alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Aturan Baru Lagi, Bangli Memperbolehkan Isolasi Covid di Rumah

BANGLI, BALI EXPRESS- Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta kembali mengeluarkan surat edaran baru tentang isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan. Kini diperbolehkan isolasi di rumah masing-masing.

Berbeda dengan aturan sebelumnya, apabila satu keluarga positif, baru boleh isolasi di rumah. Selain itu wajib menjalani isolasi yang telah disiapkan pemerintah, yakni salah satu gedung di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Bangli. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa mengatakan, pemerintah memberikan kelonggaran soal isolasi karena gedung di RSJ yang disiapkan untuk isolasi terpusat sudah hampir penuh.

Berdasarkan data Kamis (12/8), dari kapasitas 96 tempat tidur, sudah terisi 92. Sedangkan bangunan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut yang dari awal sudah disiapkan untuk isolasi terpusat dinilai kurang representative. Di sisi lain, jumlah orang yang terkonfirmasi positif masih terus bertambah. “Isolasi  di rumah ini antisipasi lonjakan dan mereka juga nyaman,”  jelas Dirgayusa.

Namun demikian, tidak semua bisa isolasi di rumahnya. Tergantung fasilitas, terutama rumah. Warga yang terkonfirmasi positif tidak boleh berada dalam satu rumah dengan yang sehat.  Sehingga harus benar-benar dipastikan rumah yang akan ditempati selama isolasi. “Intinya adalah pemisahan yang sakit dengan yang sehat. Misalnya dalam satu keluarga ada lima orang, dua positif, tiga sehat. Punya satu rumah. Apakah yang sehat menginap di  rumah keluarga lain atau bagaimana,” paparnya.

Jika ternyata tidak ada tempat isolasi di rumahnya, maka pasien wajib menjalani isolasi di tempat yang telah disediakan pemerintah. Dirgayusa pun menegaskan, bagi yang menjalani isolasi di rumahnya  wajib diawasi dengan ketat oleh TNI dan Polri yang ada di desa setempat, termasuk pengawasan dari Satgas Gotong Royong dan prajuru desa. Untuk memastikan kesehatannya, ditugaskan tenaga kesehatan puskesmas.  Sedangkan kebutuhan makan ditanggung desa dinas. Anggaran dari dana APBDes.   Selain itu, Dinas Sosial juga wajib menyalurkan bantuan sembako. “Desa Adat bertugas membuatkan papan nama dipasang di rumah tempat isolasi,”  terang mantan camat Kintamani ini.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian ini pun tetap mengimbau masyarakat supaya mengikuti protokol kesehatan (prokes). Seperti jaga jarak, pakai masker, rajin mencuci tangan dan lainnya, terpenting bisa  terhindar dari Covid-19. “Prokes wajib dilaksanakan,” tandasnya.

 

 

 


BANGLI, BALI EXPRESS- Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta kembali mengeluarkan surat edaran baru tentang isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan. Kini diperbolehkan isolasi di rumah masing-masing.

Berbeda dengan aturan sebelumnya, apabila satu keluarga positif, baru boleh isolasi di rumah. Selain itu wajib menjalani isolasi yang telah disiapkan pemerintah, yakni salah satu gedung di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Bangli. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa mengatakan, pemerintah memberikan kelonggaran soal isolasi karena gedung di RSJ yang disiapkan untuk isolasi terpusat sudah hampir penuh.

Berdasarkan data Kamis (12/8), dari kapasitas 96 tempat tidur, sudah terisi 92. Sedangkan bangunan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut yang dari awal sudah disiapkan untuk isolasi terpusat dinilai kurang representative. Di sisi lain, jumlah orang yang terkonfirmasi positif masih terus bertambah. “Isolasi  di rumah ini antisipasi lonjakan dan mereka juga nyaman,”  jelas Dirgayusa.

Namun demikian, tidak semua bisa isolasi di rumahnya. Tergantung fasilitas, terutama rumah. Warga yang terkonfirmasi positif tidak boleh berada dalam satu rumah dengan yang sehat.  Sehingga harus benar-benar dipastikan rumah yang akan ditempati selama isolasi. “Intinya adalah pemisahan yang sakit dengan yang sehat. Misalnya dalam satu keluarga ada lima orang, dua positif, tiga sehat. Punya satu rumah. Apakah yang sehat menginap di  rumah keluarga lain atau bagaimana,” paparnya.

Jika ternyata tidak ada tempat isolasi di rumahnya, maka pasien wajib menjalani isolasi di tempat yang telah disediakan pemerintah. Dirgayusa pun menegaskan, bagi yang menjalani isolasi di rumahnya  wajib diawasi dengan ketat oleh TNI dan Polri yang ada di desa setempat, termasuk pengawasan dari Satgas Gotong Royong dan prajuru desa. Untuk memastikan kesehatannya, ditugaskan tenaga kesehatan puskesmas.  Sedangkan kebutuhan makan ditanggung desa dinas. Anggaran dari dana APBDes.   Selain itu, Dinas Sosial juga wajib menyalurkan bantuan sembako. “Desa Adat bertugas membuatkan papan nama dipasang di rumah tempat isolasi,”  terang mantan camat Kintamani ini.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian ini pun tetap mengimbau masyarakat supaya mengikuti protokol kesehatan (prokes). Seperti jaga jarak, pakai masker, rajin mencuci tangan dan lainnya, terpenting bisa  terhindar dari Covid-19. “Prokes wajib dilaksanakan,” tandasnya.

 

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/