alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Desa Ped Paling Parah dalam Banjir Bandang di Nusa Penida

NUSA PENIDA, BALI EXPRESS – Desa Ped, disebut mengalami kerusakan paling parah pada bencana banjir bandang di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali, Senin (13/12). Karena jika dibandingkan dengan Desa Suana, Kutampi Kaler, Batununggul, dan Sakti, di Desa Ped paling banyak fasilitas umum dan jalan yang rusak parah.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung hingga Senin malam masih melakukan pendataan dampak bencana. Secara umum, Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada menyebutkan bahwa banyak rumah terendam. Demikian juga fasilitas umum, banyak rusak. Paling parah di Desa Ped.

“Kerusakan fasilitas umum di Desa Ped paling parah. Jalan banyak jebol di sana,” terangnya. 

Sementara itu, Pemkab Klungkung langsung menetapkan status tanggap darurat bencana. Tanggap darurat hingga dua pekan depan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang begitu mendapat informasi bencana langsung ke Nusa Penida, mengatakan penetapan status itu sangat penting agar anggaran belanja tak terduga (BTT) bisa digunakan untuk penanganan bencana.  “Sebagai penanggulangan jangka pendek, akan kami upayakan dengan belanja tidak terduga yang masih tersisa di akhir anggaran ini,” jelas Suwirta.

Disebutkannya, ada beberapa pertimbangan ditetapkan status tanggap darurat bencana.  Di antaranya, banjir bandang merusak berbagai fasilitas umum.  

Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group) banjir bandang menerjang pemukiman warga Senin dini hari. Seperti yang terjadi di Dusun Karangsari, Desa Suana. Air yang datang secara tiba-tiba membuat warga panik. Sejumlah warga berusaha menyelamatkan diri. Informasinya ada yang sampai ke Pura Goa Giri Putri. Mereka tidak menyangka akan datangnya air dari dataran tinggi.  

Perbekel Desa Suana Putu Rai Sudarta menjelaskan, Desa Suana dan sekitarnya diguyur hujan sejak pukul 02.00. Sejam kemudian, banjir bandang menerjang dari arah perbukitan. Air sempat mencapai 1,5 meter.

“Warga tidak menyangka, karena sebelumnya sering hujan deras tapi tidak sampai ada air datang sebesar kali ini dari perbukitan,” ujar Rai Sudarta.

Akibat kejadian itu, sejumlah bangunan warga rusak. Selain itu, belasan kendaraan warga hanyut. Beberapa sudah ditemukan, termasuk satu unit mobil ditemukan tersangkut  di aliran Sungai Karangsari. Secara gotong royong, warga setempat mengevakuasi mobil tersebut.

 


NUSA PENIDA, BALI EXPRESS – Desa Ped, disebut mengalami kerusakan paling parah pada bencana banjir bandang di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali, Senin (13/12). Karena jika dibandingkan dengan Desa Suana, Kutampi Kaler, Batununggul, dan Sakti, di Desa Ped paling banyak fasilitas umum dan jalan yang rusak parah.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung hingga Senin malam masih melakukan pendataan dampak bencana. Secara umum, Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada menyebutkan bahwa banyak rumah terendam. Demikian juga fasilitas umum, banyak rusak. Paling parah di Desa Ped.

“Kerusakan fasilitas umum di Desa Ped paling parah. Jalan banyak jebol di sana,” terangnya. 

Sementara itu, Pemkab Klungkung langsung menetapkan status tanggap darurat bencana. Tanggap darurat hingga dua pekan depan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang begitu mendapat informasi bencana langsung ke Nusa Penida, mengatakan penetapan status itu sangat penting agar anggaran belanja tak terduga (BTT) bisa digunakan untuk penanganan bencana.  “Sebagai penanggulangan jangka pendek, akan kami upayakan dengan belanja tidak terduga yang masih tersisa di akhir anggaran ini,” jelas Suwirta.

Disebutkannya, ada beberapa pertimbangan ditetapkan status tanggap darurat bencana.  Di antaranya, banjir bandang merusak berbagai fasilitas umum.  

Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group) banjir bandang menerjang pemukiman warga Senin dini hari. Seperti yang terjadi di Dusun Karangsari, Desa Suana. Air yang datang secara tiba-tiba membuat warga panik. Sejumlah warga berusaha menyelamatkan diri. Informasinya ada yang sampai ke Pura Goa Giri Putri. Mereka tidak menyangka akan datangnya air dari dataran tinggi.  

Perbekel Desa Suana Putu Rai Sudarta menjelaskan, Desa Suana dan sekitarnya diguyur hujan sejak pukul 02.00. Sejam kemudian, banjir bandang menerjang dari arah perbukitan. Air sempat mencapai 1,5 meter.

“Warga tidak menyangka, karena sebelumnya sering hujan deras tapi tidak sampai ada air datang sebesar kali ini dari perbukitan,” ujar Rai Sudarta.

Akibat kejadian itu, sejumlah bangunan warga rusak. Selain itu, belasan kendaraan warga hanyut. Beberapa sudah ditemukan, termasuk satu unit mobil ditemukan tersangkut  di aliran Sungai Karangsari. Secara gotong royong, warga setempat mengevakuasi mobil tersebut.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/