alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Kapolda Bali Minta Metode Penyelesaian Kasus Adat Jadi Role Model

GIANYAR, BALI EXPRESS – Dalam rangka penguatan kependudukan, tugas, dan fungsi desa adat, Polda Bali membentuk Forum Sipandu Beradat dan Bankamda. Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra sendiri melakukan pengecekan kesiapan pembentukan Forum Sipandu Beradat dan Bankamda di Lapangan di Polres Gianyar. Selasa (12/11).

 

Pada kesempatan itu, Kapolda Bali menyampaikan bahwa pembentukan Sipandu Beradat merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah Provinsi Bali dalam penguatan kedudukan, tugas dan fungsi desa adat di Bali, dalam upaya untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Sedangkan keunikan di Bali adalah adanya permasalahan adat yang sering terjadi diantaranya adalah pelecehan budaya lokal, masalah tapal batas, perebutan lahan pura, permasalahan penduduk pendatang, dan permasalahan sensitif lainnya. “Dan ini perlu diantisipasi,” tegasnya.

 

Ditambahkannya jika pihaknya mengapresiasi seluruh jajaran Polres Gianyar yang telah menyelesaikan salah satu permasalahan adat yang cukup panjang. “Saya berharap metode penyelesaian masalah adat yang telah diterapkan dijadikan sebagai Role Model untuk penyelesaian kasus adat yang lainnya,” imbuhnya.

 

Selain itu, Kapolda Bali juga menerangkan jika sebentar lagi Bali akan dilakukan uji coba pembukaan kembali kedatangan wisatawan internasional dan Gianyar merupakan salah satu daerah tujuan utama destinasi wisata di Bali. Sehingga pihaknya berharap Sispandu Beradat ini dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung agenda tersebut. Terlebih masyarakat Gianyar ingin pariwisata Bali kembali pulih ditengah situasi pandemi Covid-19 yang menyebabkan kondisi pariwisata terpuruk. “Saya harap tidak ditambah lagi dengan masalah yang terkait dengan adanya kelompok ormas yang mempertontonkan tindakan-tidakan kekerasan maupun bibit premanisme yang akan mencoreng nilai keajegan Budaya Bali,” sambung mantan Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri tersebut.

 

Pihaknya juga menyampaikan potensi kearifan lokal yang ada di Bali merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan, potensi ini telah diakomodir dengan ditetapkannya Pergub Bali no 26 tahun 2020 tentang sistem pengamanan lingkungan terpadu berbasis desa adat atau disingkat sispandu beradat, Pergub ini sangat sejalan dengan Perkap Kapolri no 4 tahun 2020 tentang pengamanan swakarsa. Ia pun berpesan kepada prajuru adat serta majelisadat agar tetap menjaga keamanan melalui koordinasi dengan pihak keamanan, TNI-Polri. “Kita yakin pemerintah khususnya Kabupaten Gianyar di bawah pimpinan Bupati Gianyar dan jajaran akan mendukung penuh dibentuknya Sipandu Beradat ini,” tandasnya. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Dalam rangka penguatan kependudukan, tugas, dan fungsi desa adat, Polda Bali membentuk Forum Sipandu Beradat dan Bankamda. Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra sendiri melakukan pengecekan kesiapan pembentukan Forum Sipandu Beradat dan Bankamda di Lapangan di Polres Gianyar. Selasa (12/11).

 

Pada kesempatan itu, Kapolda Bali menyampaikan bahwa pembentukan Sipandu Beradat merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah Provinsi Bali dalam penguatan kedudukan, tugas dan fungsi desa adat di Bali, dalam upaya untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Sedangkan keunikan di Bali adalah adanya permasalahan adat yang sering terjadi diantaranya adalah pelecehan budaya lokal, masalah tapal batas, perebutan lahan pura, permasalahan penduduk pendatang, dan permasalahan sensitif lainnya. “Dan ini perlu diantisipasi,” tegasnya.

 

Ditambahkannya jika pihaknya mengapresiasi seluruh jajaran Polres Gianyar yang telah menyelesaikan salah satu permasalahan adat yang cukup panjang. “Saya berharap metode penyelesaian masalah adat yang telah diterapkan dijadikan sebagai Role Model untuk penyelesaian kasus adat yang lainnya,” imbuhnya.

 

Selain itu, Kapolda Bali juga menerangkan jika sebentar lagi Bali akan dilakukan uji coba pembukaan kembali kedatangan wisatawan internasional dan Gianyar merupakan salah satu daerah tujuan utama destinasi wisata di Bali. Sehingga pihaknya berharap Sispandu Beradat ini dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung agenda tersebut. Terlebih masyarakat Gianyar ingin pariwisata Bali kembali pulih ditengah situasi pandemi Covid-19 yang menyebabkan kondisi pariwisata terpuruk. “Saya harap tidak ditambah lagi dengan masalah yang terkait dengan adanya kelompok ormas yang mempertontonkan tindakan-tidakan kekerasan maupun bibit premanisme yang akan mencoreng nilai keajegan Budaya Bali,” sambung mantan Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri tersebut.

 

Pihaknya juga menyampaikan potensi kearifan lokal yang ada di Bali merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan, potensi ini telah diakomodir dengan ditetapkannya Pergub Bali no 26 tahun 2020 tentang sistem pengamanan lingkungan terpadu berbasis desa adat atau disingkat sispandu beradat, Pergub ini sangat sejalan dengan Perkap Kapolri no 4 tahun 2020 tentang pengamanan swakarsa. Ia pun berpesan kepada prajuru adat serta majelisadat agar tetap menjaga keamanan melalui koordinasi dengan pihak keamanan, TNI-Polri. “Kita yakin pemerintah khususnya Kabupaten Gianyar di bawah pimpinan Bupati Gianyar dan jajaran akan mendukung penuh dibentuknya Sipandu Beradat ini,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/