alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Banjir Bandang Nusa Penida Disebut Peristiwa Langka

NUSA PENIDA, BALI EXPRESS – Banjir bandang terjadi di beberapa titik di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali, Senin (13/12), disebut sebagai peristiwa langka.  Sebab, selama 20 tahun lebih, belum pernah terjadi peristiwa seperti saat ini. Beruntungnya tidak ada sampai korban jiwa pada bencana yang terjadi di Desa Suana, Desa Kutampi Kaler, Desa Ped, Batununggul dan Desa Sakti, itu. Cuma banyak rumah terendam. Demikian juga dengan fasilitas umum banyak rusak. 

Perbekel Kutampi Kaler I Made Mudra menegaskan, banjir sebesar itu merupakan yang pertama menerjang Nusa Penida setelah 20 tahun lebih.  Menurutnya, hujan deras sampai merusak fasilitas beberapa kali terjadi, tetapi tidak separah ini.

Untuk di Kutampi Kaler, sebut dia, ada dua banjar tergolong parah. Yaitu Banjar Celuk dan Telaga. Meski tak merinci kerusakan di sana, Mudra mengatakan banyak rumah warga rusak.

“Aspal di Celuk benyah. Di Telaga jembatan rusak,” kata Mudra.

Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group) banjir bandang menerjang pemukiman warga Senin dini hari. Seperti yang terjadi di Dusun Karangsari, Desa Suana. Air yang datang secara tiba-tiba membuat warga panik. Sejumlah warga berusaha menyelamatkan diri. Informasinya ada yang sampai ke Pura Goa Giri Putri. Mereka tidak menyangka akan datangnya air dari dataran tinggi.  

Perbekel Desa Suana Putu Rai Sudarta menjelaskan, Desa Suana dan sekitarnya diguyur hujan sejak pukul 02.00. Sejam kemudian, banjir bandang menerjang dari arah perbukitan. Air sempat mencapai 1,5 meter.

“Warga tidak menyangka, karena sebelumnya sering hujan deras tapi tidak sampai ada air datang sebesar kali ini dari perbukitan,” ujar Rai Sudarta.

Akibat kejadian itu, sejumlah bangunan warga rusak. Selain itu, belasan kendaraan warga hanyut. Beberapa sudah ditemukan, termasuk satu unit mobil ditemukan tersangkut  di aliran Sungai Karangsari. Secara gotong royong, warga setempat mengevakuasi mobil tersebut.


NUSA PENIDA, BALI EXPRESS – Banjir bandang terjadi di beberapa titik di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali, Senin (13/12), disebut sebagai peristiwa langka.  Sebab, selama 20 tahun lebih, belum pernah terjadi peristiwa seperti saat ini. Beruntungnya tidak ada sampai korban jiwa pada bencana yang terjadi di Desa Suana, Desa Kutampi Kaler, Desa Ped, Batununggul dan Desa Sakti, itu. Cuma banyak rumah terendam. Demikian juga dengan fasilitas umum banyak rusak. 

Perbekel Kutampi Kaler I Made Mudra menegaskan, banjir sebesar itu merupakan yang pertama menerjang Nusa Penida setelah 20 tahun lebih.  Menurutnya, hujan deras sampai merusak fasilitas beberapa kali terjadi, tetapi tidak separah ini.

Untuk di Kutampi Kaler, sebut dia, ada dua banjar tergolong parah. Yaitu Banjar Celuk dan Telaga. Meski tak merinci kerusakan di sana, Mudra mengatakan banyak rumah warga rusak.

“Aspal di Celuk benyah. Di Telaga jembatan rusak,” kata Mudra.

Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group) banjir bandang menerjang pemukiman warga Senin dini hari. Seperti yang terjadi di Dusun Karangsari, Desa Suana. Air yang datang secara tiba-tiba membuat warga panik. Sejumlah warga berusaha menyelamatkan diri. Informasinya ada yang sampai ke Pura Goa Giri Putri. Mereka tidak menyangka akan datangnya air dari dataran tinggi.  

Perbekel Desa Suana Putu Rai Sudarta menjelaskan, Desa Suana dan sekitarnya diguyur hujan sejak pukul 02.00. Sejam kemudian, banjir bandang menerjang dari arah perbukitan. Air sempat mencapai 1,5 meter.

“Warga tidak menyangka, karena sebelumnya sering hujan deras tapi tidak sampai ada air datang sebesar kali ini dari perbukitan,” ujar Rai Sudarta.

Akibat kejadian itu, sejumlah bangunan warga rusak. Selain itu, belasan kendaraan warga hanyut. Beberapa sudah ditemukan, termasuk satu unit mobil ditemukan tersangkut  di aliran Sungai Karangsari. Secara gotong royong, warga setempat mengevakuasi mobil tersebut.


Most Read

Artikel Terbaru

/