alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Dinkes Bali Siapkan Lima RS Rujukan Untuk Delegasi G20

DENPASAR, BALI EXPRESS- Konfrensi G20 rencananya akn diselenggarakan di Nusa Dua pada bulan November 2022. Untuk itu, berbagai persiapan sudah dilakukan, salah satunya adalah mempersiapkan fasilitas kesehatan jika para delegasi atau kepala negara peserta G20 mengalami kondisi kegawatdaruratan.

Salah satu persiapan yang di lakukan Pemprov Bali sebagai tuan rumah menurut Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Iwan Darmawan adalah sudah mempersiapkan rumah sakit rujukan untuk menangani kondisi kegawatdaruratan selama Konfrensi berlangsung. “Untuk rumah sakit, kami sudah menunjuk lima rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan selama Konfrensi berlangsung,” jelasnya dalam pemaparannya Rabu (13/4).

Kelima rumah sakit itu terdiri dari satu rumah skit kelas C, yakni Rumah Sakit Universitas Udayana di Jimbaran, tiga rumah sakit kelas B yakni Rumah sakit BIMC, Rumah Sakit Siloam dan Rumah Sakit Bali Mandara. Selanjunya adalah satu Rumah sakit Kelas A, yakni RSUP Sanglah, sebagai rumah sakit rujukan utama.

Selain menunjuk lima rumah sakit rujukan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga sudah mempersiapkan fasilitas kesehatan pra hospital yang berupa ambulance dan mini ICU bagi kepala Negara. “Untuk Kepala Negara yang datang ke konfrensi nanti, kami sudah siapkan masing-masing satu unit mini ICU, ambulan Advance yang bersiaga di hotel tempat kepala negara ini menginap,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes., menyebutkan sebagai rumah sakit rujukanbutama RSUP Sanglah, pihaknya juga sudah melakukan beragam persiapan. “Untuk Konfrensi G20 ini, kami sudah membentuk team khusus yang bertugas di luar RSUP Sanglah, team khusus ini bertanggung jawab di fasilitas mini ICU, Ambulance Advance yang bertugas selama konfrensi berlangsung,” paparnya.

Sedangkan untuk persiapan di RSUP Sanglah sendiri, dr. Sudana menyebutkan persiapan sudah dilakukan mulai dari SDM yang bertugas dan ruang perawatan yang nantinya akan digunakan. Untuk SDM, RSUP Sanglah menyiapkan sebanyak 133 orang dokter yang terdiri dari dokter umum dokter Spesialis dan dokter Sub Spesialis serta 220 perawat.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

DENPASAR, BALI EXPRESS- Konfrensi G20 rencananya akn diselenggarakan di Nusa Dua pada bulan November 2022. Untuk itu, berbagai persiapan sudah dilakukan, salah satunya adalah mempersiapkan fasilitas kesehatan jika para delegasi atau kepala negara peserta G20 mengalami kondisi kegawatdaruratan.

Salah satu persiapan yang di lakukan Pemprov Bali sebagai tuan rumah menurut Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Iwan Darmawan adalah sudah mempersiapkan rumah sakit rujukan untuk menangani kondisi kegawatdaruratan selama Konfrensi berlangsung. “Untuk rumah sakit, kami sudah menunjuk lima rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan selama Konfrensi berlangsung,” jelasnya dalam pemaparannya Rabu (13/4).

Kelima rumah sakit itu terdiri dari satu rumah skit kelas C, yakni Rumah Sakit Universitas Udayana di Jimbaran, tiga rumah sakit kelas B yakni Rumah sakit BIMC, Rumah Sakit Siloam dan Rumah Sakit Bali Mandara. Selanjunya adalah satu Rumah sakit Kelas A, yakni RSUP Sanglah, sebagai rumah sakit rujukan utama.

Selain menunjuk lima rumah sakit rujukan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga sudah mempersiapkan fasilitas kesehatan pra hospital yang berupa ambulance dan mini ICU bagi kepala Negara. “Untuk Kepala Negara yang datang ke konfrensi nanti, kami sudah siapkan masing-masing satu unit mini ICU, ambulan Advance yang bersiaga di hotel tempat kepala negara ini menginap,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes., menyebutkan sebagai rumah sakit rujukanbutama RSUP Sanglah, pihaknya juga sudah melakukan beragam persiapan. “Untuk Konfrensi G20 ini, kami sudah membentuk team khusus yang bertugas di luar RSUP Sanglah, team khusus ini bertanggung jawab di fasilitas mini ICU, Ambulance Advance yang bertugas selama konfrensi berlangsung,” paparnya.

Sedangkan untuk persiapan di RSUP Sanglah sendiri, dr. Sudana menyebutkan persiapan sudah dilakukan mulai dari SDM yang bertugas dan ruang perawatan yang nantinya akan digunakan. Untuk SDM, RSUP Sanglah menyiapkan sebanyak 133 orang dokter yang terdiri dari dokter umum dokter Spesialis dan dokter Sub Spesialis serta 220 perawat.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru

/