alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Sampah Kepung Berawa, Dua Penyu Mati, Ini Penjelasannya

BADUNG, BALI EXPRESS – Musim angin barat tampaknya semakin banyak membawa sampah kiriman. Tidak hanya di Pantai Kuta, sampah kiriman juga mulai mengepung Pantai Berawa, Kuta Utara. Tak tanggung-tanggung sampah kiriman di Pantai Berawa dan sekitarnya mencapai 400 ton. Tidak hanya itu besarnya volume sampah kali ini juga menyebabkan beberapa penyu terdampar.

 

Bendesa Adat Berawa Wayan Warsa mengatakan, sampah kiriman mulai datang sejak tiga hari belakangan. Sampah kiriman tersebut ada beberapa jenis, seperti ranting pohon, kayu berukuran besar dan plastik. Pihaknya selaku pengelola pantai pun sudah kewalahan mengatasi sampah kiriman tersebut.

 

“Sampah yang datang sejak tiga hari, sampah ini terlalu banyak kami sampai kewalahan. Sejak kemarin kami sudah dibantu oleh DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) Badung untuk penanganan sampah,” ujar Warsa saat dikonfirmasi Minggu (12/12).

 

Menurutnya, sampah kiriman saat ini merupakan sampah terbesar. Pasalnya dari beberapa tahun belakangan saat ini sampah juga menyebabkan puluhan penyu terdampar. Bahkan ada beberapa ada yang tidak bisa diselamatkan.

 

“Penyu yang terdampar ini kemungkinan tersangkut sampah, banyak yang menemukan dan langsung dilepas ke pantai. Tetapi banyak juga yang sudah mati salah satunya penyu sisik,” ungkapnya.

 

Sementara Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung Putu Suantara menerangkan, sampah kiriman berjumlah besar mulai muncul sejak Jumat (10/12) malam. Sehingga pihaknya langsung menurunkan tim sejumlah 350 orang pada Sabtu (11/12).

 

“Kemarin (lusa) pagi sekitar pukul 06.30 wita kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Sampai saat ini pun kami masih melakukan pembersihan. Volume sampah ini cukup besar mencapai 400 ton atau 200 truk. Sampah ini ditemukan dari Pantai Batu Belig sampai Pererenan,” terang Suantara.

 

Pihaknya juga menyebutkan, puluhan penyu terdampar akibat dari banyaknya sampah. Bahkan ia mengetahui ada dua ekor penyu yang tidak bisa diselamatkan. “Terkait jumlah pastinya memang saya tidak menghitung, tetapi kira-kira sampai ada puluhan. Beberapa yang selamat sudah langsung dilepas ke laut. Saya juga kebetulan tadi menemukan yang sudah meninggal, kemudian ada memberi informasi ada satu juga yang mati jadi kalau dihitung ada dua,” bebernya.


BADUNG, BALI EXPRESS – Musim angin barat tampaknya semakin banyak membawa sampah kiriman. Tidak hanya di Pantai Kuta, sampah kiriman juga mulai mengepung Pantai Berawa, Kuta Utara. Tak tanggung-tanggung sampah kiriman di Pantai Berawa dan sekitarnya mencapai 400 ton. Tidak hanya itu besarnya volume sampah kali ini juga menyebabkan beberapa penyu terdampar.

 

Bendesa Adat Berawa Wayan Warsa mengatakan, sampah kiriman mulai datang sejak tiga hari belakangan. Sampah kiriman tersebut ada beberapa jenis, seperti ranting pohon, kayu berukuran besar dan plastik. Pihaknya selaku pengelola pantai pun sudah kewalahan mengatasi sampah kiriman tersebut.

 

“Sampah yang datang sejak tiga hari, sampah ini terlalu banyak kami sampai kewalahan. Sejak kemarin kami sudah dibantu oleh DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) Badung untuk penanganan sampah,” ujar Warsa saat dikonfirmasi Minggu (12/12).

 

Menurutnya, sampah kiriman saat ini merupakan sampah terbesar. Pasalnya dari beberapa tahun belakangan saat ini sampah juga menyebabkan puluhan penyu terdampar. Bahkan ada beberapa ada yang tidak bisa diselamatkan.

 

“Penyu yang terdampar ini kemungkinan tersangkut sampah, banyak yang menemukan dan langsung dilepas ke pantai. Tetapi banyak juga yang sudah mati salah satunya penyu sisik,” ungkapnya.

 

Sementara Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung Putu Suantara menerangkan, sampah kiriman berjumlah besar mulai muncul sejak Jumat (10/12) malam. Sehingga pihaknya langsung menurunkan tim sejumlah 350 orang pada Sabtu (11/12).

 

“Kemarin (lusa) pagi sekitar pukul 06.30 wita kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Sampai saat ini pun kami masih melakukan pembersihan. Volume sampah ini cukup besar mencapai 400 ton atau 200 truk. Sampah ini ditemukan dari Pantai Batu Belig sampai Pererenan,” terang Suantara.

 

Pihaknya juga menyebutkan, puluhan penyu terdampar akibat dari banyaknya sampah. Bahkan ia mengetahui ada dua ekor penyu yang tidak bisa diselamatkan. “Terkait jumlah pastinya memang saya tidak menghitung, tetapi kira-kira sampai ada puluhan. Beberapa yang selamat sudah langsung dilepas ke laut. Saya juga kebetulan tadi menemukan yang sudah meninggal, kemudian ada memberi informasi ada satu juga yang mati jadi kalau dihitung ada dua,” bebernya.


Most Read

Artikel Terbaru

/