alexametrics
27.6 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Tiga Siswa Berkebutuhan Khusus Diterima di SMKN 1 Sukawati

KPPAD Bali Harap Siswa Berkebutuhan Khusus Tidak Di-bully

GIANYAR, BALI EXPRESS  – Melalui jalur afirmasi, SMKN 1 Sukawati menerima tiga siswa berkebutuhan khusus. Dengan demikian, Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa, pun berharap ketiga siswa itu tidak dibully karena kondisi mereka yang berkebutuhan khusus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga siswa itu adalah Kadek Agus Dharmayoga yang mengambil jurusan multimedia dan anak kembar Agung Nakula dan Agung Sadewa yang mengambil jurusan seni lukis.

Dalam kunjungannya ke SMKN 1 Sukawati, Made Ariasa mengatakan bahwa  kekerasan anak masih marak terjadi selama ini dan tak sedikit yang viral di media sosial. Maka dari itu, pihaknya berharap  para siswa dapat belajar dari berbagai pengalaman itu untuk meningkatkan kewaspadaan. “Tentunya jangan sampai itu terjadi lagi,” tegasnya Kamis (14/7).

Baca Juga :  New Normal, KPPAD Bali Tekankan Protokol Kesehatan Siswa

Pada kesempatan itu, Ariasa juga menekankan agar tidak ada satupun siswa yang mencoba melakukan jenis kekerasan terhadap temannya. “Ini berlaku bagi semua anak terkhusus 3 orang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) tersebut, tidak di-bully maupun kekerasan lainnya, karena semua ada konsekuensi hukum yaitu UU Perlindungan Anak, dan agar tidak mengalami penyesalan dikemudian hari,” imbuhnya.

Selain mengadvokasi terkait perlindungan anak, KPPAD Bali juga sekaligus mengadvokasi sisi fasilitas sarana prasarana penunjang akses para anak berkebutuhan khusus. Hal itu dilakukan agar anak-anak tersebut benar-benar terlindungi dan terpenuhinya. “Hak pendidikan anak secara aman, nyaman dan bahagia, termasuk membantu mengupayakan kekurangan kursi roda untuk mobilitas di lingkungan sekolah ke depannya,” pungkas Ariasa.

Baca Juga :  KPPAD Bali Minta Guru dan Orang Tua Pastikan Kesehatan Fisik Anak

GIANYAR, BALI EXPRESS  – Melalui jalur afirmasi, SMKN 1 Sukawati menerima tiga siswa berkebutuhan khusus. Dengan demikian, Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa, pun berharap ketiga siswa itu tidak dibully karena kondisi mereka yang berkebutuhan khusus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga siswa itu adalah Kadek Agus Dharmayoga yang mengambil jurusan multimedia dan anak kembar Agung Nakula dan Agung Sadewa yang mengambil jurusan seni lukis.

Dalam kunjungannya ke SMKN 1 Sukawati, Made Ariasa mengatakan bahwa  kekerasan anak masih marak terjadi selama ini dan tak sedikit yang viral di media sosial. Maka dari itu, pihaknya berharap  para siswa dapat belajar dari berbagai pengalaman itu untuk meningkatkan kewaspadaan. “Tentunya jangan sampai itu terjadi lagi,” tegasnya Kamis (14/7).

Baca Juga :  Dipantau KPPAD Bali, PTM di Gianyar Diharapkan Lebih Disiplin

Pada kesempatan itu, Ariasa juga menekankan agar tidak ada satupun siswa yang mencoba melakukan jenis kekerasan terhadap temannya. “Ini berlaku bagi semua anak terkhusus 3 orang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) tersebut, tidak di-bully maupun kekerasan lainnya, karena semua ada konsekuensi hukum yaitu UU Perlindungan Anak, dan agar tidak mengalami penyesalan dikemudian hari,” imbuhnya.

Selain mengadvokasi terkait perlindungan anak, KPPAD Bali juga sekaligus mengadvokasi sisi fasilitas sarana prasarana penunjang akses para anak berkebutuhan khusus. Hal itu dilakukan agar anak-anak tersebut benar-benar terlindungi dan terpenuhinya. “Hak pendidikan anak secara aman, nyaman dan bahagia, termasuk membantu mengupayakan kekurangan kursi roda untuk mobilitas di lingkungan sekolah ke depannya,” pungkas Ariasa.

Baca Juga :  KPPAD Bali Minta Jasad Bayi dalam Ember Diupacarai

Most Read

Artikel Terbaru

/