alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Adi Arnawa Ajak Krama Subak Bangga Jadi Petani

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri gerakan tanam (Gertam) padi varietas inbrida di Subak Saih, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Jumat (13/8). Pada kesempatan itu, Adi Arnawa mengingatkan prajuru subak untuk mendukung upaya pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 agar sektor pariwisata yang menjadi andalan dalam menggerakan roda perekonomian segera dibuka kembali.

Menurut Adi Arnawa, pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia memberikan pelajaran penting bagi semua pihak untuk tidak melupakan sektor pertanian. Sektor pertanian ini telah terbukti mampu bertahan dalam menghadapi berbagai gejolak perekonomian dan menjadi tulang punggung dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. Pihaknya memberikan apresiasi kepada petani, meskipun dalam situasi pandemi Covid 19, petani tetap harus bekerja guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan mengajak krama subak bangga menjadi petani. “Pandemi ini mengajarkan kita agar tidak terlalu ketergantungan dengan sektor pariwisata, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengelola sektor pertanian agar dapat membangun ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Adi Arnawa.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana melaporkan bahwa dalam upaya menggerakan sektor pertanian dan menjaga ketersediaan pangan, pemerintah menggelontorkan berbagai program dan kegiatan di Kabupaten Badung. Salah satu program tersebut adalah gerakan tanam padi seluas 2000 hektar, tanaman kedelai 66 hektar, tanaman jeruk 1000 pohon dan gertam cabai seluas 10 hektar, di samping bantuan rehabilitasi jaringan irigasi, alat dan mesin pertanian (Alsintan) dan alat-alat pasca panen yang sangat dibutuhkan petani untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja pertanian.

Untuk meningkatkan sinergitas sektor pertanian dengan sektor pariwisata dan UMKM serta membantu petani dalam membuka akses pasar, pihaknya sedang merangkul para pelaku usaha dan merancang program Badung Go Tani untuk mengoptimalkan pemasaran produk pertanian lokal serta mendorong petani untuk memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha tani dan mengakses pasar secara online. (esa)

 


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri gerakan tanam (Gertam) padi varietas inbrida di Subak Saih, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Jumat (13/8). Pada kesempatan itu, Adi Arnawa mengingatkan prajuru subak untuk mendukung upaya pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 agar sektor pariwisata yang menjadi andalan dalam menggerakan roda perekonomian segera dibuka kembali.

Menurut Adi Arnawa, pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia memberikan pelajaran penting bagi semua pihak untuk tidak melupakan sektor pertanian. Sektor pertanian ini telah terbukti mampu bertahan dalam menghadapi berbagai gejolak perekonomian dan menjadi tulang punggung dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. Pihaknya memberikan apresiasi kepada petani, meskipun dalam situasi pandemi Covid 19, petani tetap harus bekerja guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan mengajak krama subak bangga menjadi petani. “Pandemi ini mengajarkan kita agar tidak terlalu ketergantungan dengan sektor pariwisata, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengelola sektor pertanian agar dapat membangun ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Adi Arnawa.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana melaporkan bahwa dalam upaya menggerakan sektor pertanian dan menjaga ketersediaan pangan, pemerintah menggelontorkan berbagai program dan kegiatan di Kabupaten Badung. Salah satu program tersebut adalah gerakan tanam padi seluas 2000 hektar, tanaman kedelai 66 hektar, tanaman jeruk 1000 pohon dan gertam cabai seluas 10 hektar, di samping bantuan rehabilitasi jaringan irigasi, alat dan mesin pertanian (Alsintan) dan alat-alat pasca panen yang sangat dibutuhkan petani untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja pertanian.

Untuk meningkatkan sinergitas sektor pertanian dengan sektor pariwisata dan UMKM serta membantu petani dalam membuka akses pasar, pihaknya sedang merangkul para pelaku usaha dan merancang program Badung Go Tani untuk mengoptimalkan pemasaran produk pertanian lokal serta mendorong petani untuk memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha tani dan mengakses pasar secara online. (esa)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/