alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Target PAD Bangli Tahun 2021 Dirancang Rp 105 Miliar

BANGLI, BALI EXPRESS- Rancangan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli pada tahun 2021 tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Berdasarkan beberapa kali rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), termasuk rapat kerja Komisi III dengan organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil, tersusun bahwa target PAD dirancang sekitar Rp 105 miliar. Lebih kecil dibandingkan rancangan awal yakni Rp 119 miliar lebih.

Anggota Banggar DPRD Bangli I Ketut Suastika mengatakan, rancangan target  tersebut mengalami penurunan dibandingkan target awal, setelah dewan membedah target yang dipasang masing-masing OPD penghasil. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli yang awalnya merancang pendapatan Rp 28 miliar lebih, memutuskan melakukan revisi. Dinas tersebut akhirnya menurunkan target menjadi Rp 13 miliar lebih.  Sementara yang menaikkan target, tidak ada. “Hanya Disparbud yang menurunkan rancangan target. Sehingga rancangan target PAD berubah dari Rp 119 miliar menjadi Rp 105 miliar,” ujar Suastika ditemui Jumat (14/8).

Baca Juga :  Bandara Bali Utara Dicoret Dari PSN, Bupati Buleleng Pasrah

Rancangan target ini, diakuinya cukup realistis karena melihat kondisi ekonomi di tengah mewabahnya Covid-19 sekarang ini. Baik dewan maupun TAPD sepakat merancang target PAD dengan mempertimbangkan realisasi PAD semester pertama tahun ini, ditambah perkiraan realisasi hingga akhir tahun. Ia mencontohkan pendapatan dari Disparbud. Realisasi semester pertama tahun ini Rp 7 miliar. Semester kedua diperkirakan ada tambahan Rp 5 miliar. “Jadi pendapatan dari Disparbud tahun ini sekitar 12 miliar. Sedangkan rancangan target tahun depan naik Rp 1 miliar,” beber Suastika. Ke depan, politikus PDIP ini menegaskan, perlu inovasi dari pemerintah daerah untuk menggali sumber PAD baru sehingga target PAD bisa naik.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles menegaskan, kegiatan yang diprogramkan tahun depan tidak jauh beda dengan tahun ini, karena target PAD hampir sama. Sehingga belanja harus memperhatikan skala prioritas. “Iya, dampak dari rancangan target PAD ini adalah belanja,” jelas Carles

Baca Juga :  Mohon Kesuburan dan Nerang di Peti Merana dan Melanting

Anggota dewan lainnya, I Made Sudiasa pada rapat kerja dengan OPD penghasil, Kamis (13/8) lalu mengingatkan, OPD dalam merancang target PAD agar mengacu situasi 2020. OPD diharapkan realistis merancang target. Sehingga masyarakat tidak diajak menghayal dengan target tinggi, diikuti program kegiatan yang banyak, tetapi ujung-ujungnya tidak jalan karena target tidak tercapai, uang tidak ada. “Seandainya 2021 nanti situasi sudah bagus, nanti kan ada perubahan target,” ujar Sudiasa.


BANGLI, BALI EXPRESS- Rancangan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli pada tahun 2021 tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Berdasarkan beberapa kali rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), termasuk rapat kerja Komisi III dengan organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil, tersusun bahwa target PAD dirancang sekitar Rp 105 miliar. Lebih kecil dibandingkan rancangan awal yakni Rp 119 miliar lebih.

Anggota Banggar DPRD Bangli I Ketut Suastika mengatakan, rancangan target  tersebut mengalami penurunan dibandingkan target awal, setelah dewan membedah target yang dipasang masing-masing OPD penghasil. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli yang awalnya merancang pendapatan Rp 28 miliar lebih, memutuskan melakukan revisi. Dinas tersebut akhirnya menurunkan target menjadi Rp 13 miliar lebih.  Sementara yang menaikkan target, tidak ada. “Hanya Disparbud yang menurunkan rancangan target. Sehingga rancangan target PAD berubah dari Rp 119 miliar menjadi Rp 105 miliar,” ujar Suastika ditemui Jumat (14/8).

Baca Juga :  Gianyar Ikuti Delapan Materi di PKB 2022 dengan Anggaran Rp 1,7 Miliar

Rancangan target ini, diakuinya cukup realistis karena melihat kondisi ekonomi di tengah mewabahnya Covid-19 sekarang ini. Baik dewan maupun TAPD sepakat merancang target PAD dengan mempertimbangkan realisasi PAD semester pertama tahun ini, ditambah perkiraan realisasi hingga akhir tahun. Ia mencontohkan pendapatan dari Disparbud. Realisasi semester pertama tahun ini Rp 7 miliar. Semester kedua diperkirakan ada tambahan Rp 5 miliar. “Jadi pendapatan dari Disparbud tahun ini sekitar 12 miliar. Sedangkan rancangan target tahun depan naik Rp 1 miliar,” beber Suastika. Ke depan, politikus PDIP ini menegaskan, perlu inovasi dari pemerintah daerah untuk menggali sumber PAD baru sehingga target PAD bisa naik.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles menegaskan, kegiatan yang diprogramkan tahun depan tidak jauh beda dengan tahun ini, karena target PAD hampir sama. Sehingga belanja harus memperhatikan skala prioritas. “Iya, dampak dari rancangan target PAD ini adalah belanja,” jelas Carles

Baca Juga :  Toilet Pengungsi Gunung Agung Telantar, BPBD Siap Amankan

Anggota dewan lainnya, I Made Sudiasa pada rapat kerja dengan OPD penghasil, Kamis (13/8) lalu mengingatkan, OPD dalam merancang target PAD agar mengacu situasi 2020. OPD diharapkan realistis merancang target. Sehingga masyarakat tidak diajak menghayal dengan target tinggi, diikuti program kegiatan yang banyak, tetapi ujung-ujungnya tidak jalan karena target tidak tercapai, uang tidak ada. “Seandainya 2021 nanti situasi sudah bagus, nanti kan ada perubahan target,” ujar Sudiasa.


Most Read

Artikel Terbaru

/