alexametrics
29.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Coklit di Banjar Munduk Dilaksanakan Setelah Masa Isolasi Berakhir

NEGARA, BALI EXPRESS – Pelaksanaan coklit di Banjar Munduk, Desa Kaliakah, terpaksa ditunda. Rencananya coklit dilaksanakan setelah banjar setempat selesai melakukan isolasi yang diperkirakan berakhir tanggal 18 Juli ini.

“Di Banjar Munduk saja yang ditunda. Di sana ada 2 TPS, sedangkan di Desa Kaliakah ada 17 TPS. Untuk banjar lainnya (coklit) dilakukan mulai Rabu (15/7),” kata Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara.

Sebanyak 640 orang Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jembrana untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada Jembrana 2020. Coklit  dilaksanakan dari rumah ke rumah mulai Rabu (15/7) hari ini hingga 13 Agustus mendatang.

Gede Tangkas Sudiantara mengatakan ada 249.315 data pemilih Pilkada Jembrana yang akan dicoklit PPDP. Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) itu sebelumya sudah diserahkan ke masing-masing PPS (Panitia Pemungutan Suara).

“Di Jembana ada 640 orang PPDP. Dalam bertugas nanti (PPDP) tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sedangkan fungsi coklit menurutnya, untuk mencocokan dan meneliti data yang ada dalam DP4. Artinya, jika ditemukan nama ganda, salah satunya akan dicoret petugas. jika belum masuk (terdaftar), maka petugas akan menambahkannya.

Khusus di Banjar Munduk, Desa Kaliakah, lanjut Tangkas, setelah pihaknya berkoordinasi dengan Satgas Gotong Royong Desa Kaliakah, coklit akan dilaksanakan setelah banjar setempat selesai melakukan isolasi yang diperkirakan berakhir tanggal 18 Juli ini.

PPDP nanti bertugas selama satu bulan kedepan hingga 13 Agustus 2020. Selama bertugas, PPDP dilengkapi dengan tanda pengenal dan alat pelindung diri (APD). Selain itu, semua petugas PPDP juga telah melaksanakan tahapan, salah satunya cek kesehatan melalui rapid test sesuai protokol kesehatan.

“Hari ini yang terakhir. Tadi kami serahkan 56 thermogun. Masing-masing desa, kelurahan dan kecamatan satu termogun,” imbuhnya.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah menyerahkan perlengkapan APD lainnya seperti masker, handsanitizer, face shield dan sarung tangan. “APD yang kami serahkan merupakan bantuan dari KPU Pusat,” pungkasnya.


NEGARA, BALI EXPRESS – Pelaksanaan coklit di Banjar Munduk, Desa Kaliakah, terpaksa ditunda. Rencananya coklit dilaksanakan setelah banjar setempat selesai melakukan isolasi yang diperkirakan berakhir tanggal 18 Juli ini.

“Di Banjar Munduk saja yang ditunda. Di sana ada 2 TPS, sedangkan di Desa Kaliakah ada 17 TPS. Untuk banjar lainnya (coklit) dilakukan mulai Rabu (15/7),” kata Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara.

Sebanyak 640 orang Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jembrana untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada Jembrana 2020. Coklit  dilaksanakan dari rumah ke rumah mulai Rabu (15/7) hari ini hingga 13 Agustus mendatang.

Gede Tangkas Sudiantara mengatakan ada 249.315 data pemilih Pilkada Jembrana yang akan dicoklit PPDP. Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) itu sebelumya sudah diserahkan ke masing-masing PPS (Panitia Pemungutan Suara).

“Di Jembana ada 640 orang PPDP. Dalam bertugas nanti (PPDP) tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sedangkan fungsi coklit menurutnya, untuk mencocokan dan meneliti data yang ada dalam DP4. Artinya, jika ditemukan nama ganda, salah satunya akan dicoret petugas. jika belum masuk (terdaftar), maka petugas akan menambahkannya.

Khusus di Banjar Munduk, Desa Kaliakah, lanjut Tangkas, setelah pihaknya berkoordinasi dengan Satgas Gotong Royong Desa Kaliakah, coklit akan dilaksanakan setelah banjar setempat selesai melakukan isolasi yang diperkirakan berakhir tanggal 18 Juli ini.

PPDP nanti bertugas selama satu bulan kedepan hingga 13 Agustus 2020. Selama bertugas, PPDP dilengkapi dengan tanda pengenal dan alat pelindung diri (APD). Selain itu, semua petugas PPDP juga telah melaksanakan tahapan, salah satunya cek kesehatan melalui rapid test sesuai protokol kesehatan.

“Hari ini yang terakhir. Tadi kami serahkan 56 thermogun. Masing-masing desa, kelurahan dan kecamatan satu termogun,” imbuhnya.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah menyerahkan perlengkapan APD lainnya seperti masker, handsanitizer, face shield dan sarung tangan. “APD yang kami serahkan merupakan bantuan dari KPU Pusat,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/