alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Varian Delta Sangat Berbahaya, Koster Ingatkan Tak Ada Isolasi Mandiri

DENPASAR, BALI EXPRESSDalam rangka evaluasi pelaksanaan PPKM Level 4 di Bali, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin telah mengadakan kunjungan kerja dan rapat evaluasi pada Kamis (12/8).

Dari rapat evaluasi itu, terungkap kasus baru varian Delta Covid-19 masih tinggi, belum mengalami penurunan, dan yang meninggal juga masih tinggi. Aktivitas masyarakat dan kerumunan masih tinggi sehingga terjadi penularan Covid-19 secara cepat. Kasus aktif di Bali sudah mencapai 12.592 orang, sebanyak 8.163 orang (85 persen) menjalani isolasi mandiri di rumah. “Sehingga mengakibatkan penularan dan tingginya kasus baru Covid-19 dalam rumah tangga, keluarga terdekat, dan perkantoran,” jelas Gubernur Bali Wayan Koster.

Dengan memperhatikan kondisi tersebut telah dilaksanakan evaluasi yang dihadiri oleh gubernur Bali, pangdam IX/Udayana, kapolda Bali, bupati/walikota se-Bali, dandim dan kapolres se-Bali. Dalam evaluasi, ketiga menteri memberikan arahan agar PPKM Level 4 di Bali berjalan lebih optimal. Yaitu, mengingatkan bahwa varian Delta Covid-19 menular dengan sangat cepat dan ganas jauh lebih cepat dari virus Covid-19 sebelumnya, sangat berbahaya terutama bagi orang yang punya penyakit komorbid dan usia lanjut, sehingga harus ditangani dengan sangat serius, agar kasus bisa dikendalikan jangan sampai terus melebar dan meningkat, jangan sampai berkepanjangan.

Bagi warga yang telah menjalani isolasi mandiri di rumah, kurang dari 10 hari agar segera dibawa ke tempat isolasi terpusat. Pangdam IX/Udayana, kapolda Bali, dandim dan kapolres ditugaskan untuk menjemput warga dibawa ke tempat isolasi terpusat. Sedangkan yang sudah mengikuti isolasi mandiri selama 10 hari atau lebih boleh tetap di rumah menugaskan perbekel/lurah dan bendesa adat se-Bali untuk mengawasi warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri, dan melarang bagi yang kontak erat agar tidak mengikuti aktivitas di masyarakat meskipun hasil testing swab antigen/PCR negatif.

Selain itu, warga yang terkena kasus baru Covid-19 dengan kondisi tanpa gejala) diwajibkan mengikuti isolasi/karantina terpusat, tidak dibolehkan isolasi mandiri
di rumah. “Bupati/walikota berkewajiban menyiapkan fasilitas Isolasi/karantina terpusat dengan biaya dari APBD dan dibantu oleh gubernur mulai hari ini,” sambungnya.

Tak sampai di sana, meningkatkan target jumlah pelaksanaan 3T (tracing, testing dan treatment) khususnya tracing dan testing terhadap warga yang mengalami kontak erat minimum 10 orang kontak erat untuk setiap kasus baru. Bagi anggota keluarga dalam satu rumah ada terkena kasus Covid-19, maka semua anggota keluarga dalam satu rumah dan keluarga terdekat diwajibkan untuk mengikuti tracing dan testing serta tidak diperkenankan melakukan aktivitas keluar rumah. Warga positif Covid-19 yang baru akan langsung dijemput oleh dandim dan kapolres untuk dibawa ketempat isolasi terpusat atau warga bisa berinisiatif ke tempat yang telah ditentukan oleh kabupaten/kota. “Bupati/walikota agar menambah petugas tracing, testing, dan swab. Tim gabungan dandim, kapolres dan tenaga kesehatan serta mahasiswa/relawan akan melaksanakan tracing dan testing warga di tempat dengan swab PCR atau antigen,” urai Koster.

Termasuk juga, bupati/walikota agar menambah tenaga input data dan tenaga kesehatan serta menambah jam buka puskesmas agar data kasus harian semua bisa diinput ke sistem sampai selesai, tidak boleh ada sisa kasus harian yang diinput. Masyarakat diwajibkan mengikuti protokol kesehatan Covid-19, selalu memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, menjaga imun, mengurangi bepergian, dan mentaati peraturan. “Saya meminta jajaran pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota serta jajaran Kodam IX/Udayana, Polda Bali, dan para pihak lain agar kompak bekerja keras secara
bersama-sama, bergotong-royong, bersinergi, dan berkolaborasi dalam menangani pandemi Covid-19 di Bali. Dengan cara demikian, Kita yakin penanganan pandemi
Covid-19 di Bali akan berjalan optimal dan bisa mencapai hasil yang baik, astungkara,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESSDalam rangka evaluasi pelaksanaan PPKM Level 4 di Bali, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin telah mengadakan kunjungan kerja dan rapat evaluasi pada Kamis (12/8).

Dari rapat evaluasi itu, terungkap kasus baru varian Delta Covid-19 masih tinggi, belum mengalami penurunan, dan yang meninggal juga masih tinggi. Aktivitas masyarakat dan kerumunan masih tinggi sehingga terjadi penularan Covid-19 secara cepat. Kasus aktif di Bali sudah mencapai 12.592 orang, sebanyak 8.163 orang (85 persen) menjalani isolasi mandiri di rumah. “Sehingga mengakibatkan penularan dan tingginya kasus baru Covid-19 dalam rumah tangga, keluarga terdekat, dan perkantoran,” jelas Gubernur Bali Wayan Koster.

Dengan memperhatikan kondisi tersebut telah dilaksanakan evaluasi yang dihadiri oleh gubernur Bali, pangdam IX/Udayana, kapolda Bali, bupati/walikota se-Bali, dandim dan kapolres se-Bali. Dalam evaluasi, ketiga menteri memberikan arahan agar PPKM Level 4 di Bali berjalan lebih optimal. Yaitu, mengingatkan bahwa varian Delta Covid-19 menular dengan sangat cepat dan ganas jauh lebih cepat dari virus Covid-19 sebelumnya, sangat berbahaya terutama bagi orang yang punya penyakit komorbid dan usia lanjut, sehingga harus ditangani dengan sangat serius, agar kasus bisa dikendalikan jangan sampai terus melebar dan meningkat, jangan sampai berkepanjangan.

Bagi warga yang telah menjalani isolasi mandiri di rumah, kurang dari 10 hari agar segera dibawa ke tempat isolasi terpusat. Pangdam IX/Udayana, kapolda Bali, dandim dan kapolres ditugaskan untuk menjemput warga dibawa ke tempat isolasi terpusat. Sedangkan yang sudah mengikuti isolasi mandiri selama 10 hari atau lebih boleh tetap di rumah menugaskan perbekel/lurah dan bendesa adat se-Bali untuk mengawasi warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri, dan melarang bagi yang kontak erat agar tidak mengikuti aktivitas di masyarakat meskipun hasil testing swab antigen/PCR negatif.

Selain itu, warga yang terkena kasus baru Covid-19 dengan kondisi tanpa gejala) diwajibkan mengikuti isolasi/karantina terpusat, tidak dibolehkan isolasi mandiri
di rumah. “Bupati/walikota berkewajiban menyiapkan fasilitas Isolasi/karantina terpusat dengan biaya dari APBD dan dibantu oleh gubernur mulai hari ini,” sambungnya.

Tak sampai di sana, meningkatkan target jumlah pelaksanaan 3T (tracing, testing dan treatment) khususnya tracing dan testing terhadap warga yang mengalami kontak erat minimum 10 orang kontak erat untuk setiap kasus baru. Bagi anggota keluarga dalam satu rumah ada terkena kasus Covid-19, maka semua anggota keluarga dalam satu rumah dan keluarga terdekat diwajibkan untuk mengikuti tracing dan testing serta tidak diperkenankan melakukan aktivitas keluar rumah. Warga positif Covid-19 yang baru akan langsung dijemput oleh dandim dan kapolres untuk dibawa ketempat isolasi terpusat atau warga bisa berinisiatif ke tempat yang telah ditentukan oleh kabupaten/kota. “Bupati/walikota agar menambah petugas tracing, testing, dan swab. Tim gabungan dandim, kapolres dan tenaga kesehatan serta mahasiswa/relawan akan melaksanakan tracing dan testing warga di tempat dengan swab PCR atau antigen,” urai Koster.

Termasuk juga, bupati/walikota agar menambah tenaga input data dan tenaga kesehatan serta menambah jam buka puskesmas agar data kasus harian semua bisa diinput ke sistem sampai selesai, tidak boleh ada sisa kasus harian yang diinput. Masyarakat diwajibkan mengikuti protokol kesehatan Covid-19, selalu memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, menjaga imun, mengurangi bepergian, dan mentaati peraturan. “Saya meminta jajaran pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota serta jajaran Kodam IX/Udayana, Polda Bali, dan para pihak lain agar kompak bekerja keras secara
bersama-sama, bergotong-royong, bersinergi, dan berkolaborasi dalam menangani pandemi Covid-19 di Bali. Dengan cara demikian, Kita yakin penanganan pandemi
Covid-19 di Bali akan berjalan optimal dan bisa mencapai hasil yang baik, astungkara,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/