alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

PPKM Nataru Berlaku, Pembagian Rapor dan Libur Semester Diundur

TABANAN, BALI EXPRESS – Pasang surut penerapam pembatasan terkait pencegahan Covid-19 di tingkat nasional membuat jadwal kegiatan pembelajaran di akhir semester ganjil di tahun ini mengalami perubahan.

Pembagian rapor yang rencananya akan dijadwalkan pada 18 Desember 2021 atau Sabtu pekan ini urung dilaksanakan. Pembagian hasil belajar itu digeser ke belakang menjadi 3 Januari 2022 mendatang.

Konsekwensi lainnya, libur akhir semester ganjil juga turut bergeser. Baru bisa dilaksanakan pada 4 sampai 8 Januari 2022. Dan pembelajaran semester genap dimulai pada 10 Januari 2022.

Mundurnya jadwal pembelajaran pada semester genap ini bisa dimajukan saat mengisi masa tenggang setelah pelaksanaan penilaian akhir semester ganjil.

Hal itu sebagai salah satu kegiatan di samping remidi, pengayaan materi terkait kompetensi dasar di semester satu, penguatan karakter, serta Pramuka dengan kegiatan yang bersifat aktualisasi.

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama, perubahan-perubahan tersebut merujuk pada ketentuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 selama Natal dan pergantian tahun.

“Seharusnya pembagian rapor pada 18 Desember 2021 nanti. Tetapi sesuai Instruksi Mendagri yang terbaru (Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021), pembagiannya diundur jadi 3 Januari 2022,” jelas Darma Utama, Minggu (12/11).

Pengunduran jadwal ini juga telah diputuskan pemerintah pusat. Sehingga pihaknya di tingkat kabupaten melakukan penyesuaian ketentuan dengan menerbitkan surat edaran Disdik Tabanan nomor 800/5578.a/Disdik. Dalam surat edaran itu tertuang beberapa ketentuan tambahan.

“Ketentuan ini berlaku di semua jenjang pendidikan. Termasuk SMA meskipun jenjang pendidikan tersebut menjadi kewenangan Pemprov. Karena rujukannya sama. Instruksi Mendagri,” imbuhnya.

Dia menambahkan, ada beberapa poin yang dimuat sebagai penguatan Inmendagri dalam surat edaran yang disebarkan Disdik Tabanan.

Tambahan ketentuan itu antara lain kepala satuan pendidikan dapat memberikan libur semester ganjil usai pembagian rapor. Dari 4 sampai 8 Januari 2022.

Kemudian masa pembelajaran semester dua dimulai daei 10 Januari 2022. Sedangkan pengisian masa tenggang setelah pelaksanaan penilaian akhir semester ganjil sampai waktu pembagian rapor bersamaan dengan masa Natal dan Tahun Baru dapat dilaksanakan secara tatap muka namun tetap terbatas.

Adapun kegiatan yang bisa dilaksanakan secara tatap muka antara lain remidi, pengayaan materi terkait kompetensi dasar semester satu.

Atau, pembelajaran dengan mengambil materi sesuai kompetensi dasar semester dua sebagai kompensasi pergeseran waktu pembagian rapor, libur, dan awal pembelajaran semester genap.

“Serta kegiatan-kegiatan yang pelaksanaannya relevan dengan penerapan protokol kesehatan,” tegasnya lagi.

Disinggung mengenai kemungkinan akan adanya penambahan hari untuk pembelajaran tatap muka setelah dua bulan berjalan, Darma Utama menyebutkan bahwa pihaknya belum melakukan pembahasan terkait hal itu.

Meskipun, menurutnya, dari hasil evaluasi mingguan, penerapan protokol kesehatan selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka relatif sudah berjalan baik.

“Tiap minggu ada evaluasi. Perjalanan PTM (pembelajaran tatap muka) relatif sudah sesuai ketentuan protokol kesehatan,” katanya.

Namun, sambung dia, bicara soal penambahan hari, durasi pembelajaran, atau perubahan-perubahan lainnya, itu menjadi kewenangan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Covid-19 dan bupati selaku kepala daerah.

“Kami di Disdik lebih mengawasi dan memastikan protokol kesehatan dilaksanakan secara taat di semua satuan pendidikan. Di samping itu, sekarang sudah mulai memasuki masa akhir semester ganjil,” pungkasnya. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Pasang surut penerapam pembatasan terkait pencegahan Covid-19 di tingkat nasional membuat jadwal kegiatan pembelajaran di akhir semester ganjil di tahun ini mengalami perubahan.

Pembagian rapor yang rencananya akan dijadwalkan pada 18 Desember 2021 atau Sabtu pekan ini urung dilaksanakan. Pembagian hasil belajar itu digeser ke belakang menjadi 3 Januari 2022 mendatang.

Konsekwensi lainnya, libur akhir semester ganjil juga turut bergeser. Baru bisa dilaksanakan pada 4 sampai 8 Januari 2022. Dan pembelajaran semester genap dimulai pada 10 Januari 2022.

Mundurnya jadwal pembelajaran pada semester genap ini bisa dimajukan saat mengisi masa tenggang setelah pelaksanaan penilaian akhir semester ganjil.

Hal itu sebagai salah satu kegiatan di samping remidi, pengayaan materi terkait kompetensi dasar di semester satu, penguatan karakter, serta Pramuka dengan kegiatan yang bersifat aktualisasi.

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama, perubahan-perubahan tersebut merujuk pada ketentuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 selama Natal dan pergantian tahun.

“Seharusnya pembagian rapor pada 18 Desember 2021 nanti. Tetapi sesuai Instruksi Mendagri yang terbaru (Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021), pembagiannya diundur jadi 3 Januari 2022,” jelas Darma Utama, Minggu (12/11).

Pengunduran jadwal ini juga telah diputuskan pemerintah pusat. Sehingga pihaknya di tingkat kabupaten melakukan penyesuaian ketentuan dengan menerbitkan surat edaran Disdik Tabanan nomor 800/5578.a/Disdik. Dalam surat edaran itu tertuang beberapa ketentuan tambahan.

“Ketentuan ini berlaku di semua jenjang pendidikan. Termasuk SMA meskipun jenjang pendidikan tersebut menjadi kewenangan Pemprov. Karena rujukannya sama. Instruksi Mendagri,” imbuhnya.

Dia menambahkan, ada beberapa poin yang dimuat sebagai penguatan Inmendagri dalam surat edaran yang disebarkan Disdik Tabanan.

Tambahan ketentuan itu antara lain kepala satuan pendidikan dapat memberikan libur semester ganjil usai pembagian rapor. Dari 4 sampai 8 Januari 2022.

Kemudian masa pembelajaran semester dua dimulai daei 10 Januari 2022. Sedangkan pengisian masa tenggang setelah pelaksanaan penilaian akhir semester ganjil sampai waktu pembagian rapor bersamaan dengan masa Natal dan Tahun Baru dapat dilaksanakan secara tatap muka namun tetap terbatas.

Adapun kegiatan yang bisa dilaksanakan secara tatap muka antara lain remidi, pengayaan materi terkait kompetensi dasar semester satu.

Atau, pembelajaran dengan mengambil materi sesuai kompetensi dasar semester dua sebagai kompensasi pergeseran waktu pembagian rapor, libur, dan awal pembelajaran semester genap.

“Serta kegiatan-kegiatan yang pelaksanaannya relevan dengan penerapan protokol kesehatan,” tegasnya lagi.

Disinggung mengenai kemungkinan akan adanya penambahan hari untuk pembelajaran tatap muka setelah dua bulan berjalan, Darma Utama menyebutkan bahwa pihaknya belum melakukan pembahasan terkait hal itu.

Meskipun, menurutnya, dari hasil evaluasi mingguan, penerapan protokol kesehatan selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka relatif sudah berjalan baik.

“Tiap minggu ada evaluasi. Perjalanan PTM (pembelajaran tatap muka) relatif sudah sesuai ketentuan protokol kesehatan,” katanya.

Namun, sambung dia, bicara soal penambahan hari, durasi pembelajaran, atau perubahan-perubahan lainnya, itu menjadi kewenangan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Covid-19 dan bupati selaku kepala daerah.

“Kami di Disdik lebih mengawasi dan memastikan protokol kesehatan dilaksanakan secara taat di semua satuan pendidikan. Di samping itu, sekarang sudah mulai memasuki masa akhir semester ganjil,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/