alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Putri Suastini Koster Dorong Pemasaran Online, Siasati Pandemi Covid

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pandemi Covid-19 telah mengubah cara-cara beraktivitas. Perubahan ini terjadi di semua lini. Tidak terkecuali dalam proses ekonomi.

Situasi pandemi membuat aktivitas pemasaran dan jual beli mesti berlangsung secara online. Di sisi lain, perubahan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih menguasai teknologi informasi untuk memudahkan aktivitas ekonomi dan tetap aman dari ancaman penyebaran Covid-19.

Penguasaan teknologi informasi ini menjadi penekanan yang disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, saat menjadi narasumber dalam Dialog Dekranasda Bali, Selasa (14/7). Dialog dengan tema “Pemasaran Melalui Pasar Online di Masa Pandemi Covid-19” ini  juga menghadirkan pembicara Direktur PT Unggul Sejahtera, Ni Wayan Sri Ariyani.

Menurut Suastini Koster, penguasaan teknologi informasi merupakan sebuah keharusan untuk bersaing merebut pasar, terutama pada masa pandemi Covid-19 yang hingga kini belum diketahui kapan akan berakhir.

“Seberapa mampu kita bersaing secara sehat dan paten dalam mempromosikan produk kerajinan yang dimiliki dengan penguasaan teknologi dan informasi. Sehingga memudahkan pengusaha/perajin untuk memasarkan produknya. Dengan kata lain, setiap pengusaha memanfaatkan kecerdasannya untuk berkembang dan mengepakkan sayap secara online dan tidak menjadikan wabah Covid-19 sebagai alasan untuk menyerah,” kata Suastini Koster.

Dia menyebutkan, penyebaran Covid-19 yang cepat telah mengubah pola interaksi antara pengusaha dan pelanggan. Banyak perajin atau pengusaha mulai merasakan penurunan penjualan yang drastic, bahkan tidak memiliki pelanggan sama sekali.

“Beberapa pelaku usaha mungkin berpikir untuk menghentikan usahanya pada masa pandemi Covid-19 ini. Namun jangan menjadikan Covid-19 sebagai alasan untuk menyerah. Sebaliknya, perajin atau pengusaha lebih baik memanfaatkan situasi sekarang ini untuk merancang strategi branding produk yang lebih baik,” sambungnya.

Branding, sambungnya, adalah upaya membangun citra yang baik pada sebuah produk atau usaha. Ini penting dilakukan para perajin Bali untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kerajinan Bali kepada khalayak yang lebih luas. Branding yang dirancang khusus dengan strategi pemasaran online merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Dia menambahkan, penyebaran Covid-19 melalui kontak fisik membuat sebagian besar masyarakat dunia memilih berinteraksi secara online. Salah satu kenyataan yang harus perajin Bali terima adalah, saat ini sebagian besar konsumen melakukan riset terhadap produk yang ingin mereka beli melalui pencarian online.

“Lewat mesin pencari online misalnya, konsumen akan melakukan riset terhadap sebuah produk di mesin pencarian online sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk tertentu. Jadi, jika produk kerajinan Bali mudah ditemukan di internet, kemungkinan besar produk kerajinan Bali akan diraih konsumen yang potensial,” bebernya.

Selain itu, para perajin atau pengusaha juga bisa memanfaatkan fasilitas media sosial untuk menunjang kegiatan promosi dan pemasaran produknya. Dia menegaskan bahwa pada  masa transisi atau adaptasi, kebiasaan baru saat ini, promosi dan pemasaran pola seperti itu akan terus diperlukan.

Suastini Koster menambahkan, bila nanti pandemi Covid-19 mereda, pihaknya di Dekranasda Provinsi Bali akan menggeber upaya promosi produk kerajinan lokal Bali. Khususnya pada produk tradisional dan warisan para leluhur. Begitupun dengan UMKM yang baru berkembang juga akan dipromosikan lebih banyak lagi.

“Agar lebih leluasa memperkenalkan produk kerajinan Bali, Dekranasda Provinsi Bali akan aktif melaksanakan pameran produk kerajinan di daerah Bali dan mengundang buyer agar datang langsung ke Bali untuk mengenal serta melihat langsung proses produksi kerajinan Bali,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pandemi Covid-19 telah mengubah cara-cara beraktivitas. Perubahan ini terjadi di semua lini. Tidak terkecuali dalam proses ekonomi.

Situasi pandemi membuat aktivitas pemasaran dan jual beli mesti berlangsung secara online. Di sisi lain, perubahan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih menguasai teknologi informasi untuk memudahkan aktivitas ekonomi dan tetap aman dari ancaman penyebaran Covid-19.

Penguasaan teknologi informasi ini menjadi penekanan yang disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, saat menjadi narasumber dalam Dialog Dekranasda Bali, Selasa (14/7). Dialog dengan tema “Pemasaran Melalui Pasar Online di Masa Pandemi Covid-19” ini  juga menghadirkan pembicara Direktur PT Unggul Sejahtera, Ni Wayan Sri Ariyani.

Menurut Suastini Koster, penguasaan teknologi informasi merupakan sebuah keharusan untuk bersaing merebut pasar, terutama pada masa pandemi Covid-19 yang hingga kini belum diketahui kapan akan berakhir.

“Seberapa mampu kita bersaing secara sehat dan paten dalam mempromosikan produk kerajinan yang dimiliki dengan penguasaan teknologi dan informasi. Sehingga memudahkan pengusaha/perajin untuk memasarkan produknya. Dengan kata lain, setiap pengusaha memanfaatkan kecerdasannya untuk berkembang dan mengepakkan sayap secara online dan tidak menjadikan wabah Covid-19 sebagai alasan untuk menyerah,” kata Suastini Koster.

Dia menyebutkan, penyebaran Covid-19 yang cepat telah mengubah pola interaksi antara pengusaha dan pelanggan. Banyak perajin atau pengusaha mulai merasakan penurunan penjualan yang drastic, bahkan tidak memiliki pelanggan sama sekali.

“Beberapa pelaku usaha mungkin berpikir untuk menghentikan usahanya pada masa pandemi Covid-19 ini. Namun jangan menjadikan Covid-19 sebagai alasan untuk menyerah. Sebaliknya, perajin atau pengusaha lebih baik memanfaatkan situasi sekarang ini untuk merancang strategi branding produk yang lebih baik,” sambungnya.

Branding, sambungnya, adalah upaya membangun citra yang baik pada sebuah produk atau usaha. Ini penting dilakukan para perajin Bali untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kerajinan Bali kepada khalayak yang lebih luas. Branding yang dirancang khusus dengan strategi pemasaran online merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Dia menambahkan, penyebaran Covid-19 melalui kontak fisik membuat sebagian besar masyarakat dunia memilih berinteraksi secara online. Salah satu kenyataan yang harus perajin Bali terima adalah, saat ini sebagian besar konsumen melakukan riset terhadap produk yang ingin mereka beli melalui pencarian online.

“Lewat mesin pencari online misalnya, konsumen akan melakukan riset terhadap sebuah produk di mesin pencarian online sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk tertentu. Jadi, jika produk kerajinan Bali mudah ditemukan di internet, kemungkinan besar produk kerajinan Bali akan diraih konsumen yang potensial,” bebernya.

Selain itu, para perajin atau pengusaha juga bisa memanfaatkan fasilitas media sosial untuk menunjang kegiatan promosi dan pemasaran produknya. Dia menegaskan bahwa pada  masa transisi atau adaptasi, kebiasaan baru saat ini, promosi dan pemasaran pola seperti itu akan terus diperlukan.

Suastini Koster menambahkan, bila nanti pandemi Covid-19 mereda, pihaknya di Dekranasda Provinsi Bali akan menggeber upaya promosi produk kerajinan lokal Bali. Khususnya pada produk tradisional dan warisan para leluhur. Begitupun dengan UMKM yang baru berkembang juga akan dipromosikan lebih banyak lagi.

“Agar lebih leluasa memperkenalkan produk kerajinan Bali, Dekranasda Provinsi Bali akan aktif melaksanakan pameran produk kerajinan di daerah Bali dan mengundang buyer agar datang langsung ke Bali untuk mengenal serta melihat langsung proses produksi kerajinan Bali,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/