alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Terkendala Gelombang Tinggi, Petugas Sisir Pantai dan Terbangkan Drone

GIANYAR, BALI EXPRESS – Tiga unit drone diterbangkan untuk membantu pencarian terhadap petani, I Made Sadra, 65, asal Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, yang terseret ombak di Pantai Pering, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Kamis (12/8). Kendatipun demikian, pencarian masih terkendala gelombang yang tinggi.

Drone tersebut dikendalikan oleh staf Trantib Kecamatan Sukawati, I Made Dwita, mengatakan bahwa pihaknya upaya pencarian korban dengan menggunakan drone karena melihat kondisi ombak yang tinggi disertai hujan dan angin yang cukup kencang. Dimana situasi itu menyulitkan tim gabungan melakukan pencarian korban menggunakan alat manual.  “Jadi kita turunkan drone tiga unit, dimana dua di antaranya meminjam dari Komunitas Fotografer. Sedangkan drone yang saya kendalikan telah menempuh jarah mencapai 5 kilometer. Tapi sejauh ini, belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika pantauan di udara dilakukan mulai dari barat atau pantai di kawasan Ketewel mengarah hingga ke timur sepanjang pantai di Kabupaten Gianyar. Namun karena turun hujan, visual yang tertangkap drone terlatif terganggu. Padahal jika cuaca cerah, visual akan terlihat cerah.

Sementara itu, Koordinator pencarian Basarnas Bali, Ketut Wirajaya, menyampaikan bahwa operasi pencarian terhadap korban sudah memasuki hari ketiga. Namun kali ini pencarian terkendala gelombang yang tinggi. “Kami tidak berani turun karena air pasang. Sejak jam 10.00 tadi, air naik,” ungkapnya.

Bahkan tingginya gelombang sampai naik ke daratan dan menyapu sebuah warung di pesisir Pantai Pering.

Hanya saja pihaknya tetap melakukan menyusuri pesisir pantai dengan berjalan, mulai dari Pantai Saba hingga Padanggalak. “Termasuk kami juga infokan kepada masyarakat, barangkali ada yang melihat atau terdampar,” sambungnya.

Sejatinya tim akan melakukan penyisiran menggunakan boat. Namun karena cuaca yang tidak memungkinkan dan gelombang yang tinggi maka rencana itu tidak bisa dilaksanakan. Kendatipun demikian pencarian masih akan dilanjutkan hingga 7 hari sejak dilaporkan hilang. “Berdasarkan pengalaman kami, di hari ketiga muncul. Sekarang tergantung arus ke Barat. Makanya tim condong mencari ke barat dari lokasi kejadian,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan jika seorang petani, L seorang petani Made Sadra asal Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Made Sadra, 65, diduga hanyut di Pantai Pering pada Senin lalu (9/8). Hal itu diperkuat dengan ditemukannya pakaian korban dipinggir pantai.

Menurut keluarga, korban memang sering datang ke Pantai Pering untuk sekedar menanam kakinya di pasir. Namun korban diduga terseret ombak dan belum ditemukan hingga berita ini diturunkan.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Tiga unit drone diterbangkan untuk membantu pencarian terhadap petani, I Made Sadra, 65, asal Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, yang terseret ombak di Pantai Pering, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Kamis (12/8). Kendatipun demikian, pencarian masih terkendala gelombang yang tinggi.

Drone tersebut dikendalikan oleh staf Trantib Kecamatan Sukawati, I Made Dwita, mengatakan bahwa pihaknya upaya pencarian korban dengan menggunakan drone karena melihat kondisi ombak yang tinggi disertai hujan dan angin yang cukup kencang. Dimana situasi itu menyulitkan tim gabungan melakukan pencarian korban menggunakan alat manual.  “Jadi kita turunkan drone tiga unit, dimana dua di antaranya meminjam dari Komunitas Fotografer. Sedangkan drone yang saya kendalikan telah menempuh jarah mencapai 5 kilometer. Tapi sejauh ini, belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika pantauan di udara dilakukan mulai dari barat atau pantai di kawasan Ketewel mengarah hingga ke timur sepanjang pantai di Kabupaten Gianyar. Namun karena turun hujan, visual yang tertangkap drone terlatif terganggu. Padahal jika cuaca cerah, visual akan terlihat cerah.

Sementara itu, Koordinator pencarian Basarnas Bali, Ketut Wirajaya, menyampaikan bahwa operasi pencarian terhadap korban sudah memasuki hari ketiga. Namun kali ini pencarian terkendala gelombang yang tinggi. “Kami tidak berani turun karena air pasang. Sejak jam 10.00 tadi, air naik,” ungkapnya.

Bahkan tingginya gelombang sampai naik ke daratan dan menyapu sebuah warung di pesisir Pantai Pering.

Hanya saja pihaknya tetap melakukan menyusuri pesisir pantai dengan berjalan, mulai dari Pantai Saba hingga Padanggalak. “Termasuk kami juga infokan kepada masyarakat, barangkali ada yang melihat atau terdampar,” sambungnya.

Sejatinya tim akan melakukan penyisiran menggunakan boat. Namun karena cuaca yang tidak memungkinkan dan gelombang yang tinggi maka rencana itu tidak bisa dilaksanakan. Kendatipun demikian pencarian masih akan dilanjutkan hingga 7 hari sejak dilaporkan hilang. “Berdasarkan pengalaman kami, di hari ketiga muncul. Sekarang tergantung arus ke Barat. Makanya tim condong mencari ke barat dari lokasi kejadian,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan jika seorang petani, L seorang petani Made Sadra asal Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Made Sadra, 65, diduga hanyut di Pantai Pering pada Senin lalu (9/8). Hal itu diperkuat dengan ditemukannya pakaian korban dipinggir pantai.

Menurut keluarga, korban memang sering datang ke Pantai Pering untuk sekedar menanam kakinya di pasir. Namun korban diduga terseret ombak dan belum ditemukan hingga berita ini diturunkan.


Most Read

Artikel Terbaru

/