alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Peletakan Batu Pertama

Bupati Tamba Targetkan Sentra Tenun Jadi Pusat Oleh-Oleh Jembrana

JEMBRANA, BALI EXPRESS -Pembangunan Gedung Sentra Tenun, Rabu (13/7) di Jalan Sudirman  yang merupakan  bekas terminal cargo Jembrana, ditandai  peletakan batu pertama oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Gedung yang dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian senilai Rp 11,2 miliar rupiah ini diharapkan mampu menampung seluruh  kerajinan tenun yang ada di Kabupaten Jembrana. Tidak hanya untuk pusat tenun, juga diisi dengan produk produk UMKM Jembrana, sehingga menjadi pusat kerajinan dan oleh oleh.

Selain itu, juga sebagai tempat pembinaan UMKM Jembrana melalui kegiatan pemberdayaan, pusat layanan, diskusi, hingga workshop bagi pengembangan UMKM Jembrana.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tamba didampingi Wakil I Gede Ngurah Patriana Krisna serta Kajari Jembrana  Salomina Meyke Salima.

Pembangunan Sentra Tenun ini ditargetkan rampung dalam 150 hari kerja. “Ini pembangunan yang sangat penting untuk Kabupaten Jembrana, karena disini sebagai sentra tenun yang nantinya bisa menampung seluruh kerajinan tenun yang ada di Kabupaten Jembrana. Juga bisa menampung seluruh hasil UMKM, sehingga nantinya gedung ini juga disebut pusat oleh-oleh Kabupaten Jembrana,” ujar Bupati Tamba.

Baca Juga :  Sejumlah Destinasi Wisata Tutup, Vaksinasi Jalan Terus

Dikatakan Bupati Tamba, latar belakang dibangunnya Sentra Tenun ini karena melihat masih  banyak produk tenun yang belum maksimal pemasarannya. Di sisi lainnya, Jembrana sangat terkenal akan kualitas tenun yang dihasilkan para perajinnya.

“Gedung Sentra Tenun ini pada mulanya terpikirkan dari banyaknya kerajinan tenun yang ada di Kabupaten Jembrana. Di samping juga Pemerintah Provinsi Bali sudah mengeluarkan Perda tentang penggunaan Busana Adat Bali yang tentunya identik dengan kain endek,” ucapnya.

Selain peletakan batu pertama gedung Sentra Tenun, di hari yang sama juga dilaksanakan peletakan batu pertama dalam revitalisasi gedung PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu).

“Hari ini PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) kita juga mulai berbenah. Di PLUT kita bina UMKM untuk start up-start up pemula itu, dan disini kita tampung seluruh produk olahannya. Sehingga ini terintegrasi, ada yang membuat produk dan ada yang menampung produknya,” imbuh Bupati Tamba.

Baca Juga :  Tamba Siap Fasilitasi Warga Gilimanuk Perjuangkan SHM

Sementara itu, Kadis Koperindag  Jembrana I Komang Agus Adinata dalam laporannya menyebutkan bahwa Sentra Tenun yang dibangun di lahan eks terminal cargo bersumber dari DAK Kementerian Perindustrian RI.

“Pembangunan Gedung Sentra Tenun ini didanai dari dana DAK Kementerian Perindustrian RI Tahun 2022. Setelah melalui proses tender, bangunan ini dikerjakan dengan nilai kontrak Rp 11.200.000.000,-. Pembangunan gedung ini akan berlangsung selama 150 hari kalender, yang kontraknya akan berakhir pada tanggal 1 Desember 2022,” jelasnya.

Agus Adinata menambahkan, selain pembangunan Gedung Sentra Tenun, hari ini juga dilaksanakan revitasilasi gedung PLUT.

” Hari ini juga kita mulai laksanakan revitalisasi gedung PLUT dengan anggaran sebesar Rp 1.758.959.000,- yang bersumber dari DAK Kementerian Koperasi dan UKM,” pungkasnya.

 

 

 






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

JEMBRANA, BALI EXPRESS -Pembangunan Gedung Sentra Tenun, Rabu (13/7) di Jalan Sudirman  yang merupakan  bekas terminal cargo Jembrana, ditandai  peletakan batu pertama oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Gedung yang dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian senilai Rp 11,2 miliar rupiah ini diharapkan mampu menampung seluruh  kerajinan tenun yang ada di Kabupaten Jembrana. Tidak hanya untuk pusat tenun, juga diisi dengan produk produk UMKM Jembrana, sehingga menjadi pusat kerajinan dan oleh oleh.

Selain itu, juga sebagai tempat pembinaan UMKM Jembrana melalui kegiatan pemberdayaan, pusat layanan, diskusi, hingga workshop bagi pengembangan UMKM Jembrana.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tamba didampingi Wakil I Gede Ngurah Patriana Krisna serta Kajari Jembrana  Salomina Meyke Salima.

Pembangunan Sentra Tenun ini ditargetkan rampung dalam 150 hari kerja. “Ini pembangunan yang sangat penting untuk Kabupaten Jembrana, karena disini sebagai sentra tenun yang nantinya bisa menampung seluruh kerajinan tenun yang ada di Kabupaten Jembrana. Juga bisa menampung seluruh hasil UMKM, sehingga nantinya gedung ini juga disebut pusat oleh-oleh Kabupaten Jembrana,” ujar Bupati Tamba.

Baca Juga :  Danru Satpam Tebas Pegawai Dua Minggu Baru Dilaporkan

Dikatakan Bupati Tamba, latar belakang dibangunnya Sentra Tenun ini karena melihat masih  banyak produk tenun yang belum maksimal pemasarannya. Di sisi lainnya, Jembrana sangat terkenal akan kualitas tenun yang dihasilkan para perajinnya.

“Gedung Sentra Tenun ini pada mulanya terpikirkan dari banyaknya kerajinan tenun yang ada di Kabupaten Jembrana. Di samping juga Pemerintah Provinsi Bali sudah mengeluarkan Perda tentang penggunaan Busana Adat Bali yang tentunya identik dengan kain endek,” ucapnya.

Selain peletakan batu pertama gedung Sentra Tenun, di hari yang sama juga dilaksanakan peletakan batu pertama dalam revitalisasi gedung PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu).

“Hari ini PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) kita juga mulai berbenah. Di PLUT kita bina UMKM untuk start up-start up pemula itu, dan disini kita tampung seluruh produk olahannya. Sehingga ini terintegrasi, ada yang membuat produk dan ada yang menampung produknya,” imbuh Bupati Tamba.

Baca Juga :  Dua Warga Subagan Digigit Anjing, Distan Belum Bisa Pastikan Status

Sementara itu, Kadis Koperindag  Jembrana I Komang Agus Adinata dalam laporannya menyebutkan bahwa Sentra Tenun yang dibangun di lahan eks terminal cargo bersumber dari DAK Kementerian Perindustrian RI.

“Pembangunan Gedung Sentra Tenun ini didanai dari dana DAK Kementerian Perindustrian RI Tahun 2022. Setelah melalui proses tender, bangunan ini dikerjakan dengan nilai kontrak Rp 11.200.000.000,-. Pembangunan gedung ini akan berlangsung selama 150 hari kalender, yang kontraknya akan berakhir pada tanggal 1 Desember 2022,” jelasnya.

Agus Adinata menambahkan, selain pembangunan Gedung Sentra Tenun, hari ini juga dilaksanakan revitasilasi gedung PLUT.

” Hari ini juga kita mulai laksanakan revitalisasi gedung PLUT dengan anggaran sebesar Rp 1.758.959.000,- yang bersumber dari DAK Kementerian Koperasi dan UKM,” pungkasnya.

 

 

 






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

Most Read

Artikel Terbaru

/