alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Bagikan Masker, Deputi BIN Cek Penerapan Prokes di Bali

GIANYAR, BALI EXPRESS-Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Dr Wawan Hari Purwanto, kunjungi destinasi wisata Ubud, Gianyar,Sabtu (12/9), sekaligus membagikan masker kepada warga di kawasan Monkey Forest dan Catus Pata Ubud, Gianyar.

Usai aksi kemarin, Wawan bahkan menyempatkan diri menonton pertandingan sepakbola antarkampung (Tarkam) saat Celepuk FC melawan Dempi FC di lapangan Padang Tegal, Ubud.

Kegiatan pembagian masker dan kunjungan Deputi VII BIN ini, untuk mengingatkan warga agar tetap menaati protokol kesehatan (prokes) Covid-19, sekaligus  mengecek penerapan protokol kesehatan di Bali.

Kegiatan Pembagian masker merupakan kerjasama antara BIN, Komunitas Jurnalis Gianyar (KJG) dan Forum Komunikasi Antar Media Bali Bangkit.

Dr Wawan Hari Purwanto menjelaskan, dipilihnya Ubud sebagai tempat pembagian masker karea Ubud salah satu ikon pariwisata Bali. Total sebanyak 1000 masker dan 200 handsanitizer dibagikan langsung kepada warga setempat. “Kami di sini terjun langsung, agar Bali tidak mati suri, tetapi bangkit dan berkembang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wawan menyampaikan agar masyarakat tetap berpegang teguh dengan protokol kesehatan Covid-19. Pihaknya juga mendorong agar seluruh lapisan masyarakat tetap disiplin, ikuti aturan, sehingga zona merah status Bali nantinya menjadi zona kuning dan hijau.

“Terlebih di Bali akan adanya Pilkada, yang diantaranya yang menyelenggarakan ada zona merah. Kami maju bersama emelen masyarakat, tokoh agama, Babinsa, Babinkamtibmas secara intens mengingatakan masyarakat,” tandasnya.

Ketua Pengendalian Covid-19 Desa Padang Tegal, Ubud,  mengucapkan terimakasih atas aksi yang diadakan di Ubud.

“Kami di desa juga sangat intens sekali dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada BIN, karena turut membagikan masker dan hand sanitizer langsung ke sini,” tandasnya.

Kegiatan pembagian masker dan hand sanitizer pada hari yang sama juga dilakukan di Buleleng dan Tanah Lot, Tabanan. Pembagian masker di Buleleng dipimpin langsung Presiden Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB), Ketut Wiratmaja. Puluhan wartawan dari berbagai media mengawali pembagian masker dan hand sanitizer di obyek wisata Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga. 

Setelah itu, tim bergerak membagikan ke sejumlah destinasi wisata, seperti Pantai Lovina, Desa Pemuteran, Desa Pedawa, dan Air Panas Banjar.

Acara bagi-bagi masker dan hand sanitizer juga diikuti Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.Og, Kadis Pariwisata Buleleng, Made Sudama Diana, dan Kepala Dinas Kebudayaan Gede Dody Sukma Oktiva Askara.

Wiratmaja yang merupakan wartawan senior Radio Guntur FM, menyebut, pihaknya berterima kasih atas bantuan masker yang didistribusikan oleh Forum Komunikasi Antar Media Bali Bangkit di Buleleng. Pemilihan lokasi pembagian masker dan hand sanitizer yang menyasar Pantai Penimbangan bukan tanpa alasan. 

“Kawasan Pantai Penimbangan ini selalu ramai dikunjungi masyarakat dari pagi hingga malam. Tentu harus disosialisasikan agar masyarakat wajib menggunakan masker demi mencegah penyebaran Covid-19.

Pihaknya pun secara tegas meminta agar pihak terkait yang memiliki kewenangan untuk mengeksekusi Pergub 46 Tahun 2020 dan Perbup 41 Tahun 2020, agar senantiasa menindaktegas para pelanggar.

“Jangan ada toleransi karena ratusan ribu, bahkan jutaan masker sebelumnya sudah dibagikan kepada masyarakat. Saya melihat ini murni karena masyarakat yang masih bandel. Kami juga sangat khawatir dengan klaster Hari Raya Galungan dan Kuningan. Untuk itu, mari taati protokol kesehatan,” tegasnya.

Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, mengapresiasi gerakan bagi-bagi masker dari Forum Komunikasi Antar Media Bali Bangkit. Terlebih, status Buleleng sebagai zona merah penyebaran Covid-19 yang mengalami lonjakan tinggi l, perlu mendapat perhatian dari semua elemen masyarakat.

“Peran media sangat dibutuhkan untuk mengedukasi masyarakat. Apalagi langsung turun membagikan masker dan hand sanitizer, ini langkah kongkrit untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19 di Buleleng,” jelas Supriatna.

Hal senada juga dijelaskan Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra. Ia menyambut baik gerakan bagi masker dan hand sanitizer di kawasan destinasi wisata untuk mendukung Pergub 46 Tahun 2020 dan Perbup 41 Tahun 2020. Pasalnya, masih banyak ditemukan rendahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Kegiatan ini sangat positif. semoga berkelanjutan.Karena di Buleleng maupun Bali, kasus baru penyebaran Covid-19 di Buleleng masih sangat tinggi. Sesuai instruksi Gubernur, jika Pergub dan Perbub harus konsisten dilakukan. Masyarakat harus sadar dan memakai masker adalah sebuah kewajiban di tatanan Bali Era Baru,” pungkasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS-Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Dr Wawan Hari Purwanto, kunjungi destinasi wisata Ubud, Gianyar,Sabtu (12/9), sekaligus membagikan masker kepada warga di kawasan Monkey Forest dan Catus Pata Ubud, Gianyar.

Usai aksi kemarin, Wawan bahkan menyempatkan diri menonton pertandingan sepakbola antarkampung (Tarkam) saat Celepuk FC melawan Dempi FC di lapangan Padang Tegal, Ubud.

Kegiatan pembagian masker dan kunjungan Deputi VII BIN ini, untuk mengingatkan warga agar tetap menaati protokol kesehatan (prokes) Covid-19, sekaligus  mengecek penerapan protokol kesehatan di Bali.

Kegiatan Pembagian masker merupakan kerjasama antara BIN, Komunitas Jurnalis Gianyar (KJG) dan Forum Komunikasi Antar Media Bali Bangkit.

Dr Wawan Hari Purwanto menjelaskan, dipilihnya Ubud sebagai tempat pembagian masker karea Ubud salah satu ikon pariwisata Bali. Total sebanyak 1000 masker dan 200 handsanitizer dibagikan langsung kepada warga setempat. “Kami di sini terjun langsung, agar Bali tidak mati suri, tetapi bangkit dan berkembang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wawan menyampaikan agar masyarakat tetap berpegang teguh dengan protokol kesehatan Covid-19. Pihaknya juga mendorong agar seluruh lapisan masyarakat tetap disiplin, ikuti aturan, sehingga zona merah status Bali nantinya menjadi zona kuning dan hijau.

“Terlebih di Bali akan adanya Pilkada, yang diantaranya yang menyelenggarakan ada zona merah. Kami maju bersama emelen masyarakat, tokoh agama, Babinsa, Babinkamtibmas secara intens mengingatakan masyarakat,” tandasnya.

Ketua Pengendalian Covid-19 Desa Padang Tegal, Ubud,  mengucapkan terimakasih atas aksi yang diadakan di Ubud.

“Kami di desa juga sangat intens sekali dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada BIN, karena turut membagikan masker dan hand sanitizer langsung ke sini,” tandasnya.

Kegiatan pembagian masker dan hand sanitizer pada hari yang sama juga dilakukan di Buleleng dan Tanah Lot, Tabanan. Pembagian masker di Buleleng dipimpin langsung Presiden Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB), Ketut Wiratmaja. Puluhan wartawan dari berbagai media mengawali pembagian masker dan hand sanitizer di obyek wisata Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga. 

Setelah itu, tim bergerak membagikan ke sejumlah destinasi wisata, seperti Pantai Lovina, Desa Pemuteran, Desa Pedawa, dan Air Panas Banjar.

Acara bagi-bagi masker dan hand sanitizer juga diikuti Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.Og, Kadis Pariwisata Buleleng, Made Sudama Diana, dan Kepala Dinas Kebudayaan Gede Dody Sukma Oktiva Askara.

Wiratmaja yang merupakan wartawan senior Radio Guntur FM, menyebut, pihaknya berterima kasih atas bantuan masker yang didistribusikan oleh Forum Komunikasi Antar Media Bali Bangkit di Buleleng. Pemilihan lokasi pembagian masker dan hand sanitizer yang menyasar Pantai Penimbangan bukan tanpa alasan. 

“Kawasan Pantai Penimbangan ini selalu ramai dikunjungi masyarakat dari pagi hingga malam. Tentu harus disosialisasikan agar masyarakat wajib menggunakan masker demi mencegah penyebaran Covid-19.

Pihaknya pun secara tegas meminta agar pihak terkait yang memiliki kewenangan untuk mengeksekusi Pergub 46 Tahun 2020 dan Perbup 41 Tahun 2020, agar senantiasa menindaktegas para pelanggar.

“Jangan ada toleransi karena ratusan ribu, bahkan jutaan masker sebelumnya sudah dibagikan kepada masyarakat. Saya melihat ini murni karena masyarakat yang masih bandel. Kami juga sangat khawatir dengan klaster Hari Raya Galungan dan Kuningan. Untuk itu, mari taati protokol kesehatan,” tegasnya.

Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, mengapresiasi gerakan bagi-bagi masker dari Forum Komunikasi Antar Media Bali Bangkit. Terlebih, status Buleleng sebagai zona merah penyebaran Covid-19 yang mengalami lonjakan tinggi l, perlu mendapat perhatian dari semua elemen masyarakat.

“Peran media sangat dibutuhkan untuk mengedukasi masyarakat. Apalagi langsung turun membagikan masker dan hand sanitizer, ini langkah kongkrit untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19 di Buleleng,” jelas Supriatna.

Hal senada juga dijelaskan Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra. Ia menyambut baik gerakan bagi masker dan hand sanitizer di kawasan destinasi wisata untuk mendukung Pergub 46 Tahun 2020 dan Perbup 41 Tahun 2020. Pasalnya, masih banyak ditemukan rendahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Kegiatan ini sangat positif. semoga berkelanjutan.Karena di Buleleng maupun Bali, kasus baru penyebaran Covid-19 di Buleleng masih sangat tinggi. Sesuai instruksi Gubernur, jika Pergub dan Perbub harus konsisten dilakukan. Masyarakat harus sadar dan memakai masker adalah sebuah kewajiban di tatanan Bali Era Baru,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/