alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Terancam Dipecat PDIP, Kutha Parwata: Konsekuensi Sudah Tiang Pahami

BANGLI, BALI EXPRESS- Karir politik Ngakan Made Kutha Parwata di PDIP terancam terhenti karena dipecat, akibat memutuskan maju menjadi calon wakil bupati Bangli melalui Partai Golkar. “Kalau konsekuensi sudah tiang (saya) pahami,” ujar Kutha Parwata, Selasa (14/7).

Pernyataan politikus senior yang akrab disapa Gus Dek tersebut, menanggapi pernyataan ketua DPD PDI Provinsi Bali Wayan Koster yang mengatakan segera memecat Kutha Parwata sebagai kader.  Dalam beberapa kali wawancara, Gus Dek menegaskan, keputusan memilih jalur politik di luar PDIP sudah ia pikirkan matang-matang, salah satunya pemecatan.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Grup), Gus Dek pun menegaskan, dirinya akhirnya berlabuh di Partai Golkar berawal dari pinangan  I Made Subrata, adik kandung Bupati Bangli I Made Gianyar. Gus Dek diminta menjadi calon wakil bupati mendampingi Subrata. Kini paket I Made Subrata-Kutha Parwata secara resmi mendapat rekomendasi dari Partai Golkar.

Sebelum rekomendasi turun, mantan ketua DPRD Bangli ini mengakui sempat dipanggil DPD, sekitar sebulan lalu. Bukan dua minggu lalu sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Bali Ketut “Boping” Suryadi.  “Seperti yang disampaikan Pak Boping, seperti itulah,” ujar Gus Dek.

Maksudnya? Politikus asal Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku ini menyebutkan, saat dipanggil DPD, dirinya telah menyampaikan alasan maju lewat partai lain.  “Tiang juga sampaikan permasalahan internal (internal PDIP) di Bangli,” ujarnya.  

Ia pun mengingatkan, meski telah mengantongi rekomendasi dari Partai Golkar, dirinya tidak diwajibkan mengantongi kartu tanda anggota (KTA) Golkar. Saat ini, masih pegang KTA PDIP. “Kalau nanti tiang dipecat PDIP, iya independent. Berarti orang yang berafiliasi ke partai politik, yaitu Partai Golkar,” tandasnya.

Selain Kutha Parwata, posisi I Made Gianyar, kader PDIP yang juga bupati Bangli juga menjadi perhatian DPD PDIP. Karena, adiknya Gianyar, yakni Made Subrata mendapat rekomendasi calon bupati dari Partai Golkar. Di sisi lain, Gianyar adalah kader PDIP. Selama empat periode menjadi pemimpin di Bangli (dua periode wakil bupati dan dua periode menjadi bupati) diusung PDIP. PDIP menginginkan komitmen politik Gianyar pada Pilkada Bangli 9 Desember 2020. Apakah mendukung adiknya atau calon PDIP. Mengingatkan, PDIP kemungkinan besar mengusung calon pada hajatan politik lima tahunan itu.

Sayangnya, Gianyar belum bisa dikonfirmasi. Berulang kali dihubungi melalui sambungan telepon. Terdengar nada sambung, namun tidak direspon.


BANGLI, BALI EXPRESS- Karir politik Ngakan Made Kutha Parwata di PDIP terancam terhenti karena dipecat, akibat memutuskan maju menjadi calon wakil bupati Bangli melalui Partai Golkar. “Kalau konsekuensi sudah tiang (saya) pahami,” ujar Kutha Parwata, Selasa (14/7).

Pernyataan politikus senior yang akrab disapa Gus Dek tersebut, menanggapi pernyataan ketua DPD PDI Provinsi Bali Wayan Koster yang mengatakan segera memecat Kutha Parwata sebagai kader.  Dalam beberapa kali wawancara, Gus Dek menegaskan, keputusan memilih jalur politik di luar PDIP sudah ia pikirkan matang-matang, salah satunya pemecatan.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Grup), Gus Dek pun menegaskan, dirinya akhirnya berlabuh di Partai Golkar berawal dari pinangan  I Made Subrata, adik kandung Bupati Bangli I Made Gianyar. Gus Dek diminta menjadi calon wakil bupati mendampingi Subrata. Kini paket I Made Subrata-Kutha Parwata secara resmi mendapat rekomendasi dari Partai Golkar.

Sebelum rekomendasi turun, mantan ketua DPRD Bangli ini mengakui sempat dipanggil DPD, sekitar sebulan lalu. Bukan dua minggu lalu sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Bali Ketut “Boping” Suryadi.  “Seperti yang disampaikan Pak Boping, seperti itulah,” ujar Gus Dek.

Maksudnya? Politikus asal Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku ini menyebutkan, saat dipanggil DPD, dirinya telah menyampaikan alasan maju lewat partai lain.  “Tiang juga sampaikan permasalahan internal (internal PDIP) di Bangli,” ujarnya.  

Ia pun mengingatkan, meski telah mengantongi rekomendasi dari Partai Golkar, dirinya tidak diwajibkan mengantongi kartu tanda anggota (KTA) Golkar. Saat ini, masih pegang KTA PDIP. “Kalau nanti tiang dipecat PDIP, iya independent. Berarti orang yang berafiliasi ke partai politik, yaitu Partai Golkar,” tandasnya.

Selain Kutha Parwata, posisi I Made Gianyar, kader PDIP yang juga bupati Bangli juga menjadi perhatian DPD PDIP. Karena, adiknya Gianyar, yakni Made Subrata mendapat rekomendasi calon bupati dari Partai Golkar. Di sisi lain, Gianyar adalah kader PDIP. Selama empat periode menjadi pemimpin di Bangli (dua periode wakil bupati dan dua periode menjadi bupati) diusung PDIP. PDIP menginginkan komitmen politik Gianyar pada Pilkada Bangli 9 Desember 2020. Apakah mendukung adiknya atau calon PDIP. Mengingatkan, PDIP kemungkinan besar mengusung calon pada hajatan politik lima tahunan itu.

Sayangnya, Gianyar belum bisa dikonfirmasi. Berulang kali dihubungi melalui sambungan telepon. Terdengar nada sambung, namun tidak direspon.


Most Read

Artikel Terbaru

/