28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Dosen Undhira Bali Gelar Pelatihan Wellness Tourism untuk Warga Munggu

BADUNG, BALI EXPRESS – Desa Munggu memiliki pesona pantai tanah hitamnya yang terkenal. Ada hal unik yang hanya ada di Pantai Munggu ini, yaitu daya tarik wisata kesehatan dengan terapi pasir. Terapi pasir yaitu menanam diri di pasir pantai yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Sebagai salah satu upaya dalam pemeliharaan kesehatan akibat dampak Covid-19, minat wisatawan domestik (wisdom) maupun mancanegara untuk mencoba terapi alternatif seperti terapi pasir ini pun meningkat.

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), I Putu Suada, masyarakat sangat antusias dengan adanya terapi pasir ini. Kabar baiknya, kata dia, perekonomian di sekitar pantai perlahan meningkat seiring dengan naiknya jumlah pengunjung ke Pantai Munggu, sebagai salah satu wisata kesehatan di Desa Wisata Munggu.

Namun, ia menilai, hal itu memunculkan permasalahan di sumber daya manusia yang belum memiliki skill yang mendukung untuk mengoptimalkan pelayanan lanjutan terapi pasir. Padahal, menurutnya, potensi Pantai Munggu ini sebagai pusat wellness tourism ini cukup tinggi.

Permasalahan yang dialami oleh anggota Pokdarwis ini mendapat solusi dari dosen Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali yang diketuai oleh Luh Putu Ayu Vitalistyawati, SST.Ft., M.Fis beserta anggotanya I Putu Darmawijaya, S.Si., M.Si dan I Gede Neil Prajamukti Wardhana SS., M.Hum selaku Tim pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Wellness Tourism di Desa Wisata Munggu yang mendapatkan hibah dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia.

Baca Juga :  Coba Peruntungan di Denpasar, 10 Duktang Tanpa Identitas Dipulangkan

Kegiatan ini berupa Pelatihan Keterampilan Massage dan Bahasa Inggris, serta pembuatan minuman herbal yang dilakukan sebagai upaya pembentukan wellness tourism (pariwisata kebugaran/kesehatan) yang dilakukan selama 6 bulan dari Juni hingga Desember 2022.

Menurut Vitalistyawati, terapi pasir dapat memberikan efek yang optimal jika dibarengi dengan pemberian wellness massage dan mengonsumsi minuman herbal untuk kesehatan. Mengingat dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ini, juga memerlukan kemampuan berbahasa Inggris dalam pemberian atau menawarkan pelayanan di Pantai Munggu ini.

“Efek hangat setelah menanam diri pada terapi pasir ini perlu diberikan tambahan wellness massage sebagai upaya relaksasi yang lebih lanjut. Jadi, kombinasi yang sangat baik sekali untuk merileksasi otot-otot tubuh yang tegang, dan bisa sebagai upaya menyembuhkan beberapa keluhan musculoskeletal seperti sakit punggung, nyeri pada leher atau bahu,” terang Vitalistyawati yang juga sebagai praktisi fisioterapis, pada acara pembukaan sosialisasi, Rabu (27/7) di Wantilan Desa Munggu, Badung.

Vitalistyawati juga menambahkan, upaya pemeliharaan kesehatan tidak hanya melalui terapi, tetapi juga dari dalam tubuh. Sehingga, kata dia, mengonsumsi minuman herbal juga dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa Covid-19 ini.

Oleh karena itu, ia menuturkan, pelatihan ini juga diajarkan untuk membuat teh herbal yang memiliki daya jual yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Guna mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat dan cara membuat minuman herbal ini, maka I Putu Darmawijaya, S.Si., M.Si selaku anggota tim memberikan pengetahuan mengenai pentingnya minuman herbal ini.

Baca Juga :  PPKM Level 2, Koster Beberkan Kepercayaan Dari Pusat Untuk Bali

Sosialisasi yang digelar pada 27-28 Juli ini, dihadiri oleh masyarakat Desa Munggu, yaitu Perwakilan Kepala Desa, Ketua Pokdarwis, anggota EKRAF Ketua LPPM beserta tim dan mahasiswa.

“Masyarakat Desa Munggu, terutama yang tergabung dalam EKRAF dan Pokdarwis sangat antusias dengan adanya pelatihan ini. Jadi mereka bisa meningkatkan skill terapi, bisa menambah produk herbal yang bisa dijual (minuman herbal) dan juga bisa belajar Bahasa Inggris agar mudah berkomunikasi dan menawarkan jasa ke wisatawan asing,” ungkap Ketua Pokdarwis Desa Munggu, I Putu Suada.

Senada, Perwakilan dari Kepala Desa Munggu, Alit, mengatakan, program pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Munggu. Pihaknya pun mengapresiasi adanya program ini. “Dari pihak desa juga berencana untuk meneruskan program ini secara berkala untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam wellness tourism ini, tentunya dengan berkolaborasi dengan Undhira untuk kedepannya,” katanya.

Peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan sangat antusias. Hal ini karena bisa mendapatkan informasi lengkap tentang terapi pasir yang dikombinasikan dengan wellness massage, cara membuat minuman herbal yang mudah, dan bisa belajar berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Diharapkan kedepannya, tindak lanjut PKM ini akan berdampak positif serta menjadi contoh bagi masyarakat Desa Munggu.






Reporter: Rika Riyanti

BADUNG, BALI EXPRESS – Desa Munggu memiliki pesona pantai tanah hitamnya yang terkenal. Ada hal unik yang hanya ada di Pantai Munggu ini, yaitu daya tarik wisata kesehatan dengan terapi pasir. Terapi pasir yaitu menanam diri di pasir pantai yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Sebagai salah satu upaya dalam pemeliharaan kesehatan akibat dampak Covid-19, minat wisatawan domestik (wisdom) maupun mancanegara untuk mencoba terapi alternatif seperti terapi pasir ini pun meningkat.

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), I Putu Suada, masyarakat sangat antusias dengan adanya terapi pasir ini. Kabar baiknya, kata dia, perekonomian di sekitar pantai perlahan meningkat seiring dengan naiknya jumlah pengunjung ke Pantai Munggu, sebagai salah satu wisata kesehatan di Desa Wisata Munggu.

Namun, ia menilai, hal itu memunculkan permasalahan di sumber daya manusia yang belum memiliki skill yang mendukung untuk mengoptimalkan pelayanan lanjutan terapi pasir. Padahal, menurutnya, potensi Pantai Munggu ini sebagai pusat wellness tourism ini cukup tinggi.

Permasalahan yang dialami oleh anggota Pokdarwis ini mendapat solusi dari dosen Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali yang diketuai oleh Luh Putu Ayu Vitalistyawati, SST.Ft., M.Fis beserta anggotanya I Putu Darmawijaya, S.Si., M.Si dan I Gede Neil Prajamukti Wardhana SS., M.Hum selaku Tim pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Wellness Tourism di Desa Wisata Munggu yang mendapatkan hibah dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia.

Baca Juga :  Aniaya Satpam Rumah Jabatan Bupati Badung, Topan Dirantai

Kegiatan ini berupa Pelatihan Keterampilan Massage dan Bahasa Inggris, serta pembuatan minuman herbal yang dilakukan sebagai upaya pembentukan wellness tourism (pariwisata kebugaran/kesehatan) yang dilakukan selama 6 bulan dari Juni hingga Desember 2022.

Menurut Vitalistyawati, terapi pasir dapat memberikan efek yang optimal jika dibarengi dengan pemberian wellness massage dan mengonsumsi minuman herbal untuk kesehatan. Mengingat dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ini, juga memerlukan kemampuan berbahasa Inggris dalam pemberian atau menawarkan pelayanan di Pantai Munggu ini.

“Efek hangat setelah menanam diri pada terapi pasir ini perlu diberikan tambahan wellness massage sebagai upaya relaksasi yang lebih lanjut. Jadi, kombinasi yang sangat baik sekali untuk merileksasi otot-otot tubuh yang tegang, dan bisa sebagai upaya menyembuhkan beberapa keluhan musculoskeletal seperti sakit punggung, nyeri pada leher atau bahu,” terang Vitalistyawati yang juga sebagai praktisi fisioterapis, pada acara pembukaan sosialisasi, Rabu (27/7) di Wantilan Desa Munggu, Badung.

Vitalistyawati juga menambahkan, upaya pemeliharaan kesehatan tidak hanya melalui terapi, tetapi juga dari dalam tubuh. Sehingga, kata dia, mengonsumsi minuman herbal juga dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa Covid-19 ini.

Oleh karena itu, ia menuturkan, pelatihan ini juga diajarkan untuk membuat teh herbal yang memiliki daya jual yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Guna mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat dan cara membuat minuman herbal ini, maka I Putu Darmawijaya, S.Si., M.Si selaku anggota tim memberikan pengetahuan mengenai pentingnya minuman herbal ini.

Baca Juga :  Tak Sadar Ditusuk, Bos Toko Plastik dan Preman Ribut di Pospol

Sosialisasi yang digelar pada 27-28 Juli ini, dihadiri oleh masyarakat Desa Munggu, yaitu Perwakilan Kepala Desa, Ketua Pokdarwis, anggota EKRAF Ketua LPPM beserta tim dan mahasiswa.

“Masyarakat Desa Munggu, terutama yang tergabung dalam EKRAF dan Pokdarwis sangat antusias dengan adanya pelatihan ini. Jadi mereka bisa meningkatkan skill terapi, bisa menambah produk herbal yang bisa dijual (minuman herbal) dan juga bisa belajar Bahasa Inggris agar mudah berkomunikasi dan menawarkan jasa ke wisatawan asing,” ungkap Ketua Pokdarwis Desa Munggu, I Putu Suada.

Senada, Perwakilan dari Kepala Desa Munggu, Alit, mengatakan, program pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Munggu. Pihaknya pun mengapresiasi adanya program ini. “Dari pihak desa juga berencana untuk meneruskan program ini secara berkala untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam wellness tourism ini, tentunya dengan berkolaborasi dengan Undhira untuk kedepannya,” katanya.

Peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan sangat antusias. Hal ini karena bisa mendapatkan informasi lengkap tentang terapi pasir yang dikombinasikan dengan wellness massage, cara membuat minuman herbal yang mudah, dan bisa belajar berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Diharapkan kedepannya, tindak lanjut PKM ini akan berdampak positif serta menjadi contoh bagi masyarakat Desa Munggu.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/