alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Darah Mengalir dari Kamar, Buruh Ditemukan Tewas Membusuk

DENPASAR, BALI EXPRESS – Warga di sekitar Jalan Gunung Agung, Gang Yamuna 3 Nomor 2, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, dibuat geger oleh aliran darah yang keluar dari salah satu kamar kos-kosan. Ternyata darah itu milik penghuni kos bernama Muzaini, 49, yang ditemukan dalam keadaan tewas.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi menerangkan peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saksi Su Udi, 50, sekaligus tetangga kos korban pada Sabtu (11/12). “Saksi kala itu baru bangun tidur sekitar pukul 16.00, kemudian melihat darah yang mengalir dari kamar korban,” bebernya saat dikonfirmasi pada Minggu (12/12).

Su Udi yang merasa aneh dan curiga dengan aliran darah tersebut langsung menelepon pemilik kos Ketut Suparta, 57. Selanjutnya sekitar pukul 18.00, mereka berdua coba membuka pintu kamar itu. Alangkah terkejutnya ketika didapati pria paro baya itu sudah meninggal dunia dalam posisi telentang dengan darah mengalir disertai bau  tak sedap yang menyengat.

“Korban ditemukan dalam kondisi kepala menengadah arah barat, kaki mengarah timur kaki kiri menekuk kebelakang, badan tengadah arah ke barat, menggunakan celana dalam warna hitam dan mengeluarkan kotoran,” tambah Perwira Balok Dua di pundak ini. Berikutnya saksi mengambil handphone Muzaini untuk menghubungi keluarganya dan informasi diteruskan ke Polsek Denpasar Utara. 

Warga sekitar pun langsung heboh setelah diberitahu olehnya. Pukul 18.15, Polsek Denut tiba di lokasi untuk melaksanakan TPTKP (Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara). Dari tindakan ini diperoleh keterangan Rudi Sugiarto, 37, selaku teman korban yang mengaku sempat bertemu pada Kamis (9/12).

Waktu itu dia datang ke kos tersebut bersama sang istri dan anak untuk mengambil gaji, lantaran Muzaini yang berprofesi sebagai buruh harian lepas adalah atasannya di tempat kerja. Selama pertemuan tidak terlihat ada tanda-tanda penurunan kesehatan dari almarhum. “Karena saksi melihat korban berinteraksi sangat biasa seperti membelikan anaknya snack atau mengantar saat pulang, jadi tidak terlihat ada penurunan kesehatan,” tandasnya.

Sedangkan dari hasil identifikasi dan visum luar dari petugas Inafis Tim Iden Polresta Denpasar, belum bisa dipastikan terkait ada atau tidaknya tanda kekerasan pada tubuh Muzaini. Namun penyebab kematiannya sementara tetap diduga murni akibat gangguan kesehatan atau penurunan kondisi. Akan tetapi untuk kepastiannya perlu dilakukan visum dalam dan otopsi jenasah.

Adapun benda-benda yang ditemukan di TKP yakni sebuah dompet warna hitam, obeng dan alat kerja, helm merk KYT warna hitam, sebuah tas selempang pinggang warna hitam, kotak dus helm berisikan pakaian, kotak plastik bungkus tissue, serta sebuah Handphone. “Kini jenazah korban sudah dibawa ke RSUP Sanglah dan pihak keluarga atau sodara korban sudah diarahkan untuk membuat laporan ke SPKT Polsek Denpasar Utara,” tutupnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Warga di sekitar Jalan Gunung Agung, Gang Yamuna 3 Nomor 2, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, dibuat geger oleh aliran darah yang keluar dari salah satu kamar kos-kosan. Ternyata darah itu milik penghuni kos bernama Muzaini, 49, yang ditemukan dalam keadaan tewas.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi menerangkan peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saksi Su Udi, 50, sekaligus tetangga kos korban pada Sabtu (11/12). “Saksi kala itu baru bangun tidur sekitar pukul 16.00, kemudian melihat darah yang mengalir dari kamar korban,” bebernya saat dikonfirmasi pada Minggu (12/12).

Su Udi yang merasa aneh dan curiga dengan aliran darah tersebut langsung menelepon pemilik kos Ketut Suparta, 57. Selanjutnya sekitar pukul 18.00, mereka berdua coba membuka pintu kamar itu. Alangkah terkejutnya ketika didapati pria paro baya itu sudah meninggal dunia dalam posisi telentang dengan darah mengalir disertai bau  tak sedap yang menyengat.

“Korban ditemukan dalam kondisi kepala menengadah arah barat, kaki mengarah timur kaki kiri menekuk kebelakang, badan tengadah arah ke barat, menggunakan celana dalam warna hitam dan mengeluarkan kotoran,” tambah Perwira Balok Dua di pundak ini. Berikutnya saksi mengambil handphone Muzaini untuk menghubungi keluarganya dan informasi diteruskan ke Polsek Denpasar Utara. 

Warga sekitar pun langsung heboh setelah diberitahu olehnya. Pukul 18.15, Polsek Denut tiba di lokasi untuk melaksanakan TPTKP (Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara). Dari tindakan ini diperoleh keterangan Rudi Sugiarto, 37, selaku teman korban yang mengaku sempat bertemu pada Kamis (9/12).

Waktu itu dia datang ke kos tersebut bersama sang istri dan anak untuk mengambil gaji, lantaran Muzaini yang berprofesi sebagai buruh harian lepas adalah atasannya di tempat kerja. Selama pertemuan tidak terlihat ada tanda-tanda penurunan kesehatan dari almarhum. “Karena saksi melihat korban berinteraksi sangat biasa seperti membelikan anaknya snack atau mengantar saat pulang, jadi tidak terlihat ada penurunan kesehatan,” tandasnya.

Sedangkan dari hasil identifikasi dan visum luar dari petugas Inafis Tim Iden Polresta Denpasar, belum bisa dipastikan terkait ada atau tidaknya tanda kekerasan pada tubuh Muzaini. Namun penyebab kematiannya sementara tetap diduga murni akibat gangguan kesehatan atau penurunan kondisi. Akan tetapi untuk kepastiannya perlu dilakukan visum dalam dan otopsi jenasah.

Adapun benda-benda yang ditemukan di TKP yakni sebuah dompet warna hitam, obeng dan alat kerja, helm merk KYT warna hitam, sebuah tas selempang pinggang warna hitam, kotak dus helm berisikan pakaian, kotak plastik bungkus tissue, serta sebuah Handphone. “Kini jenazah korban sudah dibawa ke RSUP Sanglah dan pihak keluarga atau sodara korban sudah diarahkan untuk membuat laporan ke SPKT Polsek Denpasar Utara,” tutupnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/