alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Marak Canang Pakai Kembang Rampe Pewarna, Ini Tanggapan PHDI Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam pembuatan canang yang membuat kelihatan indah adalah warna-warni bunganya. Namun saying belakangan ini beberapa pedagang canang memanfaatkan pewarna buatan dalam menambah hijau kembang rampe yang ada paling atas rangkaian bunganya. Mengetahui hal tersebut, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali pun memberikan tanggapan.

Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak, Rabu (13/7) menjelaskan dalam pembuatan sarana upakara berupa canang pedagang maupun masyarakat diharapkan jangan menambahkan bahan yang mengandung kimia.  Salah satunya pewarna bunga kembang rampe tersebut agar kelihatan hijau cerah. “Tidak boleh itu, sebab bisa menyiksa diri sendiri,” jelasnya.

Nyoman Kenak pun mengatakan kembang rampe yang warnanta hijau dari daun pandan tidak boleh diganggu gugat. Mengingat sarana upakara yang dipergunakan tersebut sebagai lambang kebijaksanaan. “Warna kembang rampe tidak boleh diganggu gugat, sebab  itu lambang kebijaksanaan. Kalau dijual jangan bahayakan umatlah,” tegas dia.

Baca Juga :  Tembak Ikan, Nelayan Tejakula Temukan Mayat Tanpa Busana

Mantan Ketua PHDI Kota Denpasar ini juga mengatakan jika ingin warnanya awet, sebaiknya bunga maupun kembang rampe ditaruh pada tempat yang teduh. Jika dilihat dari maknanya, Kenak mengaku tidak diperkenankan jika mengutak atik isi dari canang itu sendiri.

“Apalagi diisi pewarna, semisal tidak sengaja ditaruh di tirta kembang rampe yang berbahan dari pandan sebagai pengharum alami pada tirta akan berdampak tidak  baik untuk kesehatan. Meski jarang diisi kembang rampe, tapi tetap kita akan awasi dan himbau agar kembang rampe tidak dipakai pewarna agar kelihatan hijau,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kenak menambahkan sarana upakara agar tetap dipertahankan sebagaimana mana mestinya. Khususnya berbahan dari alam. “Kita tetap himbau agar tetap pertahankan yang berbahan alami saja. Jangan sampai menggunakan bahan pengawet,” pungkas dia.

Baca Juga :  Jelang New Normal, Sekda Rai Iswara Sidak Tiga Pasar





Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam pembuatan canang yang membuat kelihatan indah adalah warna-warni bunganya. Namun saying belakangan ini beberapa pedagang canang memanfaatkan pewarna buatan dalam menambah hijau kembang rampe yang ada paling atas rangkaian bunganya. Mengetahui hal tersebut, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali pun memberikan tanggapan.

Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak, Rabu (13/7) menjelaskan dalam pembuatan sarana upakara berupa canang pedagang maupun masyarakat diharapkan jangan menambahkan bahan yang mengandung kimia.  Salah satunya pewarna bunga kembang rampe tersebut agar kelihatan hijau cerah. “Tidak boleh itu, sebab bisa menyiksa diri sendiri,” jelasnya.

Nyoman Kenak pun mengatakan kembang rampe yang warnanta hijau dari daun pandan tidak boleh diganggu gugat. Mengingat sarana upakara yang dipergunakan tersebut sebagai lambang kebijaksanaan. “Warna kembang rampe tidak boleh diganggu gugat, sebab  itu lambang kebijaksanaan. Kalau dijual jangan bahayakan umatlah,” tegas dia.

Baca Juga :  Camat Kuta Selatan Gencarkan Operasi Prokes Dini Hari

Mantan Ketua PHDI Kota Denpasar ini juga mengatakan jika ingin warnanya awet, sebaiknya bunga maupun kembang rampe ditaruh pada tempat yang teduh. Jika dilihat dari maknanya, Kenak mengaku tidak diperkenankan jika mengutak atik isi dari canang itu sendiri.

“Apalagi diisi pewarna, semisal tidak sengaja ditaruh di tirta kembang rampe yang berbahan dari pandan sebagai pengharum alami pada tirta akan berdampak tidak  baik untuk kesehatan. Meski jarang diisi kembang rampe, tapi tetap kita akan awasi dan himbau agar kembang rampe tidak dipakai pewarna agar kelihatan hijau,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kenak menambahkan sarana upakara agar tetap dipertahankan sebagaimana mana mestinya. Khususnya berbahan dari alam. “Kita tetap himbau agar tetap pertahankan yang berbahan alami saja. Jangan sampai menggunakan bahan pengawet,” pungkas dia.

Baca Juga :  Atasi Kekurangan Air, Suwirta Tinjau Sumur Bor, Kasta Tinjau Sumur Tua





Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/