alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Dihipnotis, Jero Mangku Puseh Rugi Rp 10 Juta

BALI EXPRESS, GIANYAR – Jero Mangku Ni Made Nyantug yang  merupakan Pemangku Pura Puseh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Selasa (14/5) kena hipnotis. Akibatnya, korban mengalami kerugian Rp 10 juta.

 

Modusnya, pelaku berjumlah dua orang yang mengendarai sepeda motor, berhenti di warung korban sekitar pukul 13.00 Wita. Pelaku pura-pura membeli bubur dan

beralasan sedang sakit gigi.

 

Setelah disajikan bubur, pelaku menanyakan korban, apakah punya emas. Pertanyaan tersebut dilontarkan pelaku dengan alasan akan didoakan agar warungnya lebih laris.

 

Jero Mangku Ni Made Nyantug pun mengambil perhiasan dan memberikan kepada pelaku.  Setelah perhiasan emas terdiri atas kalung 13 gram, cicin, giwang serta uang senilai Rp 875 ribu diserahkan, pelaku pun kabur.  Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian mencapai Rp 10 juta.

 

Dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Ubud, Iptu Dewa Made Pramantara menjelaskan, baru mendapatkan laporan terkait kasus tersebut, sehingga kasusnya masih dalam pengembangan dan didalami anggotanya. “Laporan baru Selasa (14/5) masuk. Anggota sudah turun ke lapangan untuk pengembangan,” terangnya.


BALI EXPRESS, GIANYAR – Jero Mangku Ni Made Nyantug yang  merupakan Pemangku Pura Puseh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Selasa (14/5) kena hipnotis. Akibatnya, korban mengalami kerugian Rp 10 juta.

 

Modusnya, pelaku berjumlah dua orang yang mengendarai sepeda motor, berhenti di warung korban sekitar pukul 13.00 Wita. Pelaku pura-pura membeli bubur dan

beralasan sedang sakit gigi.

 

Setelah disajikan bubur, pelaku menanyakan korban, apakah punya emas. Pertanyaan tersebut dilontarkan pelaku dengan alasan akan didoakan agar warungnya lebih laris.

 

Jero Mangku Ni Made Nyantug pun mengambil perhiasan dan memberikan kepada pelaku.  Setelah perhiasan emas terdiri atas kalung 13 gram, cicin, giwang serta uang senilai Rp 875 ribu diserahkan, pelaku pun kabur.  Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian mencapai Rp 10 juta.

 

Dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Ubud, Iptu Dewa Made Pramantara menjelaskan, baru mendapatkan laporan terkait kasus tersebut, sehingga kasusnya masih dalam pengembangan dan didalami anggotanya. “Laporan baru Selasa (14/5) masuk. Anggota sudah turun ke lapangan untuk pengembangan,” terangnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/