alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Soal Pembelajaran Tatap Muka, Dewan Dorong Disdikpora Badung Mapping

MANGUPURA, BALI EXPRESS – DPRD Badung mendorong Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olah Raga (Disdikpora) untuk mapping alias melakukan pemetaan wilayah guna mempercepat proses pembelajaran secara tatap muka langsung. Sehingga diharapkan wilayah yang tak masuk zona merah Covid-19 di Badung bisa menyelenggarakan proses pembelajaran secara tatap muka langsung.

Menurut Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata, pemetaan hendaknya berbasis kecamatan bahkan desa. “Bukan global berbasis kabupaten atau kota. Mapping penyebaran Covid-19 harus berdasarkan basis kecamatan. setelah itu baru berbasis desa,” ujarnya menanggapi Badung yang belum menyelenggarakan pembelajaran tatap muka karena masih masuk ke dalam kategori zona merah, Rabu (12/8).

Kalau memang zona merah, Parwata sepakat pembelajaran tatap muka jangan dulu dilaksanakan di kecamatan tersebut. Dia mencontohkan, ketika Badung masuk zona merah, kecamatan mana saja yang masuk di dalamnya. Jika hanya satu kecamatan masuk zona merah, kecamatan lain agar dipersilakan melakukan pembelajaran tatap muka langsung.

Baca Juga :  Gianyar Tetapkan Ranperda APBD 2021 Jadi Perda

Bahkan, kata dia, mapping bisa lebih mendetil, hingga tingkat desa atau kelurahan. Sebab, menurut sekretaris DPC PDIP Badung ini, tak semua desa masuk zona merah. “Kami pastikan tidak semua desa di kecamatan itu masuk zona merah,” ujarnya.

Sehingga, desa yang tidak masuk zona merah, menurutnya, perlu diberi kesempatan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Karena itu, Parwata meminta data jelas dan pasti, berapa kecamatan yang terpapar Covid-19, selanjutnya berapa desa yang terpapar. “Jika memang tidak reaktif bahkan melandai, kecamatan atau desa jangan dilarang untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” tegas politisi asal Dalung, Kuta Utara ini.

Sementara itu, Kadisdikpora Badung I Ketut Widia Astika menjelaskan, pihaknya belum berani memutuskan sistem pembelajaran melalui tatap muka. “Kami sudah koordinasi dengan Gugus Tugas, dan dinyatakan wilayah kita (Kabupaten Badung) masih zona merah,”ungkapnya, Senin (10/8).

Baca Juga :  Terlalu Dini Jadi Sulinggih, PHDI Sempat Sarankan Matangkan Diri

Jadi sistem pembelajaran di Kabupaten Badung, lanjut pejabat asal Kerobokan ini, masih dengan sistem online. Sama seperti harapan sebagian besar orangtua siswa, pihaknya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga proses belajar-mengajar dapat dilaksanakan secara tatap muka.

Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan, sekolah yang berada di zona hijau dan kuning diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka. Sayang, Badung masih masuk dalam kategori zona merah terkait kasus Covid-19.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – DPRD Badung mendorong Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olah Raga (Disdikpora) untuk mapping alias melakukan pemetaan wilayah guna mempercepat proses pembelajaran secara tatap muka langsung. Sehingga diharapkan wilayah yang tak masuk zona merah Covid-19 di Badung bisa menyelenggarakan proses pembelajaran secara tatap muka langsung.

Menurut Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata, pemetaan hendaknya berbasis kecamatan bahkan desa. “Bukan global berbasis kabupaten atau kota. Mapping penyebaran Covid-19 harus berdasarkan basis kecamatan. setelah itu baru berbasis desa,” ujarnya menanggapi Badung yang belum menyelenggarakan pembelajaran tatap muka karena masih masuk ke dalam kategori zona merah, Rabu (12/8).

Kalau memang zona merah, Parwata sepakat pembelajaran tatap muka jangan dulu dilaksanakan di kecamatan tersebut. Dia mencontohkan, ketika Badung masuk zona merah, kecamatan mana saja yang masuk di dalamnya. Jika hanya satu kecamatan masuk zona merah, kecamatan lain agar dipersilakan melakukan pembelajaran tatap muka langsung.

Baca Juga :  Sebatang Kara, Karyawan Ekspedisi Ditemukan Tewas di Jalan Pidada

Bahkan, kata dia, mapping bisa lebih mendetil, hingga tingkat desa atau kelurahan. Sebab, menurut sekretaris DPC PDIP Badung ini, tak semua desa masuk zona merah. “Kami pastikan tidak semua desa di kecamatan itu masuk zona merah,” ujarnya.

Sehingga, desa yang tidak masuk zona merah, menurutnya, perlu diberi kesempatan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Karena itu, Parwata meminta data jelas dan pasti, berapa kecamatan yang terpapar Covid-19, selanjutnya berapa desa yang terpapar. “Jika memang tidak reaktif bahkan melandai, kecamatan atau desa jangan dilarang untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” tegas politisi asal Dalung, Kuta Utara ini.

Sementara itu, Kadisdikpora Badung I Ketut Widia Astika menjelaskan, pihaknya belum berani memutuskan sistem pembelajaran melalui tatap muka. “Kami sudah koordinasi dengan Gugus Tugas, dan dinyatakan wilayah kita (Kabupaten Badung) masih zona merah,”ungkapnya, Senin (10/8).

Baca Juga :  Selama Pandemi, Lakalantas di Gianyar Merosot Drastis

Jadi sistem pembelajaran di Kabupaten Badung, lanjut pejabat asal Kerobokan ini, masih dengan sistem online. Sama seperti harapan sebagian besar orangtua siswa, pihaknya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga proses belajar-mengajar dapat dilaksanakan secara tatap muka.

Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan, sekolah yang berada di zona hijau dan kuning diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka. Sayang, Badung masih masuk dalam kategori zona merah terkait kasus Covid-19.


Most Read

Artikel Terbaru

/