alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Gelombang Pasang, Warga Pesisir di Tanah Ampo Tak Bisa Tidur

KARANGASEM, BALI EXPRESS -Warga yang tinggal di pesisir Pantai Tanah Ampo, Desa Ulakan, Manggis, Karangasem, belakangan ini waswas karena gelombang air laut kadang tinggi akibat cuaca yang tidak menentu.

Di pesisir pantai tersebut memang terdapat beberapa rumah yang telah dihuni warga setempat. Kondisi gelombang tinggi seperti saat ini sudah sering dialami. Namun kali ini bikin risau.

Seperti yang diutarakan Nengah Suparta, pria yang tinggal di pesisir pantai bersama istri dan satu anaknya. Suparta mengaku tidak bisa tenang ketika ingin tidur di malam hari. “Ini semakin dekat ombaknya, biasanya walaupun gelombang tinggi, tidak sampai seperti sekarang sampai tergerus pasirnya. Tak bisa tidur saya,” ujarnya, Rabu (13/7).

Baca Juga :  Curi Vario untuk Tajen, Residivis Kembali Dibekuk

Meskipun mengetahui kondisi seperti itu, dirinya harus tetap menempati rumah tersebut. Pasalnya tidak ada tempat lain lagi untuk tinggal. “Kalau saya pindah, harus kemana? Saya tidak ada tempat lagi,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan tetangga Suparta, yakni Komang Gelgel. Ia sangat khawatir dengan kondisi seperti saat ini. Jika kapal yang kandas tersebut tidak segera dievakuasi, bukan hal yang tidak mustahil menurut Gelgel rumahnya akan tergerus. “Jangankan 1 minggu, tiga hari atau empat hari saja rumah saya bisa roboh ini,” imbuhnya.

Besar harapannya kapal yang kandas bisa segera teratasi, agar kecemasan sedikit berkurang. “Harapan saya, untuk yang punya kapal tongkang ini ditarik dulu, karena berdampak terhadap gelombang air laut,” ujarnya.

Baca Juga :  Ambil Pasir di Eks Galian C, Sopir Truk Diajukan Tipiring

Sebelumnya kapal tongkang beserta kapal tugboat milik PT Alfaindo Karya Kartika yang mengangkut alat berat mengalami insiden di Pantai Tanah Ampo, Desa Ulakan, Manggis, Senin (11/7).

Dua kapal tersebut kandas akibat cuaca buruk, sehingga mengakibatkan seling penahan jangkar kapal tersebut terputus. Bahkan kapal tongkang tersebut sampai mengalami kebocoran. Akibat kapal kandas ini, nelayan yang tinggal di pesisir menduga gelombang laut menjadi kian keras dan meninggi. (dir)

 


KARANGASEM, BALI EXPRESS -Warga yang tinggal di pesisir Pantai Tanah Ampo, Desa Ulakan, Manggis, Karangasem, belakangan ini waswas karena gelombang air laut kadang tinggi akibat cuaca yang tidak menentu.

Di pesisir pantai tersebut memang terdapat beberapa rumah yang telah dihuni warga setempat. Kondisi gelombang tinggi seperti saat ini sudah sering dialami. Namun kali ini bikin risau.

Seperti yang diutarakan Nengah Suparta, pria yang tinggal di pesisir pantai bersama istri dan satu anaknya. Suparta mengaku tidak bisa tenang ketika ingin tidur di malam hari. “Ini semakin dekat ombaknya, biasanya walaupun gelombang tinggi, tidak sampai seperti sekarang sampai tergerus pasirnya. Tak bisa tidur saya,” ujarnya, Rabu (13/7).

Baca Juga :  Pjs Bupati Badung Rapat Virtual Dengan Kemendagri, Bahas UU Ciptaker

Meskipun mengetahui kondisi seperti itu, dirinya harus tetap menempati rumah tersebut. Pasalnya tidak ada tempat lain lagi untuk tinggal. “Kalau saya pindah, harus kemana? Saya tidak ada tempat lagi,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan tetangga Suparta, yakni Komang Gelgel. Ia sangat khawatir dengan kondisi seperti saat ini. Jika kapal yang kandas tersebut tidak segera dievakuasi, bukan hal yang tidak mustahil menurut Gelgel rumahnya akan tergerus. “Jangankan 1 minggu, tiga hari atau empat hari saja rumah saya bisa roboh ini,” imbuhnya.

Besar harapannya kapal yang kandas bisa segera teratasi, agar kecemasan sedikit berkurang. “Harapan saya, untuk yang punya kapal tongkang ini ditarik dulu, karena berdampak terhadap gelombang air laut,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati PAS Minta Sosialisasi Pengelolaan Sampah Lebih Masif

Sebelumnya kapal tongkang beserta kapal tugboat milik PT Alfaindo Karya Kartika yang mengangkut alat berat mengalami insiden di Pantai Tanah Ampo, Desa Ulakan, Manggis, Senin (11/7).

Dua kapal tersebut kandas akibat cuaca buruk, sehingga mengakibatkan seling penahan jangkar kapal tersebut terputus. Bahkan kapal tongkang tersebut sampai mengalami kebocoran. Akibat kapal kandas ini, nelayan yang tinggal di pesisir menduga gelombang laut menjadi kian keras dan meninggi. (dir)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/