alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Rp 20 Miliar Atasi Persoalan Air di Les dan Penuktukan

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Persoalan air bersih di Desa Les dan Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, memang sedang dicarikan solusi. Bahkan, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, telah menjalin kerjasama antardaerah dengan Bupati Bangli, I Made Gianyar, selaku pemilik sumber air di Desa Batih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, untuk menangani Krisis air bersih di dua desa ini.

Bupati Agus Suradnyana menjelaskan, dirinya bertemu dengan Bupati Kabupaten Bangli untuk menyelesaikan persoalan air di Desa Les dan Desa Penuktukan. Dalam pertemuan tersebut, diskusi dilakukan untuk mengembalikan kewenangan penyelesaian air ini dengan perjanjian atau nota kesepahaman antarbupati. Bukan lagi desa adat dengan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerancuan penyelesaian persoalan masalah air. “Kalau antarbupati kan ada indikator teknis, ekonomi di dalamnya. Harus diselesaikan semua. Kalau volumenya kurang baru kita tambah lagi,” jelasnya. 

Baca Juga :  HUT ke-42, Bupati Eka Gelar Tali Kasih di Pura Dalem Pauman

Suradnyana menambahkan, pihaknya juga masih memiliki stok air 50 liter per detik di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Spam Air Sanih. Namun kendalanya, pihaknya belum bisa menyalurkan air tersebut ke Desa Les dan Penuktukan, karena terkendala anggaran. Permasalahan ini juga disampaikan oleh Bupati Buleleng, kepada Gubernur Bali Wayan Koster di sela-sela kegiatan groundbreaking Bendungan Tamblang, Rabu (12/8). Atas kondisi itu, Wayan Koster mengaku siap memberikan anggaran sebesar Rp 20 Miliar pada 2021 mendatang, agar persoalan kirisis air bersih di kedua desa tersebut dapat segera terselesaikan.

 Anggaran tersebut dapat digunakan untuk pengadaan instalasi air dari SPAM Air Sanih, ke Desa Les, Penuktukan, hingga Desa Sembiran tempat gubernur berasal. “Dari saya masih kecil hingga sekarang, wilayah Tejakula itu memang masih terkendala air. Selama ini warga mengambil air dari sumber mata air di Bangli. Kalau tidak akur, bermasalah. Persoalan air ini akan jadi priorotas saya, sehingga masyarakat di wilayah Timur tidak mengeluh soal air saat di musim kemarau. Persoalan ini akan saya tuntaskan. Saya akan diskusikan dengan Sekda Bali yang juga sebagai TAPD, untuk dianggarkan sebesar Rp 20 Miliar dari APBD Bali,” terang Koster saat memberikan sambutan kegiatan groundbreaking Bendungan Tamblang. 

Baca Juga :  Tak Kuat Nanjak, Truk Ngatrek Lindas Pengendara Motor di Sayan

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Persoalan air bersih di Desa Les dan Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, memang sedang dicarikan solusi. Bahkan, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, telah menjalin kerjasama antardaerah dengan Bupati Bangli, I Made Gianyar, selaku pemilik sumber air di Desa Batih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, untuk menangani Krisis air bersih di dua desa ini.

Bupati Agus Suradnyana menjelaskan, dirinya bertemu dengan Bupati Kabupaten Bangli untuk menyelesaikan persoalan air di Desa Les dan Desa Penuktukan. Dalam pertemuan tersebut, diskusi dilakukan untuk mengembalikan kewenangan penyelesaian air ini dengan perjanjian atau nota kesepahaman antarbupati. Bukan lagi desa adat dengan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerancuan penyelesaian persoalan masalah air. “Kalau antarbupati kan ada indikator teknis, ekonomi di dalamnya. Harus diselesaikan semua. Kalau volumenya kurang baru kita tambah lagi,” jelasnya. 

Baca Juga :  Tersengat Listrik di Pemandian Celepud, Pemuda Asal Tamblang Tewas

Suradnyana menambahkan, pihaknya juga masih memiliki stok air 50 liter per detik di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Spam Air Sanih. Namun kendalanya, pihaknya belum bisa menyalurkan air tersebut ke Desa Les dan Penuktukan, karena terkendala anggaran. Permasalahan ini juga disampaikan oleh Bupati Buleleng, kepada Gubernur Bali Wayan Koster di sela-sela kegiatan groundbreaking Bendungan Tamblang, Rabu (12/8). Atas kondisi itu, Wayan Koster mengaku siap memberikan anggaran sebesar Rp 20 Miliar pada 2021 mendatang, agar persoalan kirisis air bersih di kedua desa tersebut dapat segera terselesaikan.

 Anggaran tersebut dapat digunakan untuk pengadaan instalasi air dari SPAM Air Sanih, ke Desa Les, Penuktukan, hingga Desa Sembiran tempat gubernur berasal. “Dari saya masih kecil hingga sekarang, wilayah Tejakula itu memang masih terkendala air. Selama ini warga mengambil air dari sumber mata air di Bangli. Kalau tidak akur, bermasalah. Persoalan air ini akan jadi priorotas saya, sehingga masyarakat di wilayah Timur tidak mengeluh soal air saat di musim kemarau. Persoalan ini akan saya tuntaskan. Saya akan diskusikan dengan Sekda Bali yang juga sebagai TAPD, untuk dianggarkan sebesar Rp 20 Miliar dari APBD Bali,” terang Koster saat memberikan sambutan kegiatan groundbreaking Bendungan Tamblang. 

Baca Juga :  Desa Sanding, Potensial untuk Budidaya Apel

Most Read

Artikel Terbaru

/