alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Covid-19 Kembali Melonjak, Pemkot Kembali Tutup Tiga Fasum

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tiga fasilitas umum kembali ditutup Pemkot Denpasar, menyusul tingginya kasus Covid-19. Penutupan tiga fasum yakni Lapangan Lumintang, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung dan Taman Kota Lumintang, guna mencegah terjadinya klaster baru penularan Covid-19. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai saat diwawancarai di ruang kerjanya, Minggu (13/9) menjelaskan, penularan yang semakin meningkat memang terjadi beberapa minggu belakangan ini. Tak hanya di Kota Denpasar, hampir sebagian besar daerah mengalami lonjakan kasus Covid-19.

“Kasus Covid-19 mengalami lonjakan. Untuk itu, semua harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena kasus terus melonjak, untuk sementara waktu, tiga fasilitas publik ditutup kembali guna mengurangi kerumunan dan keramaian,” jelasnya

Penutupan ketika tempat itu dilaksanakan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal ini sembari menunggu evaluasi penanganan dan rekomendasi dari GTPP Covid-19. “Mengingat kasus penyebaran Covid-19 mengalami peningkatan, mohon agar masyarakat untuk sementara tidak datang ke tiga tempat tersebut, baik untuk berolahraga maupun berekreasi. Masyarakat diimbau untuk berolahraga di rumah saja. Masyarakat agar bisa memaklumi demi kebaikan dan kesehatan bersama,” harap Dewa Rai. 

Pihaknya menambahkan, Pemkot Denpasar terus berkomitmen mendukung bergeraknya perekonomian masyarakat pada masa pandemi Covid-19 ini. Fasilitas publik yang memungkinkan untuk penerapan disiplin protokol kesehatan, masih tetap dibuka. Sehingga tidak semuanya ditutup, melainkan yang memiliki resiko tinggi penularan yang tidak terkendali. “Sejauh ini lapangan dan taman kota ramai dikunjungi hingga larut malam. Sehingga dikhawatirkan menjadi klaster baru akibat tidak terkendalinya kerumunan masyarakat,” pungkasnya. 

Untuk diketahui, tanda ditutupnya kawasan Lapangan Puputan Badung dipasang di sepanjang pintu masuk area lapangan. Penutupan dilakukan mulai Minggu (13/9). Sayangnya, pada Minggu siang masih banyak warga yang nekat melakukan aktivitas di kawasan tersebut, terutama pada area bermain anak-anak.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Tiga fasilitas umum kembali ditutup Pemkot Denpasar, menyusul tingginya kasus Covid-19. Penutupan tiga fasum yakni Lapangan Lumintang, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung dan Taman Kota Lumintang, guna mencegah terjadinya klaster baru penularan Covid-19. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai saat diwawancarai di ruang kerjanya, Minggu (13/9) menjelaskan, penularan yang semakin meningkat memang terjadi beberapa minggu belakangan ini. Tak hanya di Kota Denpasar, hampir sebagian besar daerah mengalami lonjakan kasus Covid-19.

“Kasus Covid-19 mengalami lonjakan. Untuk itu, semua harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena kasus terus melonjak, untuk sementara waktu, tiga fasilitas publik ditutup kembali guna mengurangi kerumunan dan keramaian,” jelasnya

Penutupan ketika tempat itu dilaksanakan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal ini sembari menunggu evaluasi penanganan dan rekomendasi dari GTPP Covid-19. “Mengingat kasus penyebaran Covid-19 mengalami peningkatan, mohon agar masyarakat untuk sementara tidak datang ke tiga tempat tersebut, baik untuk berolahraga maupun berekreasi. Masyarakat diimbau untuk berolahraga di rumah saja. Masyarakat agar bisa memaklumi demi kebaikan dan kesehatan bersama,” harap Dewa Rai. 

Pihaknya menambahkan, Pemkot Denpasar terus berkomitmen mendukung bergeraknya perekonomian masyarakat pada masa pandemi Covid-19 ini. Fasilitas publik yang memungkinkan untuk penerapan disiplin protokol kesehatan, masih tetap dibuka. Sehingga tidak semuanya ditutup, melainkan yang memiliki resiko tinggi penularan yang tidak terkendali. “Sejauh ini lapangan dan taman kota ramai dikunjungi hingga larut malam. Sehingga dikhawatirkan menjadi klaster baru akibat tidak terkendalinya kerumunan masyarakat,” pungkasnya. 

Untuk diketahui, tanda ditutupnya kawasan Lapangan Puputan Badung dipasang di sepanjang pintu masuk area lapangan. Penutupan dilakukan mulai Minggu (13/9). Sayangnya, pada Minggu siang masih banyak warga yang nekat melakukan aktivitas di kawasan tersebut, terutama pada area bermain anak-anak.


Most Read

Artikel Terbaru

/