alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Dua Bule Ceburkan Motor di Tanah Ampo Menuai Protes

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Ulah pasangan bule yang menceburkan diri ke laut bersama motor yang dinaikinya di dermaga Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Karangasem menjadi sorotan publik. Kedatangan mereka ke dermaga cruise yang belum beroperasi itu diduga untuk kebutuhan konten di media sosial (medsos). Aksi mereka diketahui khalayak setelah videonya tersebar di beberapa akun medsos.

Dalam rekaman video itu terlihat pria bule mengenakan baju merah bercelana putih panjang mengendarai motor keluaran lama yang telah dimodifikasi. Sementara si wanita yang mengenakan bikini warna oranye dibonceng. Motor yang dinaiki keduanya pun melaju cukup kencang dari utara dermaga.

Sesaat sebelum tiba di ujung dermaga, si bule wanita tampak berdiri dengan gaya menaikkan satu kaki ke belakang. Alhasil, tiba di ujung dermaga, kedua bule itu meloncat ke laut bersamaan dengan motor yang dikendarai. Video berdurasi sekitar satu menit itu mengundang banyak komentar pengguna medsos.

Motor tersebut kabarnya sudah ditarik ke permukaan beberapa menit setelah video itu dibuat. Meski begitu, video yang kadung tersebar itu tetap dikritisi karena dinilai berpotensi mencemari laut. Publik juga menyayangkan aksi wisatawan mancanegara (wisman) itu karena dikhawatirkan bakal ditiru orang lainnya.

Ketua PHRI Karangasem I Wayan Kariasa juga menyayangkan adegan itu. Pria yang juga menjabat ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Karangasem sepakat, aksi nekat itu tak patut dicontoh. Sebab, dikhawatirkan bakal mencemari lingkungan dan biota laut akibat kemungkinan bensin dan oli sempat tercecer di perairan.

Niat wisatawan untuk membuat video di suatu daerah, diakui, secara tidak langsung menjadi bentuk promosi. Kariasa memahami pembuat konten di medsos selalu tertantang membuat suatu yang baru demi pengikut dan penyuka unggahan. Salah satunya dengan cara kontroversial. 

Namun Kariasa tak membenarkan cara yang dilakukan. “Saya juga dapat infonya, dan itu sangat disayangkan karena akan mengakibatkan pencemaran lingkungan,” tegas dia, Minggu (13/12). Dia menilai, inilah pentingnya edukasi buat wisatawan agar tetap menaati norma dan menghormati kebiasaan yang diterapkan di suatu daerah. Yang paling krusial di Bali seperti imbauan menjaga kesucian tempat suci, menjaga lingkungan, dan keamanan. 

Bagi Kariasa, seluruh pengelola objek wisata dan akomodasi wisata wajib memasang plang imbauan. “Inilah pentingnya pengelola tempat wisata, desa adat memberikan pemahaman ke masyarakat, dan pengunjung demi pariwisata dan ekonomi lebih baik,” pungkasnya.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Ulah pasangan bule yang menceburkan diri ke laut bersama motor yang dinaikinya di dermaga Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Karangasem menjadi sorotan publik. Kedatangan mereka ke dermaga cruise yang belum beroperasi itu diduga untuk kebutuhan konten di media sosial (medsos). Aksi mereka diketahui khalayak setelah videonya tersebar di beberapa akun medsos.

Dalam rekaman video itu terlihat pria bule mengenakan baju merah bercelana putih panjang mengendarai motor keluaran lama yang telah dimodifikasi. Sementara si wanita yang mengenakan bikini warna oranye dibonceng. Motor yang dinaiki keduanya pun melaju cukup kencang dari utara dermaga.

Sesaat sebelum tiba di ujung dermaga, si bule wanita tampak berdiri dengan gaya menaikkan satu kaki ke belakang. Alhasil, tiba di ujung dermaga, kedua bule itu meloncat ke laut bersamaan dengan motor yang dikendarai. Video berdurasi sekitar satu menit itu mengundang banyak komentar pengguna medsos.

Motor tersebut kabarnya sudah ditarik ke permukaan beberapa menit setelah video itu dibuat. Meski begitu, video yang kadung tersebar itu tetap dikritisi karena dinilai berpotensi mencemari laut. Publik juga menyayangkan aksi wisatawan mancanegara (wisman) itu karena dikhawatirkan bakal ditiru orang lainnya.

Ketua PHRI Karangasem I Wayan Kariasa juga menyayangkan adegan itu. Pria yang juga menjabat ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Karangasem sepakat, aksi nekat itu tak patut dicontoh. Sebab, dikhawatirkan bakal mencemari lingkungan dan biota laut akibat kemungkinan bensin dan oli sempat tercecer di perairan.

Niat wisatawan untuk membuat video di suatu daerah, diakui, secara tidak langsung menjadi bentuk promosi. Kariasa memahami pembuat konten di medsos selalu tertantang membuat suatu yang baru demi pengikut dan penyuka unggahan. Salah satunya dengan cara kontroversial. 

Namun Kariasa tak membenarkan cara yang dilakukan. “Saya juga dapat infonya, dan itu sangat disayangkan karena akan mengakibatkan pencemaran lingkungan,” tegas dia, Minggu (13/12). Dia menilai, inilah pentingnya edukasi buat wisatawan agar tetap menaati norma dan menghormati kebiasaan yang diterapkan di suatu daerah. Yang paling krusial di Bali seperti imbauan menjaga kesucian tempat suci, menjaga lingkungan, dan keamanan. 

Bagi Kariasa, seluruh pengelola objek wisata dan akomodasi wisata wajib memasang plang imbauan. “Inilah pentingnya pengelola tempat wisata, desa adat memberikan pemahaman ke masyarakat, dan pengunjung demi pariwisata dan ekonomi lebih baik,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/