alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Polres Gianyar ‘All Out’ Diback Up Tiga Polsek Amankan Perobohan Kios

GIANYAR, BALI EXPRESS – Disisi lain, Waka Polres Gianyar Kompol I Nyoman Wirajaya menegaskan jika pihaknya menurunkan 120 orang personil untuk mengamankan proses eksekusi bangunan tersebut diback up personil dari tiga polsek yakni Polsek Tegallalang, Polsek Ubud, dan Polsek Payangan. “Kita hadir all out ditengah masyarakat. Apalagi kegiatan itu memiliki potensi konflik,” tegasnya.

Dengan lobi-lobi yang telah dilakukannya kepada kedua belah pihak, dirinya berharap eksekusi itu tidak memicu hal-hal yang tidak diinginkan dan berharap persoalan tersebut cepat selesai dan tuntas. “Kemarin sampai malam saya masih melakukan koordinasi dengan prajuru adat, mereka bersikap dewasa sehingga kita harapkan persoalan ini segera tuntas,” imbuhnya.

Meskipun proses eksekusi berlangsung lancer dan kondusif, Kompol Wirajaya mengaku akan tetap memonitor kondisi di Desa Adat Pakudui selama 3 hari kedepannya sembari tetap melakukan pendekatan persuasive. “Kita tetap monitor. Raimas kita juga tetap mobiling selama 24 jam selama tiga hari kedepan,” sambungnya.

Terlebih tanggal 14 Oktober 2021 ini, pintu internasional akan dibuka sehingga wisatawan mancanegara akan mulai berdatangan ke wilayah Ubud. Sehingga pihaknya all out dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi wisman maupun bagi masyarakat. “Masyarakat dan wisman tentu ingin situasi betul-betul kondusif. Dan kita bersyukur masyarakat disini sangat kondusif mengikuti apa arahan kita, tidak ada geliat, tidak ada lawan melawan, semua menerima,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Disisi lain, Waka Polres Gianyar Kompol I Nyoman Wirajaya menegaskan jika pihaknya menurunkan 120 orang personil untuk mengamankan proses eksekusi bangunan tersebut diback up personil dari tiga polsek yakni Polsek Tegallalang, Polsek Ubud, dan Polsek Payangan. “Kita hadir all out ditengah masyarakat. Apalagi kegiatan itu memiliki potensi konflik,” tegasnya.

Dengan lobi-lobi yang telah dilakukannya kepada kedua belah pihak, dirinya berharap eksekusi itu tidak memicu hal-hal yang tidak diinginkan dan berharap persoalan tersebut cepat selesai dan tuntas. “Kemarin sampai malam saya masih melakukan koordinasi dengan prajuru adat, mereka bersikap dewasa sehingga kita harapkan persoalan ini segera tuntas,” imbuhnya.

Meskipun proses eksekusi berlangsung lancer dan kondusif, Kompol Wirajaya mengaku akan tetap memonitor kondisi di Desa Adat Pakudui selama 3 hari kedepannya sembari tetap melakukan pendekatan persuasive. “Kita tetap monitor. Raimas kita juga tetap mobiling selama 24 jam selama tiga hari kedepan,” sambungnya.

Terlebih tanggal 14 Oktober 2021 ini, pintu internasional akan dibuka sehingga wisatawan mancanegara akan mulai berdatangan ke wilayah Ubud. Sehingga pihaknya all out dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi wisman maupun bagi masyarakat. “Masyarakat dan wisman tentu ingin situasi betul-betul kondusif. Dan kita bersyukur masyarakat disini sangat kondusif mengikuti apa arahan kita, tidak ada geliat, tidak ada lawan melawan, semua menerima,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/