alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Polda Bali Usut Keterlibatan Orang Lain dalam Kasus Goldkoin

DENPASAR, BALI EXPRESS – Setelah bos PT Goldkoin Sevalon Internasional (GSI) & Koperasi Keluarga Goldkoin Rizki Adam serta seorang Marketing bernama Ngurah Arta ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Denpasar, kini giliran Polda Bali bergerak. Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban.

Ini menyusul laporan yang dibuat 86 member ke Polda Bali pada (8/4). Tepat sehari setelah laporan member lain di Polresta Denpasar dengan tuduhan penipuan dan penggelapan. Sebagaimana diketahui, Otoritas Jasa Keuangan menetapkan PT GSI sebagai entitas investasi ilegal sehingga para member merasa dirugikan seperti tak mendapat keuntungan yang dijanjikan dan modal tak bisa ditarik.

Adapun pemeriksaan dari Ditreskrimsus dilakukan oleh Subdit V Cyber pada Rabu (11/5) terhadap seorang member bernama Anik Mulyani. “Yang bersangkutan merupakan saksi korban, mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta akibat iming-iming investasi di Goldkoin,” tutur sumber, Jumat (13/5).

Wanita asal Tuban, Kuta, Badung itu diberikan 20 pertanyaan mulai sekitar pukul 10.00. Meski Rizky Adam selaku Ketua Umum perusahaan itu sudah menjadi tersangka, Polda Bali tetap menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Apalagi bisa saja ada beberapa orang lagi di manajemen PT GSI yang terlibat.

Dikonfirmasi mengenai pemeriksaan itu, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Syamsi pun membenarkan. “Benar saksi dari pihak pelapor dimintai keterangan oleh Ditreskrimsus,” jawabnya singkat.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Setelah bos PT Goldkoin Sevalon Internasional (GSI) & Koperasi Keluarga Goldkoin Rizki Adam serta seorang Marketing bernama Ngurah Arta ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Denpasar, kini giliran Polda Bali bergerak. Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban.

Ini menyusul laporan yang dibuat 86 member ke Polda Bali pada (8/4). Tepat sehari setelah laporan member lain di Polresta Denpasar dengan tuduhan penipuan dan penggelapan. Sebagaimana diketahui, Otoritas Jasa Keuangan menetapkan PT GSI sebagai entitas investasi ilegal sehingga para member merasa dirugikan seperti tak mendapat keuntungan yang dijanjikan dan modal tak bisa ditarik.

Adapun pemeriksaan dari Ditreskrimsus dilakukan oleh Subdit V Cyber pada Rabu (11/5) terhadap seorang member bernama Anik Mulyani. “Yang bersangkutan merupakan saksi korban, mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta akibat iming-iming investasi di Goldkoin,” tutur sumber, Jumat (13/5).

Wanita asal Tuban, Kuta, Badung itu diberikan 20 pertanyaan mulai sekitar pukul 10.00. Meski Rizky Adam selaku Ketua Umum perusahaan itu sudah menjadi tersangka, Polda Bali tetap menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Apalagi bisa saja ada beberapa orang lagi di manajemen PT GSI yang terlibat.

Dikonfirmasi mengenai pemeriksaan itu, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Syamsi pun membenarkan. “Benar saksi dari pihak pelapor dimintai keterangan oleh Ditreskrimsus,” jawabnya singkat.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/