alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Jaga Jarak Kendor, Tujuh Pasien Covid-19 Ikut Nyoblos

DENPASAR, BALI EXPRESS – Penerapan protokol kesehatan (prokes) turut menjadi elemen yang mendapatkan perhatian lebih dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Tidak terkecuali di Bali dengan lokasi pelaksanaan pilkada tersebar di enam kabupaten/kota, yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, dan Karangasem.

Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali membuat pengamatan perihal kepatuhan penerapan prokes selama berlangsungnya pemungutan suara, Rabu (9/12). Baik oleh masyarakat selaku pemilih maupun petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Khususnya dalam penerapan 3M seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Hasil pengamatan yang dilakukan di enam kabupaten/kota kepada 1.074 orang itu menunjukkan tingkat kepatuhan untuk menjaga jarak fisik yang aman masih kendor. Dari survei itu, tercatat ada 15 responden yang kedapatan tidak mematuhi ketentuan menjaga jarak fisik yang aman dari risiko penyebaran Covid-19.

 

“Dari 1.074 responden yang patuh menjaga jarak sebanyak 1.059 orang. Ini setara sekitar 98,6 persen. Sementara yang tidak patuh menjaga jarak sebanyak 15 orang atau sekitar 1,4 persen,” jelas Kepala Pelaksana atau Kalaksa BPBD Bali, Made Rentin, Kamis (10/12).

Protokol yang masih kendor penerapannya adalah kepatuhan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. Dia menyebutkan, dari 1.074 orang yang diamati, sebanyak 1.066 orang di antaranya sudah patuh. Jumlah itu setara dengan 99,3 persen.

 “Yang tidak patuh sebanyak delapan orang atau sekitar 0,7 persen. Yang seratus persen patuh itu ada pada penggunaan masker,” sebutnya.

Sementara untuk pengamatan pada petugas, sebagian besar dari 1.074 orang yang diamati, sudah mematuhi prokes. Jumlah orang yang menyebutkan kepatuhan petugas itu sebanyak 1.065 orang atau sekitar 99,2 persen.

 “Sebanyak sembilan orang atau 0,8 persen menilai petugas belum memathui protokol kesehatan,” tukasnya.

Dia menjelaskan, hasil pengamatan ini dilakukan dengan jumlah orang yang diamati bevariasi di antara enam kabupaten/kota tempat berlangsungnya pilkada. Jumlah dengan obyek pengamatan terbanyak ada di Denpasar sebanyak 390 orang atau 36,3 persen.

Disusul dengan Kabupaten Karangasem sebanyak 230 orang atau sekitar 21,4 persen. Lantas Badung sebanyak 219 orang atau 20,4 persen. Tabanan sebanyak 113 orang atau 10,5 persen. Bangli sebanyak 62 orang atau 5,8 persen. Dan Jembrana sebanyak 60 orang atau sekitar 5,6 persen.

 “Namun secara umum, tingkat kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan sangat tinggi,” ujar Rentin menyimpulkan.

Ada hal menarik yang patut dicatat yakni di beberapa daerah, hak pilih bagi pasien yang positif terpapar Covid-19 tetap terlayani. Ini tercatat di Karangasem dengan jumlah pasien yang menggunakan hak pilihnya sebanyak empat orang. Kemudian di Denpasar sebanyak tiga orang.

Layanan bagi pasien Covid-19 itu berlangsung di RSUD Karangasem dan RSUD Wangaya. Di daerah lain tidak melayani pemilih terpapar Covid-19 seperti di Jembrana dan Jembrana. Begitu juga di Bangli dengan alasan lokasi karantina berada di luar daerah. Sementara di Badung tidak ada yang melaporkan meminta pelayanan untuk status pemilih yang terpapar Covid-19.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Penerapan protokol kesehatan (prokes) turut menjadi elemen yang mendapatkan perhatian lebih dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Tidak terkecuali di Bali dengan lokasi pelaksanaan pilkada tersebar di enam kabupaten/kota, yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, dan Karangasem.

Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali membuat pengamatan perihal kepatuhan penerapan prokes selama berlangsungnya pemungutan suara, Rabu (9/12). Baik oleh masyarakat selaku pemilih maupun petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Khususnya dalam penerapan 3M seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Hasil pengamatan yang dilakukan di enam kabupaten/kota kepada 1.074 orang itu menunjukkan tingkat kepatuhan untuk menjaga jarak fisik yang aman masih kendor. Dari survei itu, tercatat ada 15 responden yang kedapatan tidak mematuhi ketentuan menjaga jarak fisik yang aman dari risiko penyebaran Covid-19.

 

“Dari 1.074 responden yang patuh menjaga jarak sebanyak 1.059 orang. Ini setara sekitar 98,6 persen. Sementara yang tidak patuh menjaga jarak sebanyak 15 orang atau sekitar 1,4 persen,” jelas Kepala Pelaksana atau Kalaksa BPBD Bali, Made Rentin, Kamis (10/12).

Protokol yang masih kendor penerapannya adalah kepatuhan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. Dia menyebutkan, dari 1.074 orang yang diamati, sebanyak 1.066 orang di antaranya sudah patuh. Jumlah itu setara dengan 99,3 persen.

 “Yang tidak patuh sebanyak delapan orang atau sekitar 0,7 persen. Yang seratus persen patuh itu ada pada penggunaan masker,” sebutnya.

Sementara untuk pengamatan pada petugas, sebagian besar dari 1.074 orang yang diamati, sudah mematuhi prokes. Jumlah orang yang menyebutkan kepatuhan petugas itu sebanyak 1.065 orang atau sekitar 99,2 persen.

 “Sebanyak sembilan orang atau 0,8 persen menilai petugas belum memathui protokol kesehatan,” tukasnya.

Dia menjelaskan, hasil pengamatan ini dilakukan dengan jumlah orang yang diamati bevariasi di antara enam kabupaten/kota tempat berlangsungnya pilkada. Jumlah dengan obyek pengamatan terbanyak ada di Denpasar sebanyak 390 orang atau 36,3 persen.

Disusul dengan Kabupaten Karangasem sebanyak 230 orang atau sekitar 21,4 persen. Lantas Badung sebanyak 219 orang atau 20,4 persen. Tabanan sebanyak 113 orang atau 10,5 persen. Bangli sebanyak 62 orang atau 5,8 persen. Dan Jembrana sebanyak 60 orang atau sekitar 5,6 persen.

 “Namun secara umum, tingkat kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan sangat tinggi,” ujar Rentin menyimpulkan.

Ada hal menarik yang patut dicatat yakni di beberapa daerah, hak pilih bagi pasien yang positif terpapar Covid-19 tetap terlayani. Ini tercatat di Karangasem dengan jumlah pasien yang menggunakan hak pilihnya sebanyak empat orang. Kemudian di Denpasar sebanyak tiga orang.

Layanan bagi pasien Covid-19 itu berlangsung di RSUD Karangasem dan RSUD Wangaya. Di daerah lain tidak melayani pemilih terpapar Covid-19 seperti di Jembrana dan Jembrana. Begitu juga di Bangli dengan alasan lokasi karantina berada di luar daerah. Sementara di Badung tidak ada yang melaporkan meminta pelayanan untuk status pemilih yang terpapar Covid-19.


Most Read

Artikel Terbaru

/