alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Napi Narkotika LP Kerobokan Dituntut 13 Tahun Penjara

DENPASAR, BALI EXPRESS-Hukuman penjara tampaknya tidak membuat  I Nyoman Suwedia alias Mang Idus 40, asal Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung sadar. Sebaliknya, terpidana kasus narkotika tersebut kembali diadili dalam perkara yang sama. 

Dalam sidang secara online di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (13/7), terdakwa Nyoman Suwedia dituntut hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 1,5 Miliar. 

Jaksa penuntut umum (JPU) Ni Putu Eriek Sumiyanti dalam tuntutannya menyatakan terdakwa I Nyoann Suwedia yang saat ini menjalani hukuman 8 tahun penjara di Lapas Kelas II A Kerobokan ini, terbukti bersalah. 

Terdakwa melanggar dakwaan alternatif ke satu, yakni melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.  

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana selama 13 tahun penjara, dan denda satu setengah miliar rupiah subsider 6 bulan penjara,” tegas Jaksa Eriek kepada majelis hakim diketuai Angeliky Handajani Dai. 

Terhadap tuntutan ini, terdakwa melalui penasihat hukumnya berniat untuk mengajukan pembelaan secara tertulis. “Yang mulia, kami mohon waktu untuk menyiapkan pledoi tertulis,” kata Aji Silaban dari PBH Peradi Denpasar.  

Dalam tuntutan jaksa, terungkap kasus ini merupakan pengembangan dari tertangkapnya Pande Gede Susila Putra alias Lepang (terdakwa dalam berkas terpisah) oleh personel BNNK Badung, 16 Februari 2021 lalu. 

Selanjutnya, pada 18 Februari 2021, petugas Badan Narkortika Nasional (BNN) Badung didampingi petugas LP Kerobokan mendatangi ruangan Blok G (GWK) yang dihuni oleh terdakwa dan narapidana lainnya. 

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan ponsel merk Vivo warna hitam dengan simcard 087826958789 milik terdakwa.  Ponsel itu berisi percakapan via aplikasi WhatsApp antara terdakwa dengan Pande Gede Susila Putra yang menjadi kaki tangan terdakwa dalam menjalankan bisnis narkotika dan Wayan Suanda alias Kak Uban (terdakwa dalam berkas terpisah) sebagai pembeli.  

Selain ponsel tersebut, jaksa turut menyertakan 10 plastik klip berisi sabu dengan berat keseluruhan 9,85 gram netto yang disita dari tangan Susila Putra sebagai barang bukti dalam kasus ini. 


DENPASAR, BALI EXPRESS-Hukuman penjara tampaknya tidak membuat  I Nyoman Suwedia alias Mang Idus 40, asal Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung sadar. Sebaliknya, terpidana kasus narkotika tersebut kembali diadili dalam perkara yang sama. 

Dalam sidang secara online di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (13/7), terdakwa Nyoman Suwedia dituntut hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 1,5 Miliar. 

Jaksa penuntut umum (JPU) Ni Putu Eriek Sumiyanti dalam tuntutannya menyatakan terdakwa I Nyoann Suwedia yang saat ini menjalani hukuman 8 tahun penjara di Lapas Kelas II A Kerobokan ini, terbukti bersalah. 

Terdakwa melanggar dakwaan alternatif ke satu, yakni melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.  

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana selama 13 tahun penjara, dan denda satu setengah miliar rupiah subsider 6 bulan penjara,” tegas Jaksa Eriek kepada majelis hakim diketuai Angeliky Handajani Dai. 

Terhadap tuntutan ini, terdakwa melalui penasihat hukumnya berniat untuk mengajukan pembelaan secara tertulis. “Yang mulia, kami mohon waktu untuk menyiapkan pledoi tertulis,” kata Aji Silaban dari PBH Peradi Denpasar.  

Dalam tuntutan jaksa, terungkap kasus ini merupakan pengembangan dari tertangkapnya Pande Gede Susila Putra alias Lepang (terdakwa dalam berkas terpisah) oleh personel BNNK Badung, 16 Februari 2021 lalu. 

Selanjutnya, pada 18 Februari 2021, petugas Badan Narkortika Nasional (BNN) Badung didampingi petugas LP Kerobokan mendatangi ruangan Blok G (GWK) yang dihuni oleh terdakwa dan narapidana lainnya. 

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan ponsel merk Vivo warna hitam dengan simcard 087826958789 milik terdakwa.  Ponsel itu berisi percakapan via aplikasi WhatsApp antara terdakwa dengan Pande Gede Susila Putra yang menjadi kaki tangan terdakwa dalam menjalankan bisnis narkotika dan Wayan Suanda alias Kak Uban (terdakwa dalam berkas terpisah) sebagai pembeli.  

Selain ponsel tersebut, jaksa turut menyertakan 10 plastik klip berisi sabu dengan berat keseluruhan 9,85 gram netto yang disita dari tangan Susila Putra sebagai barang bukti dalam kasus ini. 


Most Read

Artikel Terbaru

/