alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Pesawat Cessna-208 Caravan Dimonim Air Pecah Ban di Bandara Ngurah Rai

BADUNG, BALI EXPRESS – Sebuah insiden pecah ban pesawat terjadi di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pesawat tersebut jenis Cessna-208 Caravan yang dioperasikan oleh Dimonim Air. Meski ada insiden tersebut, pihak bandara mengklaim situasinya masih aman.

“Aman, semuanya aman, penumpang aman, terus landasan juga aman, tidak ada yang rusak,” ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali Taufan Yudhistira, Sabtu (13/11).

Menurut Taufan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.34 Wita, Jumat (12/11). Bermula dari pesawat charter medical flight tersebut terbang dari Bandar Udara Internasional El Tari, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pesawat dengan rute penerbangan Kupang-Denpasar tersebut mengangkut sebanyak lima orang penumpang, meliputi dua orang pilot, dua orang teknisi dan satu orang tenaga kesehatan.

Kemudian, pilot merasakan goyang pada ban kiri ketika landing di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan saat itu diketahui pesawat mengalami pecah ban. “Awalnya landing, ketika mau masuk taxi way pilotnya merasa seperti ban kirinya goyang,” ungkapnya.

Karena pesawat dirasakan goyang, pilot kemudian memberhentikan pesawat pada runway sebelum masuk ke taxi way. Setelah itu pesawat kemudian digeret menuju ke taxi way bandara. “Begitu mereka berhenti di runway sebelum masuk taxi itu close, terus pesawat digeret ke taxi baru open bandara,” katanya.

Akibat insiden pesawat dengan registrasi PK-HVX tersebut, menyebabkan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali sempat tutup selama satu jam lebih. Yakni mulai pukul 17.43 Wita sampai dengan pukul 18.43 Wita. Kondisi itu menyebabkan ada sebanyak delapan penerbangan yang terdampak.

“Ada delapan penerbangan yang terdampak. Tiga datang lima berangkat. Tidak batal, hanya delay,” katanya.


BADUNG, BALI EXPRESS – Sebuah insiden pecah ban pesawat terjadi di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pesawat tersebut jenis Cessna-208 Caravan yang dioperasikan oleh Dimonim Air. Meski ada insiden tersebut, pihak bandara mengklaim situasinya masih aman.

“Aman, semuanya aman, penumpang aman, terus landasan juga aman, tidak ada yang rusak,” ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali Taufan Yudhistira, Sabtu (13/11).

Menurut Taufan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.34 Wita, Jumat (12/11). Bermula dari pesawat charter medical flight tersebut terbang dari Bandar Udara Internasional El Tari, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pesawat dengan rute penerbangan Kupang-Denpasar tersebut mengangkut sebanyak lima orang penumpang, meliputi dua orang pilot, dua orang teknisi dan satu orang tenaga kesehatan.

Kemudian, pilot merasakan goyang pada ban kiri ketika landing di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan saat itu diketahui pesawat mengalami pecah ban. “Awalnya landing, ketika mau masuk taxi way pilotnya merasa seperti ban kirinya goyang,” ungkapnya.

Karena pesawat dirasakan goyang, pilot kemudian memberhentikan pesawat pada runway sebelum masuk ke taxi way. Setelah itu pesawat kemudian digeret menuju ke taxi way bandara. “Begitu mereka berhenti di runway sebelum masuk taxi itu close, terus pesawat digeret ke taxi baru open bandara,” katanya.

Akibat insiden pesawat dengan registrasi PK-HVX tersebut, menyebabkan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali sempat tutup selama satu jam lebih. Yakni mulai pukul 17.43 Wita sampai dengan pukul 18.43 Wita. Kondisi itu menyebabkan ada sebanyak delapan penerbangan yang terdampak.

“Ada delapan penerbangan yang terdampak. Tiga datang lima berangkat. Tidak batal, hanya delay,” katanya.


Most Read

Artikel Terbaru

/