alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Pokja Aset Dorong OPD Kreatif Kembangkan Lahan Pupuan

TABANAN, BALI EXPRESS – DPRD Tabanan mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar kreatif dan inovatif, khususnya mengembangkan dan memanfaatkan lahan pertanian milik Pemkab Tabanan yang ada di wilayah Pupuan. 

Ketua Pokja Aset DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, mengatakan, pihaknya sejatinya mengupayakan adanya konsep keseimbangan pembangunan di Tabanan bagian timur dan barat, khususnya di sektor pertanian.

“Kita ingin pertanian menjadi pusat pengembangan, baik budaya dan ekonomi, sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya, Minggu (13/9).

Di wilayah Pupuan, Pemkab Tabanan memiliki lahan yang tersebar di sejumlah desa, mulai dari Desa Sanda, Batungsel, Padangan, Pujungan, Pupuan, Bantiran, termasuk Sai.

Namun, persoalan yang dihadapi adalah kurang kreatif dan inovatifnya OPD mengembangkan lahan-lahan tersebut, dan cenderung hanya menunggu anggaran dari APBD.

“Padahal bisa mengajukan anggaran ke Provinsi atau ke Pusat, bisa juga merangkul pihak swasta untuk mengembangkan lahan-lahan yang sangat potensial itu,” imbuhnya.

Hal itulah yang menurutnya menyebabkan pihak legislatif membuat Perda tentang Pengembangan Agribisnis Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisata.

Sebab, pihaknya ingin mendorong rekan-rekan di eksekutif untuk mengembangkan tempat-tempat yang potensial, baik itu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Payung hukum sudah lebih dulu kita siapkan, artinya sekarang tanggung jawab eksekutif untuk sama-sama membangun,” paparnya.

Terlebih pengembangan pertanian ini bisa terintegrasi dengan pariwisata yang berbasis kearifan lokal, sehingga setiap OPD bisa terkoneksi, bukan hanya Dinas Pertanian saja, namun juga OPD lainnya. Apalagi di Pupuan saat ini sudah ada Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Sanda, sehingga bisa diintegrasikan.

“Kita juga berharap OPD Dinas Pertanian kreatif dalam mengelola TTP agar bisa optimal memberikan pengetahuan pada petani dan masyarakat mengenai teknologi pertanian, mulai dari pembibitan dan lainnya,” beber politisi PDIP asal Pupuan tersebut.

Kata dia, juga ada kawasan Nikosake (Nira, Kopi, Salak, dan Kelapa), sehingga nantinya lahan-lahan tersebut bisa disesuaikan pengembangannya dengan letak geografisnya. Misalnya kawasan yang cocok untuk kopi, bisa ditanam kopi, juga ada durian, kunyit, salak madu, embung tabah hingga gonda.

“Ini merupakan hasil sidak kita ke Pupuan bulan Juli kemarin, dan kita harapkan segera ditindaklanjuti,” tandas Omardani. 


TABANAN, BALI EXPRESS – DPRD Tabanan mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar kreatif dan inovatif, khususnya mengembangkan dan memanfaatkan lahan pertanian milik Pemkab Tabanan yang ada di wilayah Pupuan. 

Ketua Pokja Aset DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, mengatakan, pihaknya sejatinya mengupayakan adanya konsep keseimbangan pembangunan di Tabanan bagian timur dan barat, khususnya di sektor pertanian.

“Kita ingin pertanian menjadi pusat pengembangan, baik budaya dan ekonomi, sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya, Minggu (13/9).

Di wilayah Pupuan, Pemkab Tabanan memiliki lahan yang tersebar di sejumlah desa, mulai dari Desa Sanda, Batungsel, Padangan, Pujungan, Pupuan, Bantiran, termasuk Sai.

Namun, persoalan yang dihadapi adalah kurang kreatif dan inovatifnya OPD mengembangkan lahan-lahan tersebut, dan cenderung hanya menunggu anggaran dari APBD.

“Padahal bisa mengajukan anggaran ke Provinsi atau ke Pusat, bisa juga merangkul pihak swasta untuk mengembangkan lahan-lahan yang sangat potensial itu,” imbuhnya.

Hal itulah yang menurutnya menyebabkan pihak legislatif membuat Perda tentang Pengembangan Agribisnis Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisata.

Sebab, pihaknya ingin mendorong rekan-rekan di eksekutif untuk mengembangkan tempat-tempat yang potensial, baik itu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Payung hukum sudah lebih dulu kita siapkan, artinya sekarang tanggung jawab eksekutif untuk sama-sama membangun,” paparnya.

Terlebih pengembangan pertanian ini bisa terintegrasi dengan pariwisata yang berbasis kearifan lokal, sehingga setiap OPD bisa terkoneksi, bukan hanya Dinas Pertanian saja, namun juga OPD lainnya. Apalagi di Pupuan saat ini sudah ada Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Sanda, sehingga bisa diintegrasikan.

“Kita juga berharap OPD Dinas Pertanian kreatif dalam mengelola TTP agar bisa optimal memberikan pengetahuan pada petani dan masyarakat mengenai teknologi pertanian, mulai dari pembibitan dan lainnya,” beber politisi PDIP asal Pupuan tersebut.

Kata dia, juga ada kawasan Nikosake (Nira, Kopi, Salak, dan Kelapa), sehingga nantinya lahan-lahan tersebut bisa disesuaikan pengembangannya dengan letak geografisnya. Misalnya kawasan yang cocok untuk kopi, bisa ditanam kopi, juga ada durian, kunyit, salak madu, embung tabah hingga gonda.

“Ini merupakan hasil sidak kita ke Pupuan bulan Juli kemarin, dan kita harapkan segera ditindaklanjuti,” tandas Omardani. 


Most Read

Artikel Terbaru

/