alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Ibu Bayi Kembar di Sukasada Tuntut Hak Asuh

SINGARAJA, BALI EXPRESS- Paska viralnya pemberitaan terkait bayi Kembar di Dusun Lebah Pupuan, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, ibu bayi Luh Merta Sari Dewi angkat bicara, Minggu (13/2). Ia tak tahan bila dituding meninggalkan kedua putranya itu di rumah almarhum suaminya. Perempuan yang akrab dipanggil Dewi itu sengaja menitipkan si kembar sebelum suaminya meninggal dengan maksud agar perangai suaminya berubah.

Namun kenyataan pahit diterima Dewi. Almarhum suaminya justru tinggal di suatu rumah di kawasan Celuk Buluh. Mengetahui perilaku suaminya tak juga berubah, pada Rabu (29/12) lalu ia kembali pulang untuk mengambil kedua putra kembarnya itu. Niat itu pun ditolah Ayah bayi saat itu. Dewi tak menyerah. Hingga ia mendengar kabar suaminya meninggal akibat gantung diri pada Kamis (3/2) lalu. Ia pun datang pada saat kremasi suaminya. Saat itu ia kembali meminta kepada keluarga almarhum untuk membawa si kembar agar si kembar dapat diasuh olehnya sembari memberikan ASI. Lagi-lagi niat itu tak tersampaikan. Kemudian dia datang lagi pada Sabtu (12/2) siang dengan niat yang sama. Tapi tak juga berhasil. Pertemuan itu juga disaksikan aparat desa serta babinsa dari Desa Tegallinggah Dan Giri Emas.

 

Dewi pun tak menyalahkan keluarga almarhum. Sebab kedu putranya masih pantas untuk diasuh oleh keluarga suminya itu. Hanya saja ia menginginkan agar haknasub kedua putranya diberikan. Sehingga ia dapat memberikan pengasuhan dengan pemberian ASI Dan perawatan sang ibu. “Saya hanya minta supaya saya dapat mengasuh anak-anak saya. Saya tidak meninggalkan mereka. Saya hanya menitipkan agar suami saya pas Masih hidup bertanggungjawab dan kembali pulang. Kumpul sama keluarga. Sekarang sudah begini saya mau ambil anak saya,” ungkapnya.

 

Disinggung alasna keduanya tak lagi bersama, Dewi hanya menyebut terdapat permasalahan rumah tangga antara dia Dan suaminya. Maka dari itu Dewi enggan tidal serumah di desa Tegallinggah. Ia memilih pulang ke rumah bajang untuk menyenangkan diri. Ia sudah berada di rumah bajang sejak November 2021. “Saya gak mau lagi tinggal disana. Saya tidak kuat. Intinya saya mau anak saya, saya yang Asuh. Tolong jangan dihalangi. Siapa sih ada ibu yang tega ninggalin anak,” kata dia.

 

Dewi yang didampingi ayah serta perangkat desa pun nampak kebingungan. “Saya akan upayakan agar saya bisa dapatkan lagi,” tambahnya.

 

Ia juga memohon bantuan kepada Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak agar mendapatkan hak Asuh daru kedua putranya itu. Apabila usahanya Masih tak berhasil terpakasa ia akan menempuh jalur hukum.

 

Disisin lain, Ketua Harian TP2P2A Kabupaten Buleleng, Made Wibawa mengatakan, pihaknya kaan berupaya untuk melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak hingga menemukan titik temu. Bayi Kembar yang kini diasuh oleh nenek dan buyutnya itu agar mendapatkan asuhan pula dari ibu kandunganya. “Kami akan mediasi lagi dengan kedua pihak supaya semuanya jelas. Ini kan persoalan rumah tangga ya, dan statusnya juga masih sebagai ibu bayi serta istri dari almarhum,” ujarnya.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS- Paska viralnya pemberitaan terkait bayi Kembar di Dusun Lebah Pupuan, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, ibu bayi Luh Merta Sari Dewi angkat bicara, Minggu (13/2). Ia tak tahan bila dituding meninggalkan kedua putranya itu di rumah almarhum suaminya. Perempuan yang akrab dipanggil Dewi itu sengaja menitipkan si kembar sebelum suaminya meninggal dengan maksud agar perangai suaminya berubah.

Namun kenyataan pahit diterima Dewi. Almarhum suaminya justru tinggal di suatu rumah di kawasan Celuk Buluh. Mengetahui perilaku suaminya tak juga berubah, pada Rabu (29/12) lalu ia kembali pulang untuk mengambil kedua putra kembarnya itu. Niat itu pun ditolah Ayah bayi saat itu. Dewi tak menyerah. Hingga ia mendengar kabar suaminya meninggal akibat gantung diri pada Kamis (3/2) lalu. Ia pun datang pada saat kremasi suaminya. Saat itu ia kembali meminta kepada keluarga almarhum untuk membawa si kembar agar si kembar dapat diasuh olehnya sembari memberikan ASI. Lagi-lagi niat itu tak tersampaikan. Kemudian dia datang lagi pada Sabtu (12/2) siang dengan niat yang sama. Tapi tak juga berhasil. Pertemuan itu juga disaksikan aparat desa serta babinsa dari Desa Tegallinggah Dan Giri Emas.

 

Dewi pun tak menyalahkan keluarga almarhum. Sebab kedu putranya masih pantas untuk diasuh oleh keluarga suminya itu. Hanya saja ia menginginkan agar haknasub kedua putranya diberikan. Sehingga ia dapat memberikan pengasuhan dengan pemberian ASI Dan perawatan sang ibu. “Saya hanya minta supaya saya dapat mengasuh anak-anak saya. Saya tidak meninggalkan mereka. Saya hanya menitipkan agar suami saya pas Masih hidup bertanggungjawab dan kembali pulang. Kumpul sama keluarga. Sekarang sudah begini saya mau ambil anak saya,” ungkapnya.

 

Disinggung alasna keduanya tak lagi bersama, Dewi hanya menyebut terdapat permasalahan rumah tangga antara dia Dan suaminya. Maka dari itu Dewi enggan tidal serumah di desa Tegallinggah. Ia memilih pulang ke rumah bajang untuk menyenangkan diri. Ia sudah berada di rumah bajang sejak November 2021. “Saya gak mau lagi tinggal disana. Saya tidak kuat. Intinya saya mau anak saya, saya yang Asuh. Tolong jangan dihalangi. Siapa sih ada ibu yang tega ninggalin anak,” kata dia.

 

Dewi yang didampingi ayah serta perangkat desa pun nampak kebingungan. “Saya akan upayakan agar saya bisa dapatkan lagi,” tambahnya.

 

Ia juga memohon bantuan kepada Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak agar mendapatkan hak Asuh daru kedua putranya itu. Apabila usahanya Masih tak berhasil terpakasa ia akan menempuh jalur hukum.

 

Disisin lain, Ketua Harian TP2P2A Kabupaten Buleleng, Made Wibawa mengatakan, pihaknya kaan berupaya untuk melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak hingga menemukan titik temu. Bayi Kembar yang kini diasuh oleh nenek dan buyutnya itu agar mendapatkan asuhan pula dari ibu kandunganya. “Kami akan mediasi lagi dengan kedua pihak supaya semuanya jelas. Ini kan persoalan rumah tangga ya, dan statusnya juga masih sebagai ibu bayi serta istri dari almarhum,” ujarnya.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/