alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Residivis Maling Lagi, Melawan, Didor Polisi

NEGARA, BALI EXPRESS – Polres Jembrana berhasil menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (curat), pada Sabtu (11/12). Pelaku Gilang Andrianto, 19, ditangkap di emperan salah satu toko di Jalan Sudirman, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana.

Kapolres Jembrana Dewa Gde Juliana saat rilis di Mapolres Jembrana mengatakan, tersangka yang berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, kini meringkuk di sel tahanan Polres Jembrana. “Saat ditangkap pelaku sempat melawan petugas, sehingga kaki kanannya dihadiahi timah panas,” ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, GA dibantu rekannya berinisial L dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol N 3598 BAB warna putih. “Terduga L saat ini masih dalam pengejaran polisi,” imbunya.

Dijelaskan, GA merupakan residivis kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor) yang baru keluar dari Rutan Kelas II B Negara pada November 2021 lalu. “Tersangka GA di Jembrana tidak memiliki tempat tinggal atau rumah,” paparnya.

Dari pengakuan GA, ia sebelumnya telah beraksi di tiga lokasi berbeda. Yakni di Kantor Pramuka di Jalan Sudirman, di rumah Gede Suratama di Jalan Sudirman, Kelurahan Pendem dan di SMKN 5 Negara di Pekutatan.

Dari Kantor Sekretariat Pramuka, tersangka berhasil membawa kabur satu unit kamera Canon DSLR EOS 4000 D, uang tunai Rp 50 ribu, satu dus mie instan, sebuah kapak dan sebuah pisau kecil, pada Minggu (5/12) sekitar pukul 01.00.

Di hari yang sama, sekitar pukul 13.30, GA juga melakukan pencurian di SMKN 5 Negara. Ia masuk ke dalam kantor sekolah melalui salah satu jendela yang tidak terkunci, lalu mengambil sebuah tablet merk Samsung Galaxy Tab A warna hitam. GA juga sempat membuka brangkas sekolah dengan menggunakan dua linggis, obeng dan gunting, namun tidak berhasil.

Usai membobol dua lokasi itu, GA sempat pergi ke arah Singaraja membawa kamera beserta chargernya mengendarai sepeda motor nopol N 3598 BAB.

Sedangkan di rumah warga di Kelurahan Pendem, tersangka mencuri sepeda motor Honda Scoopy nopol DK 4954 ZG. Tersangka menemukan kunci kontak sepeda motor tersebut di dasbord depan, sehingga dengan mudah dibawa kabur. “Di rumah warga itu, GA beraksi bersama L yang berperan mengawasi situasi,” jelasnya.

Tersangka pun dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana penurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 (tujuh) tahun penjara. 


NEGARA, BALI EXPRESS – Polres Jembrana berhasil menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (curat), pada Sabtu (11/12). Pelaku Gilang Andrianto, 19, ditangkap di emperan salah satu toko di Jalan Sudirman, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana.

Kapolres Jembrana Dewa Gde Juliana saat rilis di Mapolres Jembrana mengatakan, tersangka yang berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, kini meringkuk di sel tahanan Polres Jembrana. “Saat ditangkap pelaku sempat melawan petugas, sehingga kaki kanannya dihadiahi timah panas,” ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, GA dibantu rekannya berinisial L dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol N 3598 BAB warna putih. “Terduga L saat ini masih dalam pengejaran polisi,” imbunya.

Dijelaskan, GA merupakan residivis kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor) yang baru keluar dari Rutan Kelas II B Negara pada November 2021 lalu. “Tersangka GA di Jembrana tidak memiliki tempat tinggal atau rumah,” paparnya.

Dari pengakuan GA, ia sebelumnya telah beraksi di tiga lokasi berbeda. Yakni di Kantor Pramuka di Jalan Sudirman, di rumah Gede Suratama di Jalan Sudirman, Kelurahan Pendem dan di SMKN 5 Negara di Pekutatan.

Dari Kantor Sekretariat Pramuka, tersangka berhasil membawa kabur satu unit kamera Canon DSLR EOS 4000 D, uang tunai Rp 50 ribu, satu dus mie instan, sebuah kapak dan sebuah pisau kecil, pada Minggu (5/12) sekitar pukul 01.00.

Di hari yang sama, sekitar pukul 13.30, GA juga melakukan pencurian di SMKN 5 Negara. Ia masuk ke dalam kantor sekolah melalui salah satu jendela yang tidak terkunci, lalu mengambil sebuah tablet merk Samsung Galaxy Tab A warna hitam. GA juga sempat membuka brangkas sekolah dengan menggunakan dua linggis, obeng dan gunting, namun tidak berhasil.

Usai membobol dua lokasi itu, GA sempat pergi ke arah Singaraja membawa kamera beserta chargernya mengendarai sepeda motor nopol N 3598 BAB.

Sedangkan di rumah warga di Kelurahan Pendem, tersangka mencuri sepeda motor Honda Scoopy nopol DK 4954 ZG. Tersangka menemukan kunci kontak sepeda motor tersebut di dasbord depan, sehingga dengan mudah dibawa kabur. “Di rumah warga itu, GA beraksi bersama L yang berperan mengawasi situasi,” jelasnya.

Tersangka pun dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana penurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 (tujuh) tahun penjara. 


Most Read

Artikel Terbaru

/