alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Gandengan Tangan, Koster-Giri Kian Mesra, Bisa Bertandem di Pilgub

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Hubungan dua tokoh besar Bali, yakni Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta terlihat semakin mesra. Hal ini ditunjukan saat keduanya menghadiri Perayaan Natal Bersama di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (10/12). Salah stu momen yang diabadikan menunjukkan Gubernur asal Sembiran dan Bupati asal Pelaga tersebut saling berpegangan tangan saat menuruni panggung.

 

Bahkan tidak hanya itu, kedua belah pihak sempat saling memuji saat memberikan sambutan dalam acara tersebut. Pada kesempatan bersama Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan, pasangan Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa (Giri-Asa) terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati atas dukungan dari umat Kristen dan Katolik. Terlepas dari itu ia juga mengakui berhasil menjadi Badung satu akibat dikoordinir oleh Wayan Koster.

 

Ketua DPC PDIP Badung ini juga mengungkapkan, dengan menjadi Gubernur Bali, Wayan Koster dapat memberikan persatuan antar umat kristiani. “Tepuk tangan untuk Bapak Wayan Koster. Dengan kehadiran beliau luar biasa umat kristiani solid bergerak untuk bersatu,” ujar  Giri Prasta.

 

Gubernur Bali juga mengapresiasi, Giri Prasta karena dalam sambutannya telah berhasil mengingatkan kembali ke masa muda. Pasalnya dalam mengakhiri pidatonya Giri Prasta menyanyikan lagu Gereja Tua milik grup band Panbers yang dirilis tahun 1970.

 

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Badung Putu Parwata yang melihat kemesraan kedua belah pihak mengatakan, hal tersebut adalah sebuah bentuk persatuan dan kekompakan dari para pemimpin. Pasalnya dengan kekompakan para pemimpin maka yang diuntungkan adalah rakyat.

 

“Seorang pemimpin besar memang harus begitu harus bersatu apalagi sebagai kader partai yang sama harus memabangun suatu sinergitas dan kekuatan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Itu wajib untuk kepentingan masyarakat, saya rasa semua pemimpin itu bersatu apalagi di Bali yang dinahkodai oleh PDIP harus kompak solid dan bergerak untuk rakyat, sesuai dengan yang diajarkan oleh Ketua Umum PDIP ibu Megawati,” terang Parwata.

 

Disinggung dengan semakin eratnya hubungan kedua belah pihak dapat menjadi pasangan saat pencalonan Gubernur dan wakil Gubernur tahun 2024, Parwata menjelaskan sangat mungkin. Namun Ketua DPRD Badung ini, mengingatkan seluruh pencalonan kepala daerah merupakan mandat atau tugas dari partai.

 

“Semua sangat mungkin, Pak Gubetnur dicalonkan lagi bisa dipaketkan atau dipasangkan dengan Pak Giri (Cawagub). Kalau di PDIP kami harus siap ditugaskan, untuk menjadi calon kepala daerah adalah penugasan dari partai. Kami sebagai kader partai juga harus memiliki kompetensi dan memiliki kinerja yang baik sebagai penilaian dari Ketua Umum nantinya,” pungkasnya.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Hubungan dua tokoh besar Bali, yakni Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta terlihat semakin mesra. Hal ini ditunjukan saat keduanya menghadiri Perayaan Natal Bersama di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (10/12). Salah stu momen yang diabadikan menunjukkan Gubernur asal Sembiran dan Bupati asal Pelaga tersebut saling berpegangan tangan saat menuruni panggung.

 

Bahkan tidak hanya itu, kedua belah pihak sempat saling memuji saat memberikan sambutan dalam acara tersebut. Pada kesempatan bersama Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan, pasangan Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa (Giri-Asa) terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati atas dukungan dari umat Kristen dan Katolik. Terlepas dari itu ia juga mengakui berhasil menjadi Badung satu akibat dikoordinir oleh Wayan Koster.

 

Ketua DPC PDIP Badung ini juga mengungkapkan, dengan menjadi Gubernur Bali, Wayan Koster dapat memberikan persatuan antar umat kristiani. “Tepuk tangan untuk Bapak Wayan Koster. Dengan kehadiran beliau luar biasa umat kristiani solid bergerak untuk bersatu,” ujar  Giri Prasta.

 

Gubernur Bali juga mengapresiasi, Giri Prasta karena dalam sambutannya telah berhasil mengingatkan kembali ke masa muda. Pasalnya dalam mengakhiri pidatonya Giri Prasta menyanyikan lagu Gereja Tua milik grup band Panbers yang dirilis tahun 1970.

 

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Badung Putu Parwata yang melihat kemesraan kedua belah pihak mengatakan, hal tersebut adalah sebuah bentuk persatuan dan kekompakan dari para pemimpin. Pasalnya dengan kekompakan para pemimpin maka yang diuntungkan adalah rakyat.

 

“Seorang pemimpin besar memang harus begitu harus bersatu apalagi sebagai kader partai yang sama harus memabangun suatu sinergitas dan kekuatan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Itu wajib untuk kepentingan masyarakat, saya rasa semua pemimpin itu bersatu apalagi di Bali yang dinahkodai oleh PDIP harus kompak solid dan bergerak untuk rakyat, sesuai dengan yang diajarkan oleh Ketua Umum PDIP ibu Megawati,” terang Parwata.

 

Disinggung dengan semakin eratnya hubungan kedua belah pihak dapat menjadi pasangan saat pencalonan Gubernur dan wakil Gubernur tahun 2024, Parwata menjelaskan sangat mungkin. Namun Ketua DPRD Badung ini, mengingatkan seluruh pencalonan kepala daerah merupakan mandat atau tugas dari partai.

 

“Semua sangat mungkin, Pak Gubetnur dicalonkan lagi bisa dipaketkan atau dipasangkan dengan Pak Giri (Cawagub). Kalau di PDIP kami harus siap ditugaskan, untuk menjadi calon kepala daerah adalah penugasan dari partai. Kami sebagai kader partai juga harus memiliki kompetensi dan memiliki kinerja yang baik sebagai penilaian dari Ketua Umum nantinya,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/