alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Orang Tua Siswa yang Diinjak Saat Push Up Sepakat Damai dengan Kasek

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Sebelum bertemu dengan Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 3 Amlapura, I Nyoman Yasa selaku ayah kandung dari siswa yang viral karena diinjak oleh kepala sekolah saat push up sempat tegang. Namun, setelah bertemu dan diberikan penjelasan oleh Kasek, pada Rabu (13/4), I Nyoman Yasa sepakat untuk berdamai.

 

Bahkan, Yasa mengaku tidak akan melanjutkan kasus ini keranah kepolisian. Karena, ketika pertemuan berlangsung, Kasek I Komang Sudiana telah menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang ia perbuat.

 

Untuk meyakinkan semua pihak kalau dirinya tidak akan melapor, Yasa telah menandatangani surat pernyataan yang berisi materai 10 ribu. “Kepala sekolah sudah mengklarifikasi kejadian yang melibatkan anak saya, dan pak kepala sekolah juga sudah meminta maaf. Kami ikhlas menerima dan berharap  kejadian serupa tidak akan terulang lagi,” ujar Yasa.

 

Yasa mengakui, semenjak Sudiana menjadi Kasek, perubahan kearah yang lebih baik telah terjadi. Ia pun berterimakasih atas pendidikan karakter yang telah diberikan  guru-guru terhadap siswa di SMAN 3 Amlapura, namun ia juga berharap supaya pendidikan karakter yang dilakukan tidak terlalu berlebihan.

 

“Saya sangat senang para siswa disini  mendapat pembinaan disiplin, tapi caranya harus lebih bagus dan beretika.  Kami berharap kejadian  ini bisa menjadi pelajaran berharga, bukan saja bagi guru-guru, juga siswa yang sekolah disini. Semoga SMAN 3 Seraya semakin maju dalam mencetak anak didik yang berkualitas,” lanjutnya.

 

Kasek Sudiana tidaklah menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak keluarga saja, tetapi juga kepada komponen masyarakat Desa Seraya. Permohonan maafnya itu pun dibuatkan surat pernyataan, dan sama seperti Nyoman Yasa berisikan materai 10 ribu. “Kepada orang tua siswa dan komponen masyarakat,  Saya memohon maaf  atas kesalahan seperti yang terlihat dalam video pembinaan siswa itu.  Saya bersedia membina seluruh staf agar  tidak membuat pernyataan  yang memperkeruh suasana, serta berjanji  tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dikemudian hari,” tegas I Komang Sudiana dalam surat pernyataannya. (dir)

 


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Sebelum bertemu dengan Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 3 Amlapura, I Nyoman Yasa selaku ayah kandung dari siswa yang viral karena diinjak oleh kepala sekolah saat push up sempat tegang. Namun, setelah bertemu dan diberikan penjelasan oleh Kasek, pada Rabu (13/4), I Nyoman Yasa sepakat untuk berdamai.

 

Bahkan, Yasa mengaku tidak akan melanjutkan kasus ini keranah kepolisian. Karena, ketika pertemuan berlangsung, Kasek I Komang Sudiana telah menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang ia perbuat.

 

Untuk meyakinkan semua pihak kalau dirinya tidak akan melapor, Yasa telah menandatangani surat pernyataan yang berisi materai 10 ribu. “Kepala sekolah sudah mengklarifikasi kejadian yang melibatkan anak saya, dan pak kepala sekolah juga sudah meminta maaf. Kami ikhlas menerima dan berharap  kejadian serupa tidak akan terulang lagi,” ujar Yasa.

 

Yasa mengakui, semenjak Sudiana menjadi Kasek, perubahan kearah yang lebih baik telah terjadi. Ia pun berterimakasih atas pendidikan karakter yang telah diberikan  guru-guru terhadap siswa di SMAN 3 Amlapura, namun ia juga berharap supaya pendidikan karakter yang dilakukan tidak terlalu berlebihan.

 

“Saya sangat senang para siswa disini  mendapat pembinaan disiplin, tapi caranya harus lebih bagus dan beretika.  Kami berharap kejadian  ini bisa menjadi pelajaran berharga, bukan saja bagi guru-guru, juga siswa yang sekolah disini. Semoga SMAN 3 Seraya semakin maju dalam mencetak anak didik yang berkualitas,” lanjutnya.

 

Kasek Sudiana tidaklah menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak keluarga saja, tetapi juga kepada komponen masyarakat Desa Seraya. Permohonan maafnya itu pun dibuatkan surat pernyataan, dan sama seperti Nyoman Yasa berisikan materai 10 ribu. “Kepada orang tua siswa dan komponen masyarakat,  Saya memohon maaf  atas kesalahan seperti yang terlihat dalam video pembinaan siswa itu.  Saya bersedia membina seluruh staf agar  tidak membuat pernyataan  yang memperkeruh suasana, serta berjanji  tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dikemudian hari,” tegas I Komang Sudiana dalam surat pernyataannya. (dir)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/