alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Ratusan Jajaran Pengawas Pilkada di Bangli Ikut Rapid Test

BANGLI, BALI EXPRESS – Bawaslu Bangli melaksanakan rapid test untuk semua jajarannya, Senin (13/7). Rapid test dengan melibatkan petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli itu diikuti 137 orang. Terdiri dari komisioner Bawaslu dan sekretariat, Panwascam beserta sekretariat dan Pengawas Pemilihan Desa/Kelurahan (PPDK). Syukurnya, semua yang ikut rapid test bertempat di Kantor Bawaslu, hasilnya nonreaktif.

Ketua Bawaslu Bangli I Nengah Purna mengungkapkan, rapid test ini merupakan bagian dari kesiapan jajarannya melakukan pengawasan tahapan Pilkada Bangli. Rapid test untuk memastikan seluruh penyelenggara bebas dari Covid-19.  Purna mengatakan, rapid tersebut merupakan kali pertama. Nanti akan ada rapid test lanjutan. “Ini wajib. Harus dua kali. Lagi kedua masih direncanakan,” ungkap Purna.

Ia memastikan, jika ada pengawas yang positif Covid-19, tidak langsung diganti. Yang bersangkutan diberikan kesempatan menjalani perawatan. Tugas-tugasnya akan diambil alih pengawas setingkat lebih tinggi. Misalnya, jika pengawas di tingkat desa yang positif, tugasnya diambil alih Panwascam. “Begitu juga seandainya pengawas di kecamatan ada positif, akan diambil alih kabupaten,” terang pejabat asal Desa Pengotan, Bangli itu.


BANGLI, BALI EXPRESS – Bawaslu Bangli melaksanakan rapid test untuk semua jajarannya, Senin (13/7). Rapid test dengan melibatkan petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli itu diikuti 137 orang. Terdiri dari komisioner Bawaslu dan sekretariat, Panwascam beserta sekretariat dan Pengawas Pemilihan Desa/Kelurahan (PPDK). Syukurnya, semua yang ikut rapid test bertempat di Kantor Bawaslu, hasilnya nonreaktif.

Ketua Bawaslu Bangli I Nengah Purna mengungkapkan, rapid test ini merupakan bagian dari kesiapan jajarannya melakukan pengawasan tahapan Pilkada Bangli. Rapid test untuk memastikan seluruh penyelenggara bebas dari Covid-19.  Purna mengatakan, rapid tersebut merupakan kali pertama. Nanti akan ada rapid test lanjutan. “Ini wajib. Harus dua kali. Lagi kedua masih direncanakan,” ungkap Purna.

Ia memastikan, jika ada pengawas yang positif Covid-19, tidak langsung diganti. Yang bersangkutan diberikan kesempatan menjalani perawatan. Tugas-tugasnya akan diambil alih pengawas setingkat lebih tinggi. Misalnya, jika pengawas di tingkat desa yang positif, tugasnya diambil alih Panwascam. “Begitu juga seandainya pengawas di kecamatan ada positif, akan diambil alih kabupaten,” terang pejabat asal Desa Pengotan, Bangli itu.


Most Read

Artikel Terbaru

/