alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Ratusan Layangan Meriahkan Kusuma Praja Kite Festival

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ratusan Rare Angon tumpah ruah di Carik Subak Margaya, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Minggu (12/6) meriahkan Festival Layangan, Kusuma Praja Kite Festival. Ada 400 peserta yang terlibat dimana panpel melombakan dua kategori jenis layangan berbahan kain dan plastik.

Ketua Karang Taruna Kusuma Praja, Kadek Wahyudi Widiatmika mengatakan tujuan dari kegiatan lomba layang-layang ini untuk melestarikan tradisi dan budaya luhur di Bali. “Kami selaku Karang Taruna berkomitmen untuk turut serta dan terlibat langsung dalam pelestarian tradisi dan kebudayaan Bali. Dengan berlangsungnya kegiatan ini kami juga berharap agar kreativitas anak-anak muda Bali dapat tersalur dalam hal-hal yang positif. Salah satunya adalah kegiatan lomba layang-layang yang diselenggarakan pada hari yang baik ini,” katanya.

Dikatakannya, lomba layang-layang ini diikuti oleh 400 peserta. Lomba ini merupakan yang pertama dan digelar selama sehari di Carik Subak Margaya Desa Padang Sambian Kelod. Ada dua kategori dalam lomba ini, yakni berbahan plastik dan kain meliputi jenis layangan Bebean, Cotekan, Pecuk, Janggan Buntut, dan Bebean Big Size.

“Kreativitas layang-layang harus terus didukung dalam pelestarian permainan tradisi dengan kreativitas yang terus berkembang. Walaupun baru bisa terlaksana paska pandemi Covid-19 tak menghalangi kalangan generasi muda untuk melakukan kegiatan-kegiatan kreatif,” papar Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka dan meresmikan lomba layang layang yang ditandai dengan penarikan layang-layang pertama secara simbolis, Minggu (12/6) kemarin.

Dikatakannya, aktivitas positif ini perlu terus didorong dan didukung mengingat kegiatan kreatif yang diiringi dengan geliat perekonomian sangat membantu masyarakat di masa paska pandemi.

“Tradisi layang-layang dari segi ekonomi kreatif  tidak saja menjaga tradisi, namun mampu memberikan manfaat ekonomi kedepan dalam bidang kreativitas,” ujar I Kadek Agus Arya Wibawa sembari mengajak para Rare Angon untuk selalu menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban serta tetap taat prokes.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ratusan Rare Angon tumpah ruah di Carik Subak Margaya, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Minggu (12/6) meriahkan Festival Layangan, Kusuma Praja Kite Festival. Ada 400 peserta yang terlibat dimana panpel melombakan dua kategori jenis layangan berbahan kain dan plastik.

Ketua Karang Taruna Kusuma Praja, Kadek Wahyudi Widiatmika mengatakan tujuan dari kegiatan lomba layang-layang ini untuk melestarikan tradisi dan budaya luhur di Bali. “Kami selaku Karang Taruna berkomitmen untuk turut serta dan terlibat langsung dalam pelestarian tradisi dan kebudayaan Bali. Dengan berlangsungnya kegiatan ini kami juga berharap agar kreativitas anak-anak muda Bali dapat tersalur dalam hal-hal yang positif. Salah satunya adalah kegiatan lomba layang-layang yang diselenggarakan pada hari yang baik ini,” katanya.

Dikatakannya, lomba layang-layang ini diikuti oleh 400 peserta. Lomba ini merupakan yang pertama dan digelar selama sehari di Carik Subak Margaya Desa Padang Sambian Kelod. Ada dua kategori dalam lomba ini, yakni berbahan plastik dan kain meliputi jenis layangan Bebean, Cotekan, Pecuk, Janggan Buntut, dan Bebean Big Size.

“Kreativitas layang-layang harus terus didukung dalam pelestarian permainan tradisi dengan kreativitas yang terus berkembang. Walaupun baru bisa terlaksana paska pandemi Covid-19 tak menghalangi kalangan generasi muda untuk melakukan kegiatan-kegiatan kreatif,” papar Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka dan meresmikan lomba layang layang yang ditandai dengan penarikan layang-layang pertama secara simbolis, Minggu (12/6) kemarin.

Dikatakannya, aktivitas positif ini perlu terus didorong dan didukung mengingat kegiatan kreatif yang diiringi dengan geliat perekonomian sangat membantu masyarakat di masa paska pandemi.

“Tradisi layang-layang dari segi ekonomi kreatif  tidak saja menjaga tradisi, namun mampu memberikan manfaat ekonomi kedepan dalam bidang kreativitas,” ujar I Kadek Agus Arya Wibawa sembari mengajak para Rare Angon untuk selalu menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban serta tetap taat prokes.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/