alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Mahasiswa Lampung ke Bali Diciduk, Hendak Edarkan Sabu Seharga Rp 2 M

DENPASAR, BALI EXPRESS – Datang ke Bali dengan maksud menyanggupi tawaran kerja. Seorang mahasiswa asal Lampung bernama Medi Sanjaya alias Kimo, 21, justru jadi target penangkapan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. 

 

Pasalnya, kerjaan yang diterima pemuda itu adalah mengambil dan mengedarkan narkoba jenis Sabu. Kepala BNNP Bali, Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra didampingi Kabid Brantas BNNP Bali, Putu Agus Arjaya menjelaskan kasus itu dalam rilis pers pada Rabu (13/10) di Kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja, Denpasar.

 

Secara rinci dijelaskan, awalnya Kimo mengaku sedang memerlukan uang. Sehingga ketika ada tawaran pekerjaan di Pulau Dewata dari seseorang disebut bernama ‘Ayah’, dia langsung mengiyakan. “Yang bersangkutan bersedia, apalagi keberangkatan dan kebutuhannya tinggal di Bali, akan ditanggung orang itu,” ujar Sugianyar.

 

Setibanya di tanah seribu pura, mahasiswa semester tujuh itu menginap di sebuah Homestay daerah Renon Denpasar. Pada Rabu (6/10), ia diminta untuk mengambil barang oleh orang yang sama di sebuah tempat sampah dekat homestay tersebut. Akan tetapi, semua pergerakan tersebut terendus oleh BNNP Bali.

 

Sekitar pukul 13.00, Kimo mengambil barang terindikasi narkoba, lalu dibawa ke dalam kamar. Tim Opsnal BNNP Bali pun sudah mengamati gerak-gerik pelaku dari awal. Sehingga saat pemuda itu keluar lagi, tanpa menunggu lama petugas langsung meringkusnya.

 

“Selama ini pelaku memang tahu barang yang diambil adalah narkoba, karena saat diinterogasi, dia mengaku benar mengambil narkoba di tong sampah,” beber mantan Kabid Humas Polda Bali ini. Selanjutnya dilakukan penggeledahan ke dalam kamarnya, dan ditemukan bendel plastik klip Sabu seberat satu kilogram.

 

Selain itu ditemukan juga timbangan digital warna hitam. Barang terlarang tersebut memang diakui olehnya adalah milik orang yang tidak benar-benar dikenal olehnya bernama Ayah dan rencananya akan diedarkan. Mereka hanya berkomunikasi lewat Hp dan langsung terputus saat terungkap.

 

“Kasus ini masih kami dalami lagi,” kata dia. Dari pendeteksian yang dilaksanakan, sementara diketahui barang pembuat sakau berasal dari jaringan Jakarta. Akibat perbuatannya, pelaku diganjar Pasal 114 Ayat 2 atau Pasal 112 Ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (ges)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Datang ke Bali dengan maksud menyanggupi tawaran kerja. Seorang mahasiswa asal Lampung bernama Medi Sanjaya alias Kimo, 21, justru jadi target penangkapan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. 

 

Pasalnya, kerjaan yang diterima pemuda itu adalah mengambil dan mengedarkan narkoba jenis Sabu. Kepala BNNP Bali, Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra didampingi Kabid Brantas BNNP Bali, Putu Agus Arjaya menjelaskan kasus itu dalam rilis pers pada Rabu (13/10) di Kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja, Denpasar.

 

Secara rinci dijelaskan, awalnya Kimo mengaku sedang memerlukan uang. Sehingga ketika ada tawaran pekerjaan di Pulau Dewata dari seseorang disebut bernama ‘Ayah’, dia langsung mengiyakan. “Yang bersangkutan bersedia, apalagi keberangkatan dan kebutuhannya tinggal di Bali, akan ditanggung orang itu,” ujar Sugianyar.

 

Setibanya di tanah seribu pura, mahasiswa semester tujuh itu menginap di sebuah Homestay daerah Renon Denpasar. Pada Rabu (6/10), ia diminta untuk mengambil barang oleh orang yang sama di sebuah tempat sampah dekat homestay tersebut. Akan tetapi, semua pergerakan tersebut terendus oleh BNNP Bali.

 

Sekitar pukul 13.00, Kimo mengambil barang terindikasi narkoba, lalu dibawa ke dalam kamar. Tim Opsnal BNNP Bali pun sudah mengamati gerak-gerik pelaku dari awal. Sehingga saat pemuda itu keluar lagi, tanpa menunggu lama petugas langsung meringkusnya.

 

“Selama ini pelaku memang tahu barang yang diambil adalah narkoba, karena saat diinterogasi, dia mengaku benar mengambil narkoba di tong sampah,” beber mantan Kabid Humas Polda Bali ini. Selanjutnya dilakukan penggeledahan ke dalam kamarnya, dan ditemukan bendel plastik klip Sabu seberat satu kilogram.

 

Selain itu ditemukan juga timbangan digital warna hitam. Barang terlarang tersebut memang diakui olehnya adalah milik orang yang tidak benar-benar dikenal olehnya bernama Ayah dan rencananya akan diedarkan. Mereka hanya berkomunikasi lewat Hp dan langsung terputus saat terungkap.

 

“Kasus ini masih kami dalami lagi,” kata dia. Dari pendeteksian yang dilaksanakan, sementara diketahui barang pembuat sakau berasal dari jaringan Jakarta. Akibat perbuatannya, pelaku diganjar Pasal 114 Ayat 2 atau Pasal 112 Ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/