30.4 C
Denpasar
Tuesday, December 6, 2022

Bila Berminat, Desa Dipersilakan Ajukan Permohonan Lampu Hias

BANGLI, BALI EXPRESS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli mencabut lampu hias yang sebelumnya terpasang di jalur utama Kota Bangli. Kini, lampu yang jumlahnya lebih dari 100 itu masih disimpan di DLH. Desa-desa di Bangli yang ingin memanfaatkan barang bekas itu bisa mengajukan permohonan ke dinas setempat.

Kepala DLH Kabupaten Bangli Putu Ganda Wijaya mengatakan, lampu hias tersebut mulai dicabut akhir Juli lalu. Secara umum kondisinya masih bagus. Namun karena barang bekas, diakuinya ada saja rusak sedikit, tetapi masih layak pakai. “Namanya barang bekas ada yang pecah-pecah,” ungkap Ganda, Kamis (11/8). “Poles-poles sedikit, lumayan. Kalau beli kan mahal,” kata mantan Kepala Bappeda Litbang Bangli ini.

Baca Juga :  Mancing di Danau Batur, Kepala Dewa Kompyang Dilempar Kayu

Saat ini, lanjut Ganda, sudah ada sekitar 188 lampu hias yang dicabut dan disimpan di DLH. Sedangkan 128 masih terpasang, yakni jalur wilayah di Desa Bunutin, Kecamatan Bangli. Pihaknya belum mencabut itu, karena Desa Bunutin, Kecamatan Bangli akan mengajukan permohonan hibah lampu itu. “Siapa tahu nanti proses hibah jadi, tinggal langsung dipakai,” ujarnya.

Pejabat asal Lingkungan Tegal, Kelurahan Bebalang ini menegaskan, lampu taman itu memang memungkinkan dihibahkan ke desa-desa. Desa yang berminat dipersilakan mengajukan permohonan. Sehingga bisa diproses. “Kalau tidak (tidak ada mengajukan permohonan hibah), ya tetap terhitung aset dulu. Penghapusan nantinya,” ungkap Ganda.

Lampu hias itu dipasang beberapa tahun lalu di pinggir jalur utama Kota Bangli. Namun karena sekarang sudah terpasang lampu penerangan jalan, maka lampu hias itu pun dicabut. (wan)

Baca Juga :  Rabies Merebak di Buleleng, Capai 38 Kasus Positif, 5 Meninggal Dunia

BANGLI, BALI EXPRESS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli mencabut lampu hias yang sebelumnya terpasang di jalur utama Kota Bangli. Kini, lampu yang jumlahnya lebih dari 100 itu masih disimpan di DLH. Desa-desa di Bangli yang ingin memanfaatkan barang bekas itu bisa mengajukan permohonan ke dinas setempat.

Kepala DLH Kabupaten Bangli Putu Ganda Wijaya mengatakan, lampu hias tersebut mulai dicabut akhir Juli lalu. Secara umum kondisinya masih bagus. Namun karena barang bekas, diakuinya ada saja rusak sedikit, tetapi masih layak pakai. “Namanya barang bekas ada yang pecah-pecah,” ungkap Ganda, Kamis (11/8). “Poles-poles sedikit, lumayan. Kalau beli kan mahal,” kata mantan Kepala Bappeda Litbang Bangli ini.

Baca Juga :  Disindir Koster Soal Dukungan, Bupati Made Gianyar Tertawa

Saat ini, lanjut Ganda, sudah ada sekitar 188 lampu hias yang dicabut dan disimpan di DLH. Sedangkan 128 masih terpasang, yakni jalur wilayah di Desa Bunutin, Kecamatan Bangli. Pihaknya belum mencabut itu, karena Desa Bunutin, Kecamatan Bangli akan mengajukan permohonan hibah lampu itu. “Siapa tahu nanti proses hibah jadi, tinggal langsung dipakai,” ujarnya.

Pejabat asal Lingkungan Tegal, Kelurahan Bebalang ini menegaskan, lampu taman itu memang memungkinkan dihibahkan ke desa-desa. Desa yang berminat dipersilakan mengajukan permohonan. Sehingga bisa diproses. “Kalau tidak (tidak ada mengajukan permohonan hibah), ya tetap terhitung aset dulu. Penghapusan nantinya,” ungkap Ganda.

Lampu hias itu dipasang beberapa tahun lalu di pinggir jalur utama Kota Bangli. Namun karena sekarang sudah terpasang lampu penerangan jalan, maka lampu hias itu pun dicabut. (wan)

Baca Juga :  Antisipasi Kelangkaan Migor, Polsek Sukawati Sidak Toko hingga Supermarket

Most Read

Artikel Terbaru

/