alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Memasuki Panen Raya, Harga Cabai di Badung Masih Tinggi

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Menjelang Hari Raya Kuningan harga cabai di sejumlah pasar Kabupaten Badung masih tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar rata-rata harga cabai rawit Rp 77 ribu per kilo. Sedangkan cabai besar rata-rata Rp 55.500 per kilogram. Besaran harga tersebut tergolong masih tinggi lantaran di bulan Juni ini memasuki panen raya.

Kabag Ekonomi Setda Badung Anak Agung Sagung Rosyawati pun membenarkan hal tersebut. Menurutnya, dari hasil pemantauan sebelum Hari Raya Galungan sudah menunjukkan kenaikan harga cabai. Namun dirinya belum berani memastikan penyebab naiknya komoditas pangan tersebut.

“Apakah ini sifatnya sementara karena hari raya setelah itu akan turun atau tidak. tetapi kemarin saya cek harganya masih tinggi, kalau di badung harganya Rp 70-80 ribu. Tetapi di luar Badung saya cek juga ada yang mencapai Rp 100 ribu per kilogram,” ujar Rosyawati saat dikonfirmasi Selasa (14/6).

Pihaknya pun menduga kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh proses distribusi yang terlambat. Lantaran dirinya mengaku telah melakukan pengecekan ke salah satu daerah yang menjadi penyuplai cabai ke sejumlah pasar yang di Badung. Selain itu ada disebutkan ada informasi petani di salah satu daerah yang menjadi produsen cabai mengalami gagal panen.

“Pengaruh harga naik itu apakah dipengaruhi ketersediaannya sedikit atau proses distribusi yang terhambat. Tapi kami cek di pasar Galiran (pasar di Kabupaten Klungkung penyuplai cabai ke Badung) ternyata ketersediaannya ada. Harganya berkisar Rp 55-60 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Berdasarkan waktu, Rosyawati menerangkan, semestinya bulan Juni sudah memasuki panen raya. Sehingga seperti tahun-tahun sebelumnya harga cabai tidak terlalu tinggi. “Dari tahun-tahun sebelumnya karena sudah mulai musim hujan biasanya bulan November harga cabai sudah mulai naik, dan Februari menjadi puncaknya. Kemudian Maret maksimal April sudah mulai turun sampai panen raya di Juni-Juli. Tahun ini belum ada penurunan harga cabai, sempat turun sebentar tapi naik lagi,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Wayan Wijana menyebutkan, hingga kini ia belum menerima laporan gagal panen cabai. Bahkan menurutnya, harga cabai di petani cukup menguntungkan lantaran dapat menambah pendapatan. “Hasil survey pasar hari ini harga cabai Rp 65 ribu di petani dan harga eceran Rp 80 ribu per kilogram,” sebutnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data di sejumlah pasar, harga cabai rawit mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni mencapai Rp 45 ribu per kilogram. Dari kenaikan harga tersebut pada Senin (6/6), Satgas Ketahanan Pangan Badung mencatat harga cabai di pasar Kuta II menjadi Rp 90 ribu per kilogram, sedangkan di pasar mengwi dan Blahkiuh mencapai Rp 100 ribu. sementara pada Senin (13/6) harga cabai di Pasar Kuta II Rp 75 ribu, Pasar Mengwi dan Blahkiuh Rp 78 ribu per kilogram.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Menjelang Hari Raya Kuningan harga cabai di sejumlah pasar Kabupaten Badung masih tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar rata-rata harga cabai rawit Rp 77 ribu per kilo. Sedangkan cabai besar rata-rata Rp 55.500 per kilogram. Besaran harga tersebut tergolong masih tinggi lantaran di bulan Juni ini memasuki panen raya.

Kabag Ekonomi Setda Badung Anak Agung Sagung Rosyawati pun membenarkan hal tersebut. Menurutnya, dari hasil pemantauan sebelum Hari Raya Galungan sudah menunjukkan kenaikan harga cabai. Namun dirinya belum berani memastikan penyebab naiknya komoditas pangan tersebut.

“Apakah ini sifatnya sementara karena hari raya setelah itu akan turun atau tidak. tetapi kemarin saya cek harganya masih tinggi, kalau di badung harganya Rp 70-80 ribu. Tetapi di luar Badung saya cek juga ada yang mencapai Rp 100 ribu per kilogram,” ujar Rosyawati saat dikonfirmasi Selasa (14/6).

Pihaknya pun menduga kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh proses distribusi yang terlambat. Lantaran dirinya mengaku telah melakukan pengecekan ke salah satu daerah yang menjadi penyuplai cabai ke sejumlah pasar yang di Badung. Selain itu ada disebutkan ada informasi petani di salah satu daerah yang menjadi produsen cabai mengalami gagal panen.

“Pengaruh harga naik itu apakah dipengaruhi ketersediaannya sedikit atau proses distribusi yang terhambat. Tapi kami cek di pasar Galiran (pasar di Kabupaten Klungkung penyuplai cabai ke Badung) ternyata ketersediaannya ada. Harganya berkisar Rp 55-60 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Berdasarkan waktu, Rosyawati menerangkan, semestinya bulan Juni sudah memasuki panen raya. Sehingga seperti tahun-tahun sebelumnya harga cabai tidak terlalu tinggi. “Dari tahun-tahun sebelumnya karena sudah mulai musim hujan biasanya bulan November harga cabai sudah mulai naik, dan Februari menjadi puncaknya. Kemudian Maret maksimal April sudah mulai turun sampai panen raya di Juni-Juli. Tahun ini belum ada penurunan harga cabai, sempat turun sebentar tapi naik lagi,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Wayan Wijana menyebutkan, hingga kini ia belum menerima laporan gagal panen cabai. Bahkan menurutnya, harga cabai di petani cukup menguntungkan lantaran dapat menambah pendapatan. “Hasil survey pasar hari ini harga cabai Rp 65 ribu di petani dan harga eceran Rp 80 ribu per kilogram,” sebutnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data di sejumlah pasar, harga cabai rawit mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni mencapai Rp 45 ribu per kilogram. Dari kenaikan harga tersebut pada Senin (6/6), Satgas Ketahanan Pangan Badung mencatat harga cabai di pasar Kuta II menjadi Rp 90 ribu per kilogram, sedangkan di pasar mengwi dan Blahkiuh mencapai Rp 100 ribu. sementara pada Senin (13/6) harga cabai di Pasar Kuta II Rp 75 ribu, Pasar Mengwi dan Blahkiuh Rp 78 ribu per kilogram.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/