untuk seluruh sekaa teruna di Kota Denpasar,” kata Mataram.

Baca Juga :  Sopir di Gianyar Keluhkan Keterlambatan Pelayanan Uji KIR

Dalam pelaksanaannya, sekaa teruna yang ada di Kota Denpasar akan diberikan uang pembinaan masing-masing Rp 10 juta. Sekaa teruna yang terdaftar hingga saat ini sebanyak 417 sekaa. Selain itu, bagi wilayah yang tak membuat ogoh-ogoh seperti Desa Adat Renon, juga diminta membuat video terkait kreativitas mereka selama setahun. Hal ini dikarenakan, video ini juga sebagai bukti dalam pencairan dana insentif yang dijanjikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra sebesar Rp 10 juta. Masing-masing sekaa teruna akan mendapat insentif Rp 10 juta dipotong pajak. “Sekarang dananya sudah ada, tinggal setor videonya sebagai bukti. Nanti kami akan rapatkan hal ini dengan kades maupun lurah. Kades dan lurah yang akan menyampaikan ke sekaa teruna,” katanya.

Baca Juga :  Janjikan Jadi CPNS, Oknum Polisi Tilep Uang Ratusan Juta

Most Read

Artikel Terbaru

/