alexametrics
31.8 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Dibekuk Punya Sabu dan Pohon Ganja, Basroni Ngaku dari Napi Lapas

BADUNG, BALI EXPRESS – Basroni tak bisa berkutik ketika rumahnya di kawasan Denpasar digrebek jajaran Satresnarkoba Polres Badung. Dia kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu (SS), bahkan menanam pohon ganja juga.

Kapolres Badung AKBP Leo Deddy Defretes didampingi Kasatnarkoba AKP Budi Artama menerangkan kasus ini bermula ketika pihaknya menghimpun informasi tentang adanya penyalahgunaan narkoba di sebuah rumah kawasan Kampung Jawa, Denpasar Barat. “Kami juga mengantongi ciri-ciri pelaku dan berusaha menyelidiki rumah yang dimaksud,” tuturnya dalam rilis pers di Mapolres Badung, Senin (14/2).

Sehingga pada Selasa (1/2), Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Badung melakukan penelusuran ke lokasi tersebut. Ketika berhasil memasuki rumah itu untuk melakukan penggeledahan sekitar pukul 10.50, petugas mendapati seorang laki-laki bernama Basroni dan langsung meringkusnya. Dalam penggeledahan lebih lanjut, petugas menemukan sebuah kotak kecil warna hitam berisi 14 paket sabu.

Kemudian sebuah rangkaian alat hisap bong, sebuah plastik klip berisi ganja, toples plastik kecil berisi ganja, timbangan digital, sebendel pipet besar dan satu bendel plastik klip serta di halaman depan rumah terdapat dua pohon ganja. “Pelaku menunjukan sendiri barang-bukti ketika kami lakukan pengeledahan, total kami amankan sabu seberat 2,88 gram, sedangkan ganja 20,83 gram dan dia pohon,” tandas lulusan Akademi Kepolisian (Akpol 2002) itu.

Saat diinterogasi, pelaku mengaku mendapatkan sabu dari seseorang yang bernama Risky yang berada di dalam Lapas. Dia mengambil sendiri tempelan barang haram itu di Jalan Kunti, Kuta, Badung. Adapun pohon ganja merupakan pemberian dari temannya bernama Varis sebelum berangkat kerja ke Sumatera.

“Sementara yang bersangkutan mengaku barang narkoba yang dia miliki dipakai untuk dirinya sendiri, namun kami tetap dalami dan berusaha mengungkap jaringannya. Akibat perbuatannya, Nevo disangkakan Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun, paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Basroni tak bisa berkutik ketika rumahnya di kawasan Denpasar digrebek jajaran Satresnarkoba Polres Badung. Dia kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu (SS), bahkan menanam pohon ganja juga.

Kapolres Badung AKBP Leo Deddy Defretes didampingi Kasatnarkoba AKP Budi Artama menerangkan kasus ini bermula ketika pihaknya menghimpun informasi tentang adanya penyalahgunaan narkoba di sebuah rumah kawasan Kampung Jawa, Denpasar Barat. “Kami juga mengantongi ciri-ciri pelaku dan berusaha menyelidiki rumah yang dimaksud,” tuturnya dalam rilis pers di Mapolres Badung, Senin (14/2).

Sehingga pada Selasa (1/2), Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Badung melakukan penelusuran ke lokasi tersebut. Ketika berhasil memasuki rumah itu untuk melakukan penggeledahan sekitar pukul 10.50, petugas mendapati seorang laki-laki bernama Basroni dan langsung meringkusnya. Dalam penggeledahan lebih lanjut, petugas menemukan sebuah kotak kecil warna hitam berisi 14 paket sabu.

Kemudian sebuah rangkaian alat hisap bong, sebuah plastik klip berisi ganja, toples plastik kecil berisi ganja, timbangan digital, sebendel pipet besar dan satu bendel plastik klip serta di halaman depan rumah terdapat dua pohon ganja. “Pelaku menunjukan sendiri barang-bukti ketika kami lakukan pengeledahan, total kami amankan sabu seberat 2,88 gram, sedangkan ganja 20,83 gram dan dia pohon,” tandas lulusan Akademi Kepolisian (Akpol 2002) itu.

Saat diinterogasi, pelaku mengaku mendapatkan sabu dari seseorang yang bernama Risky yang berada di dalam Lapas. Dia mengambil sendiri tempelan barang haram itu di Jalan Kunti, Kuta, Badung. Adapun pohon ganja merupakan pemberian dari temannya bernama Varis sebelum berangkat kerja ke Sumatera.

“Sementara yang bersangkutan mengaku barang narkoba yang dia miliki dipakai untuk dirinya sendiri, namun kami tetap dalami dan berusaha mengungkap jaringannya. Akibat perbuatannya, Nevo disangkakan Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun, paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/