alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

ST Banjar Petang Suci Komitmen Perkuat Empat Pilar Kebangsaan

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Sekeha Teruna Yowana Dharma Kencana Banjar Petang Suci, Desa Petang, Kecamatan Petang, Badung berkomitmen menjaga empat pilar konsensus berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika.

Hal tersebut disampaikan ketua STT Yowana Dharma I Made Dwiki Diaz Sukarma, Rabu (12/8). “Sebagai bagian dari semangat nasionalisme kami tetap komitmen menggunakan empat pilar kebangsaan sebagai pondasi kami dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di kalangan STT kami,” jelas Diaz.

Lebih jauh, menurut dia, permasalahan bangsa yang kompleks memiliki potensi untuk terjadinya perpecahan antara anak bangsa. Oleh sebab itu, empat pilar harus dihadirkan sebagai solusi perekat bangsa.

Baca Juga :  Jika Pariwisata Dibuka, Bali Terapkan New Normal Terintegrasi

“Indonesia sebagai negara kepulauan, selain memiliki potensi untuk maju karena letaknya yang strategis di dunia, juga memiliki potensi untuk pecah karena keragaman suku, ras, dan agama. Keragaman ini berpotensi untuk digunakan pihak yang tidak bertanggung jawab memecah belah kita. Namun pondasi empat pilar itu bisa menjadi perekat, pemersatu bangsa yang beragam ini,” terangnya.

Dalam momentum HUT kemerdekaan di bulan Agustus, menurut Diaz, semua komponen bangsa harus memperkuat nasionalisme ditengah banyaknya tantangan yang dihadapi Indonesia di usianya ke-75.

“Momentum ke-75 ini menjadi penting bagi kita untuk merefleksikan nasionalisme dan memperkuat semangat juang kita sebagai anak bangsa. Meneguhkan komitmen kita bahwa NKRI merupakan bentuk final dan harga mati dengan Pancasila sebagai ideologi pemersatu kita yang beragam di nusantara ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pro-Kontra HK, Perlu Mengingat Kembali Komitmen di Samuan Tiga

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Sekeha Teruna Yowana Dharma Kencana Banjar Petang Suci, Desa Petang, Kecamatan Petang, Badung berkomitmen menjaga empat pilar konsensus berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika.

Hal tersebut disampaikan ketua STT Yowana Dharma I Made Dwiki Diaz Sukarma, Rabu (12/8). “Sebagai bagian dari semangat nasionalisme kami tetap komitmen menggunakan empat pilar kebangsaan sebagai pondasi kami dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di kalangan STT kami,” jelas Diaz.

Lebih jauh, menurut dia, permasalahan bangsa yang kompleks memiliki potensi untuk terjadinya perpecahan antara anak bangsa. Oleh sebab itu, empat pilar harus dihadirkan sebagai solusi perekat bangsa.

Baca Juga :  Cegah Korona, PN Gianyar Tak Gunakan Fingerprint Scan

“Indonesia sebagai negara kepulauan, selain memiliki potensi untuk maju karena letaknya yang strategis di dunia, juga memiliki potensi untuk pecah karena keragaman suku, ras, dan agama. Keragaman ini berpotensi untuk digunakan pihak yang tidak bertanggung jawab memecah belah kita. Namun pondasi empat pilar itu bisa menjadi perekat, pemersatu bangsa yang beragam ini,” terangnya.

Dalam momentum HUT kemerdekaan di bulan Agustus, menurut Diaz, semua komponen bangsa harus memperkuat nasionalisme ditengah banyaknya tantangan yang dihadapi Indonesia di usianya ke-75.

“Momentum ke-75 ini menjadi penting bagi kita untuk merefleksikan nasionalisme dan memperkuat semangat juang kita sebagai anak bangsa. Meneguhkan komitmen kita bahwa NKRI merupakan bentuk final dan harga mati dengan Pancasila sebagai ideologi pemersatu kita yang beragam di nusantara ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Badung Raih Peringkat I Komitmen Pengadaan Barang dan Jasa se-Bali

Most Read

Artikel Terbaru

/