alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Tabanan Zona Merah Lagi

TABANAN, BALI EXPRESS – Dalam rentang waktu dua pekan terakhir, jumlah kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif di Kabupaten Tabanan melonjak. Ini membuat posisi Tabanan yang tadinya berstatus zona oranye, kini berubah menjadi merah. 

Perubahan zona status ini bahkan terjadi berbarengan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang dimulai 3 Juli 2021 lalu.

Merespon perubahan status tersebut, Sekretaris Daerah atau Sekda Tabanan, I Gede Susila, menegaskan kebijakan pengendalian Covid-19 di wilayahnya masih dalam skema PPKM Darurat. Tidak ada penyesuaian apapun. Kecuali mengintensifkan dan mengoptimalkan pembatasan.

“Zona merah atau oranye itu kan fluktuasi. Ini sudah biasa terjadi. Cuma dengan berlakunya PPKM Darurat ini, pengawasan lebih ketat akan dilaksanakan secara intensif. Itu saja. Semua kabupaten dan kota mengalami kondisi yang sama,” ujar Susila yang disinggung soal lonjakan kasus terkonfirmasi positif, Rabu (14/7).

Di samping itu, lanjutnya, pemberlakuan PPKM Darurat di Tabanan juga masih berlangsung. Sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat dan Provinsi Bali, yakni sampai dengan 20 Juli 2021 mendatang.

Dan soal kebijakan isolasi, Susila yang juga Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Tabanan, menyebutkan masih tetap pada pola yang berlaku saat ini. Yakni isoman atau isolasi mandiri.

“Tentu dibantu dengan Satuan Tugas Gotong Royong. Cuma saat ini juga tracing lagi masif dilakukan. Di samping vaksinasi,” tegas Susila yang dikonfirmasi dalam rangkaian persembayangan di Pura Pakendungan.

Karena itu, pihaknya masih menerapkan isoman bagi mereka yang terkonfirmasi positif, namun tanpa gejala. Sedangkan mereka yang bergejala tetap diarahkan ke rumah sakit.

“Mudah-mudahan (kapasitas isolasi di rumah sakit) mencukupi. Kalaupun tidak, kami upayakan untuk melakukan penambahan bed atau tempat tidur. Termasuk kelengkapan lainnya,” sebut Susila.

Soal kapasitas atau daya tampung isolasi di rumah sakit, sejauh ini masih memadai. Meskipun demikian, antisipasi lewat penambahan bed atau tempat tidur siap dilakukan.

“Kalau di Rumah Sakit Nyitdah mungkin sudah mendekati (penuh). Sesuai laporan kemarin, Senin (13/7), dari kapasitas 40 bed sudah terisi 28 bed. Itu kalau tidak salah. Kalau yang di Rumah Sakit Tabanan, isiannya saya tidak hafal,” ungkapny. Pihaknya  mendorong rumah sakit swasta juga menyiapkan ruang isolasi bagi kasus terkonfirmasi positif yang bergejala.


TABANAN, BALI EXPRESS – Dalam rentang waktu dua pekan terakhir, jumlah kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif di Kabupaten Tabanan melonjak. Ini membuat posisi Tabanan yang tadinya berstatus zona oranye, kini berubah menjadi merah. 

Perubahan zona status ini bahkan terjadi berbarengan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang dimulai 3 Juli 2021 lalu.

Merespon perubahan status tersebut, Sekretaris Daerah atau Sekda Tabanan, I Gede Susila, menegaskan kebijakan pengendalian Covid-19 di wilayahnya masih dalam skema PPKM Darurat. Tidak ada penyesuaian apapun. Kecuali mengintensifkan dan mengoptimalkan pembatasan.

“Zona merah atau oranye itu kan fluktuasi. Ini sudah biasa terjadi. Cuma dengan berlakunya PPKM Darurat ini, pengawasan lebih ketat akan dilaksanakan secara intensif. Itu saja. Semua kabupaten dan kota mengalami kondisi yang sama,” ujar Susila yang disinggung soal lonjakan kasus terkonfirmasi positif, Rabu (14/7).

Di samping itu, lanjutnya, pemberlakuan PPKM Darurat di Tabanan juga masih berlangsung. Sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat dan Provinsi Bali, yakni sampai dengan 20 Juli 2021 mendatang.

Dan soal kebijakan isolasi, Susila yang juga Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Tabanan, menyebutkan masih tetap pada pola yang berlaku saat ini. Yakni isoman atau isolasi mandiri.

“Tentu dibantu dengan Satuan Tugas Gotong Royong. Cuma saat ini juga tracing lagi masif dilakukan. Di samping vaksinasi,” tegas Susila yang dikonfirmasi dalam rangkaian persembayangan di Pura Pakendungan.

Karena itu, pihaknya masih menerapkan isoman bagi mereka yang terkonfirmasi positif, namun tanpa gejala. Sedangkan mereka yang bergejala tetap diarahkan ke rumah sakit.

“Mudah-mudahan (kapasitas isolasi di rumah sakit) mencukupi. Kalaupun tidak, kami upayakan untuk melakukan penambahan bed atau tempat tidur. Termasuk kelengkapan lainnya,” sebut Susila.

Soal kapasitas atau daya tampung isolasi di rumah sakit, sejauh ini masih memadai. Meskipun demikian, antisipasi lewat penambahan bed atau tempat tidur siap dilakukan.

“Kalau di Rumah Sakit Nyitdah mungkin sudah mendekati (penuh). Sesuai laporan kemarin, Senin (13/7), dari kapasitas 40 bed sudah terisi 28 bed. Itu kalau tidak salah. Kalau yang di Rumah Sakit Tabanan, isiannya saya tidak hafal,” ungkapny. Pihaknya  mendorong rumah sakit swasta juga menyiapkan ruang isolasi bagi kasus terkonfirmasi positif yang bergejala.


Most Read

Artikel Terbaru

/