alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Usai Peras Pedagang, Preman Jalanan Dibekuk

BALI EXPRESS, GIANYAR – IWT, 43, seorang preman jalanan yang mengaku sebagai anggota salah satu ormas harus berurusan dengan polisi. Pria asal Sidemen, Karangasem ini dibekuk jajaran Polsek Blahbatuh, Gianyar setelah melakukan pemerasan kepada para pedagang di areal Pasar Malam Pura Masceti Minggu (11/11) malam.

Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group) Senin (12/11) kemarin menyebutkan, penangkapan pelaku bermula dari informasi yang disampaikan para pedagang kepada polisi. Dikatakan sejak dua hari terakhir, ada seorang pria yang kerap memeras pedagang. Termasuk tak segan untuk mengancam. Karena resah dengan ulah pria tersebut, para pedagang menyampaikan informasi tersebut ke polisi.

Baca Juga :  Gunung Agung Kembali Erupsi, Gianyar Terpapar Abu

Dikonfirmasi kemarin, Kapolsek Blahbatuh Kompol I Ketut Dwikora membenarkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan, setelah mendapatkan informasi dari pedagang, pada Minggu malam polisi akhirnya meluncur ke lokasi Pasar Malam Pura Masceti. Hingga sekitar pukul 21.00 pelaku berhasil dibekuk anggotanya.

“Saat diamankan, dia memang tidak melawan. Bahkan ketika anggota memeriksanya, pelaku juga mengakui perbuatannya yang memeras para pedagang. Termasuk mengaku jika hasil pemerasan, dia gunakan untuk minum-minum,” terangnya.

Disinggung mengenai pengakuan pelaku sebagai anggota salah satu ormas. Kompol Dwikora tak menampik hal itu. Tapi hasil pemeriksaan dan penggeledahan, pihaknya tak menemukan adanya kartu keanggotaan ormas seperti yang disebutkan pelaku.

“Ya dia ngaku anggota ormas. Sepertinya pengakuannya itu untuk menakuti-nakuti pedagang. Apalagi saat meminta uang ke pedagang, dia juga tak segan untuk mengancam,” paparnya.

Baca Juga :  Maag Tak Kunjung Sembuh, Warga Sayan Gantung Diri di Kamar Mandi

Dikatakan olehnya, aksi pelaku ini sendiri baru berlangsung beberapa hari, tepatnya sejak dua hari yakni pada Sabtu malam. Sebelumnya, menurut informasi pelaku memang tidak pernah ada di areal pasar malam.

“Sebelum-sebelumnya yang bersangkutan ini tidak pernah ada disana. Baru muncul dua hari lalu, makanya langsung dilaporkan pedagang, dan diamankan anggota. Saat ini pelaku sudah ditahan. Anggota juga sudah sempat ke Sidemen daerah asalnya, ternyata dia tidak ada rumah, katanya sudah dijual,” paparnya.

Atas tindakannya tersebut, polisi menjeratnya dengan pasal pasal 368 KUHP tentang tindak pemerasan.


BALI EXPRESS, GIANYAR – IWT, 43, seorang preman jalanan yang mengaku sebagai anggota salah satu ormas harus berurusan dengan polisi. Pria asal Sidemen, Karangasem ini dibekuk jajaran Polsek Blahbatuh, Gianyar setelah melakukan pemerasan kepada para pedagang di areal Pasar Malam Pura Masceti Minggu (11/11) malam.

Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group) Senin (12/11) kemarin menyebutkan, penangkapan pelaku bermula dari informasi yang disampaikan para pedagang kepada polisi. Dikatakan sejak dua hari terakhir, ada seorang pria yang kerap memeras pedagang. Termasuk tak segan untuk mengancam. Karena resah dengan ulah pria tersebut, para pedagang menyampaikan informasi tersebut ke polisi.

Baca Juga :  Pedagang dan Pengunjung Bengkung di Pantai Pering-Saba Ditertibkan

Dikonfirmasi kemarin, Kapolsek Blahbatuh Kompol I Ketut Dwikora membenarkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan, setelah mendapatkan informasi dari pedagang, pada Minggu malam polisi akhirnya meluncur ke lokasi Pasar Malam Pura Masceti. Hingga sekitar pukul 21.00 pelaku berhasil dibekuk anggotanya.

“Saat diamankan, dia memang tidak melawan. Bahkan ketika anggota memeriksanya, pelaku juga mengakui perbuatannya yang memeras para pedagang. Termasuk mengaku jika hasil pemerasan, dia gunakan untuk minum-minum,” terangnya.

Disinggung mengenai pengakuan pelaku sebagai anggota salah satu ormas. Kompol Dwikora tak menampik hal itu. Tapi hasil pemeriksaan dan penggeledahan, pihaknya tak menemukan adanya kartu keanggotaan ormas seperti yang disebutkan pelaku.

“Ya dia ngaku anggota ormas. Sepertinya pengakuannya itu untuk menakuti-nakuti pedagang. Apalagi saat meminta uang ke pedagang, dia juga tak segan untuk mengancam,” paparnya.

Baca Juga :  Tiga Tersangka KDRT Digiring ke Mapolda Bali

Dikatakan olehnya, aksi pelaku ini sendiri baru berlangsung beberapa hari, tepatnya sejak dua hari yakni pada Sabtu malam. Sebelumnya, menurut informasi pelaku memang tidak pernah ada di areal pasar malam.

“Sebelum-sebelumnya yang bersangkutan ini tidak pernah ada disana. Baru muncul dua hari lalu, makanya langsung dilaporkan pedagang, dan diamankan anggota. Saat ini pelaku sudah ditahan. Anggota juga sudah sempat ke Sidemen daerah asalnya, ternyata dia tidak ada rumah, katanya sudah dijual,” paparnya.

Atas tindakannya tersebut, polisi menjeratnya dengan pasal pasal 368 KUHP tentang tindak pemerasan.


Most Read

Artikel Terbaru

/