alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Gede Dana Ajak Masyarakat Rayakan Galungan dengan Sederhana

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Momen Galungan dan Kuningan, 16 dan 26 September, terasa lain karena wabah saat ini sedang terjadi. Di tengah pandemi Covid-19, Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana mengajak masyarakat Karangasem merayakan hari raya dengan sederhana.

Sebab, seluruh elemen saat ini sedang fokus tangani wabah ini agar cepat berakhir, yakni memutus penyebaran virus dengan penerapan protokol kesehatan. Budaya berkumpul bersama keluarga, tetangga, warga banjar, dan hal yang biasa dilakukan saat Galungan, untuk sementara diminimalisir.

Untuk itu, Gede Dana mengajak seluruh umat Hindu senantiasa mulat sarira dalam perayaan Galungan dan Kuningan kali ini. Pelaksanaannya juga hendaknya dilakukan dengan sederhana di masing-masing keluarga, banjar adat, desa adat, untuk tetap patuhi protokol kesehatan.

“Ini penting terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Yang penting esensi utama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan tidak melenceng dari ajaran Agama Hindu,” harap politisi PDIP asal Desa Datah, Kecamatan Abang.

Gede Dana mengimbau seluruh masyarakat Karangasem agar tetap mengimplementasikan nilai adiluhung leluhur yaitu “segilik seguluk salunglung sabayantaka”, solid bergerak, bergotong-royong bersama menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Gede Dana juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi maupun pimpinan DPRD Karangasem kepada seluruh masyarakat. Mewakili pimpinan DPRD Karangasem, anggota DPRD, staff sekretariat DPRD, serta masyarakat mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Semoga pada momen hari yang penuh kemenangan dharma, kita bisa saling memaafkan, tetap bersama lewati wabah ini. Saya yakin dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong kita bisa melewati cobaan ini,” pungkasnya.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Momen Galungan dan Kuningan, 16 dan 26 September, terasa lain karena wabah saat ini sedang terjadi. Di tengah pandemi Covid-19, Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana mengajak masyarakat Karangasem merayakan hari raya dengan sederhana.

Sebab, seluruh elemen saat ini sedang fokus tangani wabah ini agar cepat berakhir, yakni memutus penyebaran virus dengan penerapan protokol kesehatan. Budaya berkumpul bersama keluarga, tetangga, warga banjar, dan hal yang biasa dilakukan saat Galungan, untuk sementara diminimalisir.

Untuk itu, Gede Dana mengajak seluruh umat Hindu senantiasa mulat sarira dalam perayaan Galungan dan Kuningan kali ini. Pelaksanaannya juga hendaknya dilakukan dengan sederhana di masing-masing keluarga, banjar adat, desa adat, untuk tetap patuhi protokol kesehatan.

“Ini penting terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Yang penting esensi utama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan tidak melenceng dari ajaran Agama Hindu,” harap politisi PDIP asal Desa Datah, Kecamatan Abang.

Gede Dana mengimbau seluruh masyarakat Karangasem agar tetap mengimplementasikan nilai adiluhung leluhur yaitu “segilik seguluk salunglung sabayantaka”, solid bergerak, bergotong-royong bersama menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Gede Dana juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi maupun pimpinan DPRD Karangasem kepada seluruh masyarakat. Mewakili pimpinan DPRD Karangasem, anggota DPRD, staff sekretariat DPRD, serta masyarakat mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Semoga pada momen hari yang penuh kemenangan dharma, kita bisa saling memaafkan, tetap bersama lewati wabah ini. Saya yakin dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong kita bisa melewati cobaan ini,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/