alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Mudahkan Calon Penumpang, Bandara Ngurah Rai Implementasikan e-HAC

BADUNG, BALI EXPRESS – Sesuai dengan Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/847/2021, kini pelaku perjalanan wajib menyampaikan dokumen kesehatan yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Nantinya, aplikasi PeduliLindungi akan menampilkan barcode yang menyampaikan bahwa calon penumpang tersebut layak terbang setelah persyaratan terpenuhi. Yakni surat keterangan telah divaksin dan juga hasil dari tes PCR sesuai dengan laboratorium yang telah ditunjuk Kemenkes.

Selain itu, menurut Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Taufan Yudhistira, aplikasi Electronic Health Alert Card (e-HAC) nantinya akan terintegrasi oleh aplikasi PeduliLindungi. 

“Jadi di dalam aplikasi tersebut nanti akan ada fitur pengisian e-HAC sama seperti pengisian e-HAC di aplikasi sebelumnya. Dan ini per tanggal 13 Juli kemarin sudah diimplementasikan,” katanya, Rabu (14/7).

Taufan menerangkan, aplikasi ini nantinya akan mempermudah calon penumpang dan petugas bandara untuk memvalidasi bahwa penumpang tersebut layak terbang. Dan apliaksi PeduliLindungi mempermudah utamanya dalam meperlihatkan hasil tes PCR atau antigen dan dokumen vaksinasi.

Sementara itu, per tanggal 12 Juli kemarin, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, telah mewajibkan kepada seluruh calon penumpang untuk melakukan tes PCR di laboratorium yang telah ditetapkan oleh Kemenkes. Yang mana, di wilayah Bali sendiri tersedia sebanyak 25 laboratorium yang diakui dan terdaftar Kemenkes.

“Jadi kalau tidak dari laboratorium yang terdaftar, itu tidak bisa diterima,” katanya.

Pihaknya mengakui, beberapa hari ini memang sudah ada calon penumpang yang dinyatakan tidak layak terbang karena beberapa hal. Meliputi karena belum vaksin, melakukan tes PCR yang belum terdaftar, dan lain-lain. “Yang pasti penumpang wajib mempunyai aplikasi PeduliLindungi yang terintegrasi e-Hac, data vaksin, dan hasil PCR,” tegasnya.(ika)


BADUNG, BALI EXPRESS – Sesuai dengan Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/847/2021, kini pelaku perjalanan wajib menyampaikan dokumen kesehatan yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Nantinya, aplikasi PeduliLindungi akan menampilkan barcode yang menyampaikan bahwa calon penumpang tersebut layak terbang setelah persyaratan terpenuhi. Yakni surat keterangan telah divaksin dan juga hasil dari tes PCR sesuai dengan laboratorium yang telah ditunjuk Kemenkes.

Selain itu, menurut Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Taufan Yudhistira, aplikasi Electronic Health Alert Card (e-HAC) nantinya akan terintegrasi oleh aplikasi PeduliLindungi. 

“Jadi di dalam aplikasi tersebut nanti akan ada fitur pengisian e-HAC sama seperti pengisian e-HAC di aplikasi sebelumnya. Dan ini per tanggal 13 Juli kemarin sudah diimplementasikan,” katanya, Rabu (14/7).

Taufan menerangkan, aplikasi ini nantinya akan mempermudah calon penumpang dan petugas bandara untuk memvalidasi bahwa penumpang tersebut layak terbang. Dan apliaksi PeduliLindungi mempermudah utamanya dalam meperlihatkan hasil tes PCR atau antigen dan dokumen vaksinasi.

Sementara itu, per tanggal 12 Juli kemarin, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, telah mewajibkan kepada seluruh calon penumpang untuk melakukan tes PCR di laboratorium yang telah ditetapkan oleh Kemenkes. Yang mana, di wilayah Bali sendiri tersedia sebanyak 25 laboratorium yang diakui dan terdaftar Kemenkes.

“Jadi kalau tidak dari laboratorium yang terdaftar, itu tidak bisa diterima,” katanya.

Pihaknya mengakui, beberapa hari ini memang sudah ada calon penumpang yang dinyatakan tidak layak terbang karena beberapa hal. Meliputi karena belum vaksin, melakukan tes PCR yang belum terdaftar, dan lain-lain. “Yang pasti penumpang wajib mempunyai aplikasi PeduliLindungi yang terintegrasi e-Hac, data vaksin, dan hasil PCR,” tegasnya.(ika)


Most Read

Artikel Terbaru

/