alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Ribuan Personel Ikuti Ops Puri Agung Pengamanan GPDRR di Bali

BADUNG, BALI EXPRESS – Pulau Dewata menjadi tuan rumah Forum Penanggulangan Risiko Bencana yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau dikenal dengan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) tahun 2022 ini.

Berkaitan denga kegiatan ini, Polda Bali sudah menyiapkan pengamanan kegiatan dengan membuka Latihan Pra Ops Puri Agung.

Pembukaan latihan ditandai dengan upacara yang berlangsung di Gedung Budaya Giri Niti Mandala, Kabupaten Badung, Jumat (13/5) pukul 08.00 Wita.

Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Wakapolda Bali Brigjenpol I Ketut Suardana, Pejabat Utama Polda Bali, serta Kapolres Jajaran.

Irjenpol Putu Jayan Danu Putra
mengatakan penyelenggaraan event internasional dua tahunan Ini merupakan sejarah baru bagi Indonesia, khususnya Bali. Karena diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah GPDRR pertama di Kawasan Asia Pasifik dan negara kedua di luar Swiss.

“Kegiatan GPDRR merupakan momentum yang sangat baik bagi seluruh negara yang mengikuti untuk sharing informasi terkait dengan metode, maupun upaya mitigasi dan penanggulangan bencana,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, bencana di tanah air ini merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu aktivitas kehidupan masyarakat, baik yang disebabkan oleh faktor alam, non alam maupun akibat ulah manusia. Sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Apalagi posisi geologis Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng dunia (Lempeng Eurasia, Lempeng Indo Australia Dan Lempeng Pasifik).

“Dengan posisi geologis Indonesia, kekayaan sumber daya alam yang berlimpah, serta demografi penduduk yang kondisi padat dan beragam sangat berpotensi terhadap terjadinya bencana, baik bencana alam, bencana sosial, maupun non alam,” tambahnya.

Berdasarkan data dari BNPB, tahun 2022 telah terjadi 1.468 bencana alam, yang terdiri dari gempa bumi 10 kali, kebakaran hutan dan lahan 69 kali, kekeringan 1 kali, banjir 572 kali, tanah longsor 270 kali, cuaca ekstrem 538 kali, gelombang pasang dan abrasi 8 kali.

Sedangkan bencana non alam yang mulai terjadi tahun 2019 sampai dengan saat ini mewabah di seluruh dunia, yaitu pandemi Covid-19.

Di Bali sendiri, tahun 2022 ada 11 bencana alam, yakni puting beliung 4 kali, tanah longsor 4 kali dan banjir 3 Kali. Sehingga sangat perlu adanya upaya-upaya kegiatan mitigasi risiko bencana dan penanggulangan komprehensif yang dapat dipelajari melalui GPDRR ke-7 yang akan dilaksanakan di BNDCC, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung dari 23-28 Mei 2022 dan dibuka langsung Presiden RI, Joko Widodo.

“Akan dilakukan secara luring dan daring. Jumlah peserta luring sebanyak 4.000 delegasi dan peserta daring sebanyak 2.000 orang,” ujar Jenderal Bintang Dua di pundak tersebut.

Untuk itu Operasi Puri Agung untuk mengamankan jalannya event ini dipersiapkan dengan matang oleh Polda Bali beserta Mabes Polri dan segenap komponen pengamanan lainnya.

Total sebanyak 2.832 personel pengamanan dikerahkan, terdiri dari 1.476 anggota Polda Bali, 997 personel Satwil dan 359 personel back up Mabes Polri.

Pengamanan menggunakan sistem pam terbuka dan tertutup dengan cara bertindak preemtif, preventif dan represif. Dimulai dari parkir, lokasi penginapan, lokasi kegiatan, lokasi fieldtrip, seluruh kawasan yang menjadi tempat acara/kegiatan dan lokasi atau wilayah yang harus dilakukan penyekatan mengantisipasi situasi kamtibmas.

“Zona kegiatan di BNDCC dan BICC (Westin) ditetapkan Nations Department Of Safety And Security (Undss) sebagai Blue Zone dan Sop pam ditetapkan sendiri oleh UNDSS,” lanjutnya.

Polda Bali juga memberikan dukungan IT, seperti Posko pembantu BNDCC, sebagai Posko pemantauan pelaksanaan kegiatan pengamanan di lokasi, yang telah terintegrasi dengan Command Center ITDC dan Command Center Polda Bali, seperti melalui jaringan CCTV.

 

 






Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Pulau Dewata menjadi tuan rumah Forum Penanggulangan Risiko Bencana yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau dikenal dengan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) tahun 2022 ini.

Berkaitan denga kegiatan ini, Polda Bali sudah menyiapkan pengamanan kegiatan dengan membuka Latihan Pra Ops Puri Agung.

Pembukaan latihan ditandai dengan upacara yang berlangsung di Gedung Budaya Giri Niti Mandala, Kabupaten Badung, Jumat (13/5) pukul 08.00 Wita.

Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Wakapolda Bali Brigjenpol I Ketut Suardana, Pejabat Utama Polda Bali, serta Kapolres Jajaran.

Irjenpol Putu Jayan Danu Putra
mengatakan penyelenggaraan event internasional dua tahunan Ini merupakan sejarah baru bagi Indonesia, khususnya Bali. Karena diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah GPDRR pertama di Kawasan Asia Pasifik dan negara kedua di luar Swiss.

“Kegiatan GPDRR merupakan momentum yang sangat baik bagi seluruh negara yang mengikuti untuk sharing informasi terkait dengan metode, maupun upaya mitigasi dan penanggulangan bencana,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, bencana di tanah air ini merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu aktivitas kehidupan masyarakat, baik yang disebabkan oleh faktor alam, non alam maupun akibat ulah manusia. Sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Apalagi posisi geologis Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng dunia (Lempeng Eurasia, Lempeng Indo Australia Dan Lempeng Pasifik).

“Dengan posisi geologis Indonesia, kekayaan sumber daya alam yang berlimpah, serta demografi penduduk yang kondisi padat dan beragam sangat berpotensi terhadap terjadinya bencana, baik bencana alam, bencana sosial, maupun non alam,” tambahnya.

Berdasarkan data dari BNPB, tahun 2022 telah terjadi 1.468 bencana alam, yang terdiri dari gempa bumi 10 kali, kebakaran hutan dan lahan 69 kali, kekeringan 1 kali, banjir 572 kali, tanah longsor 270 kali, cuaca ekstrem 538 kali, gelombang pasang dan abrasi 8 kali.

Sedangkan bencana non alam yang mulai terjadi tahun 2019 sampai dengan saat ini mewabah di seluruh dunia, yaitu pandemi Covid-19.

Di Bali sendiri, tahun 2022 ada 11 bencana alam, yakni puting beliung 4 kali, tanah longsor 4 kali dan banjir 3 Kali. Sehingga sangat perlu adanya upaya-upaya kegiatan mitigasi risiko bencana dan penanggulangan komprehensif yang dapat dipelajari melalui GPDRR ke-7 yang akan dilaksanakan di BNDCC, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung dari 23-28 Mei 2022 dan dibuka langsung Presiden RI, Joko Widodo.

“Akan dilakukan secara luring dan daring. Jumlah peserta luring sebanyak 4.000 delegasi dan peserta daring sebanyak 2.000 orang,” ujar Jenderal Bintang Dua di pundak tersebut.

Untuk itu Operasi Puri Agung untuk mengamankan jalannya event ini dipersiapkan dengan matang oleh Polda Bali beserta Mabes Polri dan segenap komponen pengamanan lainnya.

Total sebanyak 2.832 personel pengamanan dikerahkan, terdiri dari 1.476 anggota Polda Bali, 997 personel Satwil dan 359 personel back up Mabes Polri.

Pengamanan menggunakan sistem pam terbuka dan tertutup dengan cara bertindak preemtif, preventif dan represif. Dimulai dari parkir, lokasi penginapan, lokasi kegiatan, lokasi fieldtrip, seluruh kawasan yang menjadi tempat acara/kegiatan dan lokasi atau wilayah yang harus dilakukan penyekatan mengantisipasi situasi kamtibmas.

“Zona kegiatan di BNDCC dan BICC (Westin) ditetapkan Nations Department Of Safety And Security (Undss) sebagai Blue Zone dan Sop pam ditetapkan sendiri oleh UNDSS,” lanjutnya.

Polda Bali juga memberikan dukungan IT, seperti Posko pembantu BNDCC, sebagai Posko pemantauan pelaksanaan kegiatan pengamanan di lokasi, yang telah terintegrasi dengan Command Center ITDC dan Command Center Polda Bali, seperti melalui jaringan CCTV.

 

 






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/